KKN UBB di Basel, Asisten II Minta Mahasiswa Berikan Sosialisasi Bahaya Narkoba

CINDERAMATA --  Rektor UBB  Muh Yusuf (kiri) menyerahkan cinderamata berupa  plakat UBB kepada Asisten II Bidang Pemerintahan dan Kesra Bangka Selatan Asri Husman di Pendopo Bupati, Toboali, Selasa (18/07/2016).  Hadir dalam pelepasan KKN UBB Angkatan ke 12 ini Warek II Agus Hartoko dan sejumlah  pejabat eselon 2 Basel. Lokasi KKN UBB di Basel yaitu  di Desa Tukak Sadai dan Tanjungsangkar-Kumbung (Pulau Lepar).  .  

TOBOALI, UBB --  Sebanyak 82 mahasiswa Universitas Bangka Belitung UBB  sejak Selasa (18/07/2017) hingga 35 hari ke depan,  melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tukak-Sadai, dan Tanjungsangkar-Kumbung, Pulau Lepar, Bangka Selatan (Basel).

Menandai pelaksanaan KKN  di  ‘Negeri Junjung Besaoh’ ini, ke 82 mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 12 diterima sekaligus langsung dilepas menuju lokasi KKN  oleh  Bupati Basel,  yang diwakili Asisten II Asri Husman,  di Pedopo Bupati Basel, Toboali,  Selasa siang.

“Atas nama masyarakat,  kami menyambut gembira, sekaligus   mengucapkan terimakasih kepada UBB  karena  telah memilih Negeri Junjung Besaoh sebagai lokasi KKN UBB Angkatan ke 12 ini, ” ujar Asri Husman,  ketika memberi sambutan usai menerima daftar mahasiswa peserta KKN UBB dari Rektor UBB Muh Yusuf yang didampingi Wakil  Rektor II Agus Hartoko.

Dalam acara yang dihadiri pejabat eselon II Kabupaten Basel itu, Asri memaparkan  banyak hal  seputar program  pembangunan yang telah dan sedang dikerjakan.  Demikian pula   kemajuan pesat  mengenai kualitas  dan jumlah  infrastuktur  yang ia nilai sangat memadai  di daerahnya.

“Infrastruktur kita  di Basel ini  sudah bagus.  Meski begitu, pembangunan ‘non’ fisik pun harus  gencar  kita laksanakan.  Sebab,  sebaik apapun pembangunan  fisik itu, harus diimbangi dengan pembangunan ‘non’ fisik sebagai fundamen yang kokoh.   Oleh karena itu, kami minta kepada  adik-adik mahasiswa KKN untuk membantu kami  mensosialisasikan banyak hal mengenai non fisik, antara lain seperti   bahayanya narkoba,  kepada masyarakat,” tukas Asri.

Dikemukakan, Kabupaten Basel berada yang terletak di ujung selatan Pulau Bangka;  memiliki delapan kecamatan, tiga kelurahan dan 50 desa.  Sejumlah pulau, seperti Lepar dan Pongok, punya tantangan tersendiri dalam hal mempercepat  pembangunannya. Bila musim Barat ombak cukup tinggi, jadi kendala menuju ke pulau itu.

“Informasi dan komunikasi itu penting. Jadi,  ‘pacak-pakak ikak lah’ (pandai-pandai mahasiswa-red)  dalam hal  mensosialisasikannya, baik  program-program  pembangunan  maupun  kegiatan praktis yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN di tengah masyarakat. Tapi jangan gunakan bahasa tinggi; pakai bahasa yang mudah dimengerti  supaya masyarakat paham,” ujar Asri.

KKN Angkatan ke 12 di Basel diikuti 82 mahasiswa UBB.  Tiga puluh delapan di antaranya mahasiswi, dan 44 mahasiswa. Di Tukak Sadai mereka didampingi  oleh  Dosen Pembina Lapangan (DPL) bernama Oto (dosen Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi).  Sementara KKN di Tanjungsangkar-Kumbung DPL-nya  adalah Darwance  dan Sigit (dosen Fakultas Hukum).

“Ada saja kendala yang terdapat di lokasi KKN, silakan lapor kepada  Pak Kades  atau  Pak Camat.  Minta nomor HP (handphone)-nya.  Kekurangan apa pun,  silakan lapor kepada mereka.  Soal tempat tidur, atau lain-lain umpamanya,” ujar Asri.

Usai makan siang di Pendopo Bupati Basel,  mahasiswa KKN UBB menggunakan bus masing-masing menuju lokasi KKN: Tajungsangkar dan Tukak Sadai.  Seluruh mahasiswa KKN tampak gembira,  itu antara lain ditandai denganmelakukan foto bersama seusai pelepasan di dalam pendopo dan disamping bus. (Eddy Jajang Jaya Atmaja

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.