Mayor Tiyoso Tanam 4 Konsensus Dasar Bernegara Kepada Maba UBB

Mayor Arh Tiyoso Yosaya Perwira Seksi Bhakti Korem 045 Garuda Jaya, saat menyampaikan materi nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada Mahaiswa Baru (Maba), dikegiatan Spesivik XII UBB.

MERAWANG, UBB – Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama Komando Resor Militer (Korem) 045 Garuda Jaya, memasuki hari kedua kegiatan studi pengenalan dan stimulasi aktivis kampus (Spesivik) ke-12, mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada Mahaiswa Baru (Maba) UBB, bertempat dilapangan parkir Fakultas Teknik (FT) Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Selasa (22/08/2017) pagi.

Materi kegiatan disampaikan langsung oleh Perwira Seksi Bhakti Korem 045 Garuda Jaya Mayor Arh Tiyoso Yosaya, dengan menanamkan 4 (empat) Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara dihadapan 1.173 mahaiswa baru UBB.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pentingnya mengenali dan memahami landasan ideologi bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini mulai luntur dan cenderung pada arah yang tidak sesuai dengan ideologi yang telah digagas oleh pendiri bangsa.

Dalam materinya, Mayor Arh Tiyoso Yosaya mengajak kepada seluruh peserta spesivik XII untuk bersama-sama lebih mengenali dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan serta semangat kesatuan dalam perbedaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang terangkum dalam empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

ada 4 (empat) hal konsensus dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tegas Tiyoso.

Hal ini dapat dilihat dari berbagai faktor diantaranya, masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman ajaran agama yang keliru dan sempit, timbulnya fanatisme kedaerahan, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas ke-bhinnekaan dan kemajemukan, kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa, lemahnya penegakan hukum, pengaruh Globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam, yang dapat meruntuhkan konsensus dasar kebangsaan Indonesia.

Melalui kegiatan ini merupakan sarana dan upaya untuk menginformasikan serta menginggatkan generasi muda sebagai penerus bangsa, khususnya mahasiswa baru UBB untuk mencetak insan-insan akademis, yang berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi, guna terciptanya kesamaan persepsi untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan ini juga dimanfaatkan peserta spesivik pada sesi tanya jawab, Jekki Tumangger Mahasiswa Baru dari Prodi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menanyakan terkait pendidikan mental dan moral,”bagaimana caranya, agar tidak terjadi ketimpangan antara teori dan praktek”, tanyanya.

“Teori tanpa praktek adalah kabur, praktek tanpa teori adalah ngawur, itu satu sistem”, terang tiyoso. Ia juga menjelaskan pembentukan karakter tidak langsung atau instan, namun dimulai dari usia dini dan didukung oleh lingkungan keluarga yang baik, terutama peran orang tua, terutama ibu.

Implementasi wawasan nusantara, tiyoso menjelaskan dari pertanyaan Nurcelia dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB), untuk mengimplementasikannya bukan sekedar teori saja, tapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk nilai-nilai pancasila secara nyata dipraktek dalam kehidupan.

Diakhir pengarahanya, empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara perlu adanya upaya dari seluruh komponen bangsa untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, melaksanakan UUD 1945 dengan baik, menjiwai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat dan memperjuangkan NKRI. agar berdaulat utuh dan selamat.

Ia mengapreseasi kegiatan dan semangat para peserta spesivik XII UBB. Ini merupakan indikator bahwa mahasiswa UBB telah memiliki kesadaran akan pentingnya pemahaman dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, dan nantinya dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.