Kartu Combo BRI-UBB Jadi Kartu Pengenal Dosen dan Tenaga Kependidikan UBB

KARTU COMBO --  Gerakan Nasional  Non Tunai (GNNT) di UBB ditandai dengan  Pimpinan Cabang BRI Pangkalpinang Syaiful Mushadir menyerahkan kartu Combo co-branding BRI-UBB kepada Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi, disaksikan Kepala Perwakilan BI Wilayah Bangka Belitung Bayu Martanto, Warek II UBB  Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc dan Wakil Pimpinan Wilayah BRI Sumsel-Babel Susilo Sudana di Ruang Rapat Besar UBB, Balunijuk, Merawang, Selasa (12/09/2017) pagi. Kartu Combo multifungsi ini selanjutnuya akan berfungsi sebagai kartu pengenal dosen dan tenaga kependidikan di UBB.

MERAWANG, UBB --    Seluruh dosen dan tenaga kependidikan Universitas Bangka Belitung (UBB)  pada bulan Oktober akan menggunakan kartu pengenal kepegawaian  baru berupa kartu Combo co-branding (desain khusus)  antara UBB dengan BRI.

Selain dosen dan pegawai UBB, sekitar 5.000 mahasiswa UBB pun akan mendapat kartu Brizzi co-branding BRI-UBB.   Kartu  berisi data  mahasiswa ini dapat digunakan sebagai alat membayar Uang Kuliah Tunggal (SPP) di semua e-channel BRI  di seluruh Indonesia. 

“Selain multifungsi dalam melakukan transaksi tanpa uang tunai  atau cashless transaction, kedua kartu pengenal  itu sendiri  merupakan bentuk konkret  UBB dalam mendukung penuh  Gerakan Nasional Non Tunai yang telah digulirkan pemerintah RI,” ujar Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi ketika memberi sambutan dalam Grand Launching Gerakan Nasional Non Tunai: Goes to UBB,  di Ruang Rapat Besar Rektorat UBB,  Balunijuk, Merawang, Selasa (12/09/2017) pagi.

KARTU BRIZZI --  Usai menerima Kartu Brizzi co-branding UBB-BRI sebagai KTM, mahasiswa UBB  berfose bersama  Rektor UBB  Dr Ir Muh Yusuf MSi,  Kepala Perwakilan BI Wilayah Bangka Belitung Bayu Martanto, Warek II UBB  Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc dan Wakil Pimpinan Wilayah BRI Sumsel-Babel Susilo Sudana di Ruang Rapat Besar UBB, Balunijuk, Merawang, Selasa (12/09/2017) pagi.

Hadir dalam acara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI)  Wilayah Bangka Belitung Bayu Martanto,  Pimpinan BRI Cabang Pangkalpinang Syaiful Mushadir,  Wakil Rektor II Bagian Keuangan UBB Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc,   Wakil Pimpinan Wilayah BRI Sumsel-Babel Susilo Sudana,  Kepala BPKKU Andi Evan,  para dekan-wakil dekan dilingkungan UBB dan  puluhan mahasiswa UBB.

Menurut Muh Yusuf,  Gerakan  Nasional Non Tunai perlu didukung semua pihak, termasuk universitas, karena banyak manfaat yang  dapat diperoleh.  Disamping memberi kemudahan dalam bertransaksi  dan tidak perlu  membawa uang tunai (berbentuk fisik) ke mana-mana,  transaksi menggunakan e-money ini aman karena tercatat  secara elektronik dan digitalisasi.

“Gerakan Nasional Non Tunai ini diinisiasi BI Perwakilan Bangka Belitung bekerjasama dengan BRI Pangkalpinang, perlu kita dukung.   Melalui e-money,  Kartu Brizzi, Combo dan sejenisnya,  nanti peredaran uang fisik akan jauh  berkurang.  Ujungnya inflasi pun kelak berkurang.  Bayangkan   mencetak uang dalam bentuk fisik itu mahal sekali,” ujar Muh Yusuf.

Diakuinya memang  masih ada keraguan  dari sementara warga masyarakat untuk  melakukan transaksi menggunakan e-money.   Banyak faktor menjadi penyebabnya,  antara  lain belum terbiasanya warga melakukan transaksi non tunai dan  belum tersosialisasinya Gerakan Nasional Non Tunai ini.  

“Tapi cara pandang seperti itu harus segera  diubah  mengingat   basis utama e-money adalah teknologi canggih yang  aman dari upaya jahat.  Kendati demikian, untuk menghilangkan stigma tak aman,  maka  Gerakan Nasional Non Tunai pun  harus dilakukan secara massif,” ujar Muh Yusuf.

UBB lanjut Muh Yusuf merupakan universitas pertama di antara universitas yang berdomisili di kepulauan melakukan Gerakan Nasional Non Tunai.  Bahwa UBB dalam konteks ini menggandeng BRI karena banyak faktor.  Di antaranya BRI memiliki jaringan sangat  luas hingga ke pedesaan, bank plat merah ini  pun didukung teknologi canggih dan satu-satunya bank memiliki satelit sendiri.

“Sebagai mitra UBB, ada  hal lainnya  yang menarik dari BRI, yaitu punya motto: “BRI Melayani Setulus Hati”.  Kami berharap BRI dapat melanjutkan bentuk kerjasamanya dalam  hal mendukung program- program  UBB lainnya,” ujar Muh Yusuf.

CINDERAMATA -- Rektor UBB  Dr Ir Muh Yusuf MSi menyerahkan cinderamata berupa plakat UBB   Kepala Perwakilan BI Wilayah Bangka Belitung Bayu Martanto, usai Grand Launching Gerakan Nasional Non Tunai di Ruang Rapat Besar UBB, Balunijuk, Merawang, Selasa (12/09/2017) pagi.

Sementara itu Pimpinan Cabang BRI Pangkalpinang Syaiful Mushadir menilai  BRI sangat tepat ikutserta dalam Gerakan Nasional Uang Tunai.  Katanya, BRI yang didukung  infrastruktur dan teknologi satelit yang mumpuni dan unit kerja yang luas,  sangat mampu mewujudkan cashless transaction (transaksi tanpa uang tunai).

Di Bangka Belitung, lanjut Syaiful Mushadir, BRI memiliki tiga cabang.  Masing-masing satu di  Tanjungpandan, Sungailiat dan Pangkalpinang.  Agen Brilink di Kota Pangkalpinang  408 unit,  atau  864 agen  se Bangka Belitung.  E-channel BRI di seluruh Indonesia 152.443, dan khusus Babel 143, 136 ATM dengan total unit kerja 1.468.

“Ke depan  BRI tidak akan membuat cabang lagi.  Tahun 2018 nanti  kita justeru akan memperbanyak  membangun e-channel.  Tiap desa minimal ada satu agen, atau e-channel.  Faedah dan operasionalnya sama dengan cabang suatu bank.  Transaksi apa pun bisa dilakukan, seperti SPP dan sebagainya,” ujar  Syaiful Mushadir.

Kepedulian BRI terhadap nasabahnya  ia  contohkan dengan keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kampus Terpadu UBB.   Satu unit ATM BRI di  Balunijuk itu dikelola bersama antara  BRI Cabang Pangkalpinang dan BRI Sungailiat.

Pimpinan BI Bangka Belitung Mayu Martanto  ketika menjawab wartawan mengakui bahwa Gerakan  Nasional Non Tunai di UBB itu merupakan sosialisasi pertama di antara universitas yang berada di kepulauan. 

TES KEANDALAN KARTU COMBO --  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi menguji keandalan Kartu Combo co-branding UBB-BRI yang berfungsi sebagai kartu pengenal dosen dan tenaga kependidikan UBB dalam transaksi non tunai di salah satu gerai kantin UBB, Selasa (12/09/2017) siang. 

“Gerakan Nasional Non Tunai itu sendiri sudah beberapa waktu dilakukan.  Tapi betul ini pertama di antara universitas yang berada di kepulauan.   Nanti usai ini akan disosialisasikan ke perguruan tinggi lainnya di Bangka Belitung,” ujar Bayu  Martanto.

Menurut  Bayu, UBB memiliki sekitar 4.000 mahasiswa, 200 dosen dan 150 pegawai merupakan universitas besar.  UBB lanjutnya menjadi pilihan yang tepat dalam mengawali Gerakan Nasional Non Tunai karena realitas transaksinya sangat besar.

Penerimaan dan pembayaran universitas, menurut Bayu, sangat besar dilakukan secara non tunai.  Selain  aman, mudah, cepat dan efisien, transaksi ini juga lebih ‘govern’.   Para dosen, mahasiswa dapat menjadi agen untuk mensosialisasikan gerakan ini dan keuangan inkluasi di tengah masyarakat.

“Kami berharap universitas dan perguruann tinggin lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mengikuti langkah UBB berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Uang Tunai ini,” tukas Bayu.

Tahun Akademik 2016/2017 lalu, sebanyak 1.055 mahasiswa baru Universitas Bangka Belitung (UBB) telah mendapat  mendapat Kartu  Brizzi co-banding UBB-BRI  yang berfungsi sebagai Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.