Lurusan Niat Anda ketika Menuntut Ilmu!

GEOTEKNIK -- Devito W Simanjuntak, salah seorang pembicara dalam Kuliah Umum Teknik Pertambangan yang digelar Himata UBB,  Kamis (09/02/2017) pagi, sedang menjelaskan seputar  materi geoteknik kepada 12O  peserta kuliah umum yang dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Teknik UBB Wahri Sunanda ST M.Eng di Ruang Rapat Besar Rektorat UBB, Balunijuk, Merawang, Bangka.

MERAWANG, UBB --    Sebanyak 120 mahasiswa Jurusan  Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) seharian penuh   mengikuti kuliah umum mengenai pertambangan di Ruang Rapat Besar Rektorat UBB, Balunijuk, Merawang, Kamis (09/02/2017). 

Mengambil tema  “Prepare You Future From Now To Be Good Mining Engineer”, kuliah umum  ini dibuka resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Wahri Sunandar ST M.Eng, didampingi Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Irvani ST, M.Eng.

 

Tiga makalah dengan judul dan pembicara berbeda disampaikan dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa Teknik Tambang semester 2, 4 dan 6.  Di antara peserta juga tampak sejumlah mahasiswa senior yang akan di wisuda pada bulan Maret ini.

Tiga makalah itu masing-masing berjudul “Peledakan dan Geoteknik” dengan pembicara  Deza Pahlevi Antasari dan Devito Wirasto Simanjuntak, “Perencanaan Evaluasi Tambang” disampaikan  Irwan Edel Frudis Sitorus dan Elisa, serta “Eksplorasi Geofisik” dengan pembicara Teo Aldino.

“Semua pembawa makalah itu  merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Pertambangan UBB.  Senior kami itu   akan dilantik menjadi sarjana pada wisuda bulan Maret tahun ini,” ujar Olgi Kompresing, Ketua Pelaksana Kuliah Umum,  didampingi Inda Pratama Putri (Kordinator Kuliah Umum).  

Dekan Fakultas Teknik UBB Sunandar ST M.Eng dan Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Irvani ST, M.Eng, dalam sambutannya, mendukung dan sekaligus mengapresiasi terselenggaranya kuliah umum dengan tema dan tajuk yang  beragam ini.

“Selaku dekan, saya berharap acara serupa  dapat digelar   pada tahun-tahun berikutnya.  Tentu saja, kalau boleh,   dalam skala lebih besar dengan  mengundang tamu dari luar,” ujar Wahri Sunandar dalam acara yang dihadiri Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (Himata) UBB, Gilang.

Kepada 120 mahasiswa peserta kuliah umum, Wahri mengingatkan bahwa  hadirnya   peluang kerja yang besar sebagai ‘muara’ (hasil) dari diresmikannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menuntut semua sarjana teknik untuk tak mengenal  henti dalam  menggali ilmu dan menempah  keahlian di bidang masing-masing.

“Sarjana teknik dan insinyur yang telah memiliki sertifikasi keahlian, kini bebas bekerja di 10 negara anggota ASEAN. Ini artinya meski peluang kerja semakin ‘meluas’, tapi  hanya mereka yang punya kompetensi andal dan bersertifikasi saja yang bisa bersaing di dunia kerja profesional!,” ulas Wahri

Senada dengan Wahri, Olgi Kompresing  (Ketua Pelaksana Kuliah Umum)  mengemukakan  acara ini memang ditujukan  untuk menambah ‘tebal bekal’ ilmu dan ketrampilan bagi  mahasiswa/i Jurusan Teknik Pertambangan UBB.

“Karena itu pula  kami meminta para senior membagi dan mencurahkan  ilmu pengetahuan dan  keterampilan yang  mereka peroleh  kepada kami.   Dan memang sebagian besar dari materi makalah yang disampaikan adalah bagian dari tugas akhir senior kami itu!,” tukas Olgi.

Ditambahkannya, kuliah umum seputar pertambangan  ini merupakan bagian dari sejumlah  program kerja (proker) Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (Himata) UBB.

“Kami mendapat dukungan dari Jurusan Teknik Pertambangan. Namun semua biaya kuliah umum berasal dari sumbangan mahasiswa per orang Rp 35.000, untuk biaya makan siang, makanan kecil, dan alat tulis.  Kami belum dapat sponsor dari pihak di luar UBB,” terang Olgi.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua Jurusan Teknik Pertambangan Irvani meminta semua mahasiswa Teknik Pertambangan untuk tak putus-putus menimba ilmu.  Baik ketika berada di dalam Kampus UBB, industri pertambangan  maupun saat berada di tengah masyarakat umum.

“Niatkan menuntut ilmu itu untuk mencari ridho Allah dan amalkan untuk kebaikan umat,” ujar Irvani yang membagi penuntut ilmu  --  berdasarkan niat, motivasi  dan praktiknya -- menjadi  tiga kategori. Yaitu, ada yang menuntut ilmu untuk mendapatkan kedudukan, jabatan dan harta; mencari ridho Allah SWT, dan  menutut ilmu untuk memupuk kekuasaan dan kekuatan serta  tanpa sadar merasa dirinya paling ‘mulia’. 

“Luruskan niat kita ketika menuntut ilmu.  Dan hindari tipe atau  motivasi orang menuntut  ilmu kategori  yang ketiga itu.  Karena (yang ketiga  itu-red) dengan rasa tak sadar (yang bersangkutan) merasa dirinya paling mulia.  Itu berbahaya sekali!,” ulas Rivani  (Eddy Jajang J Atmaja

 

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.