Ketat Persaingan Menjadi Mahasiswa Agribisnis UBB

FOTO BERSAMA -- Ketua Prodi Agribisnis Dr Fournita SP MSi dan para dosen Agribisnis berfose bersama 69 mahasiswa baru (maba)  Prodi Agribisnis. Kamis (24/08/2017) pagi, 69 maba Agribisnis mendapat informasi langsung tentang prodi, struktur organisasi prodi, visi, misi dan tujuan prodi dari Dr Fournita. Selain itu Ketua Himagris Ade Firdaus pun memaparkan hal-hal yag  berkenaan dengan visi, misi dan program Himpunan Mahasiswa Agribisnis UBB.    

MERAWANG, UBB --   Persaingan antarlulusan SLTA untuk diterima sebagai  mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) tergolong ketat.  Namun di antara  19 program studi (prodi) yang ada di UBB, ternyata persaingan terketat terjadi pada calon mahasiswa Prodi  Agribisnis dan Biologi.

Keketatan Prodi Agribisnis dan Biologi itu  satu  banding 9.  Artinya, dari sembilan orang  lulusan SLTA yang melamar menjadi mahasiswa di ke dua prodi ini,  hanya satu orang saja yang diterima sebagai  mahasiswa Agribisnis dan Biologi.

Berbicara dalam sesi  acara perkenalan mahasiswa baru (maba)  Prodi Agribisnis di Ruang Agri I Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi UBB, Kamis (24/08/2017) pagi, Ketua Prodi Agribisnis   Dr Fournita Agustina SP MSi  berharap hendaknya  keketatan 1 banding 9 ini menjadi semacam lecutan bagi  69 maba  Agribisnis untuk senantiasa menoreh prestasi.

“Sebab setiap adik-adik mahasiswa baru ini sejatinya telah berhasil menggeser sembilan pelamar lainnya sebelum ini.  Ini artinya Anda  itu terbaik di antara sembilan pelamar lainnya.  Alhamdulillah.  Atas nama prodi, saya mengucapkan selamat bergabung di Agribisnis!,” tukas Fournita.

Tahun akademik 2017/2018 ini Prodi Agribisnis menerima 69 maba.  Lebih banyak 19 mahasiswa dibanding 50 maba yang diterima pada tahun akademik 2016/2017. 69 maba itu  berasal dari 635 pelamar Prodi Agribisnis, dengan rincian: 198 orang  mendaftar melalui SNMPTN, 287 orang lewat SBMPTN dan 150 orang melalui SMMPTN.

Acara pengenalan maba dengan staf dosen dan tenaga kependidikan Prodi Agribisnis berlangsung santai dan penuh rasa kekeluargaan. Gelak tawa pun kerap terdengar dari  lantai dua -- tempat pertemuan maba -- ,  tatkala   Ketua Prodi Fournita melempar beberapa ‘guyonan’ segar.

“Mahasiswa Agribisnis itu  rata-rata memiliki indeks prestasi di atas tiga.  Paling lama empat tahun (kuliah)  mereka sudah menyelesaikan studinya.  Nah, jangan sampai ada di antara  adik-adik menjadi  ‘nasakom’: nasib (indeks prestasi) satu koma. Perlu diketahui, bila  dua semester berturut-turut  ada mahasiswa yang indeks prestasinya di bawah dua, maka terpaksa yang bersangkutan   mengucapkan:  ‘Selamat Jalan Agribisnis’,” tukas Faurnita, disambut senyuman dan tawa dari maba.

 Dalam pengenalan maba yang merupakan bagian dari Studi Pengenalan dan Simulasi Aktivitas Kampus (Spesivik) UBB ke 12, Fournita dengan panjang-lebar memaparkan sejarah,  visi, misi dan tujuan Prodi Agribisnis. Termasuk pula mengenai  struktur dan profil dosen Agribisnis. 

Berbasis Potensi Lokal

Meraih gelar doktor dari Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Palembang,  Fournita   menuturkan bahwa  visi Prodi Agribisnis UBB adalah menjadi prodi yang unggul  berbasis potensi lokal, riset, dan kewirausahaan (entrepreneurship), yang dilandasi sikap mental, moral, dan intelektual terpuji dalam membangun kemajuan lokal dan gobal tahun 2035.

“Potensi lokal di Bangka Belitung ini banyak.  Di antaranya ada lada, karet dan sawit. Selain dikembangkan,  potensi lokal itu menjadi bagian  riset yang  sekaligus juga  bisa  untuk  lahan kewirausahaan kita,” terang Fournita.

Mahasiswa prodi agribisnis UBB membagikan air jeruk kunci kemasan karya mahasiswa Agribisnis UBB kepada mahasiswa baru

Dijelaskan, peluang kerja bagi sarjana agribisnis banyak dan sangat beragam.  Mulai dari membuka usaha sendiri alias berwiraswasta hingga terjun ke sektor formal. Seperti menjadi manajer atau pegawai perusahaan agribisnis, peneliti, penyuluh pertanian,  dosen dan perumus kebijakan.  

“Pelaku pertanian juga oke. Istilah kerennya petani berdasi.  Tidak ada petani yang miskin; petani itu kaya!,” tukas Fournita, didampingi Yudi Sapta Pranoto SP MSi (Sekretaris Prodi), Iwan Setiawan SP MSi, Ir Eddy Jajang J Atmaja MM MBA PhD (Cand), Yulia S.Pt MSi, Ratih Purwasih SP MSi, Rufti Puji Astuti S.Pt. MSi dan Lia Resti Ayu Ningsih.

Dalam konteks ini, tujuan dari prodi ini lanjut Fournita menghasilkan sumberdaya yang berkualitas, menguasai sistem agribisnisnis, konsep kewirausahaan, mengikuti perkembangan ilmu agribinis dan profesional yang mampu memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi melalui ilmu agribisnis.

Mengenai 69 maba Agribisnis  yang merupakan generasi milenial itu,  Fournita mengharapkan mereka bisa meraih prestasi lebih baik dan banyak,   ketimbang kakak-kakak kelas yang diakui  juga telah banyak menorehkan  prestasi  baik untuk prodi maupun universitas.

“Sejauh ini, kakak-kakak kelas adik-adik sudah mencetak 19 produk. Saya minta adik-adik bisa melebihi prestasi tersebut.  Nah, berapa produk adik mampu?,” ujar Faournita sekaligus ‘menantang’  69 maba.  Bagai kor paduan suara, tantangan itu spontan dijawab maba: “Seratus Bu!”

Fournita menjelaskan pula sejumlah prestasi akademis  yang sudah diraih mahasiswa Prodi Agribisnis. Dua  sarjana agribisnis dari prodi ini, lanjut Fournita  pada wisuda sarjana belum lama ini lulus dengan predikat ‘cumlaude’.

“Keduanya berhasil menjadi sarjana setelah mengikuti kuliah selama tiga tahun enam bulan. Saya berharap adik-adik bisa meraih prestasi seperti kakak-kakak kelas adik itu,”  ujar Fournita.

Ketua Prodi Agribisnis UBB Dr. Fournita didampingi dosen Agribisnis memaparkan visi, misi dan tujuan Prodi Agrisbisnis UBB.

Untuk meraih pretasi itu, Fournita menyampaikan sejumlah kiat-kiat belajar, dan disiplin dalam mengejar waktu menyusun skripsi.  Katanya, saat semester VI dan VII mahasiswa berlomba-lomba mencari judul dan menyusun bahan-bahan skripsi.

“Telusuri situs yang  membuat jurnal ilmiah di bidang agribisnis. Dan ketika membuat skripsi itu harus selalu bersama-sama teman, agar selalu termotivasi segera merampungkan skripsi.  Sekarang ini, hampir 60 persen dari kakak-kakak kelas adik-adik di semester VI dan VII sudah  menyusun dan ada yang menyelesaikan skripsinya,” ujar Fournita.

Dalam sesi perkenalan maba dengan staf dosen Prodi Agribisnis, Ketua Himpunan Mahasiswa Agribinis (Himagris)  UBB  Ade Firdaus memaparkan visi, misi, program kerja dan prestasi yang diraih mahasiswa Agribisnis, serta fasilitas dan  praktik bisnis di kedai agribisnis (Eddy Jajang Jaya Atmaja)  .

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.