Mimpi Kami untuk Rebo

Pantai Rebo adalah salah satu pantai di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Pantai yang menjorok dari daratan ini dulu sempat menjadi serpihan syurga bagi penulis secara pribadi. Awal tahun 2008, sedih melihat kondisi pantai ini yang diluluhlantakkan oleh penambangan timah di daerah pantai dan TI Apung yang bertebaran disekitar pantai tersebut. Bangunan-bangunan yang dulu dibangun oleh pemerintah daerah sebagai penunjang untuk meningkatkan nilai estetika pantai ini beralih fungsi menjadi tempat tinggal para pekerja TI. Pemerintah daerah sepertinya putus asa tak mampu menjaga asset milik mereka sendiri yang dibangun dengan uang yang tidak sedikit.

Pentingnya Sektor Pariwisata Bagi Bangka Belitung

Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB lahir dari niat yang sama; pertama, mencari informasi yang sebenarnya tentang kondisi dan sebaran terumbu karang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kedua, memberikan informasi kepada pemerintah dan pengusaha mengenai daerah potensial wisata bahari - wisata bahari baru selain yang sudah dikenal oleh masyarakat seperti parai beach hotel, tanjung pesona beach dan pasir padi beach. 

Mengapa harus pariwisata? Meskipun tim ini terlahir hanya dari beberapa gelintir pemuda-pemuda yang peduli dengan masa depan Bangka Belitung, tapi secara pribadi saya merasa bangga untuk mengatakan bahwa tim ini dibangun dengan berlandaskan orientasi dan visi pembangunan masa depan Bangka Belitung yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sesuai dengan kata-kata bijak, "Geography Is Destiny" issard, 1972. Dilihat dari sisi posisi (geografis), pulau Bangka khususnya dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya sangat strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata masa depan. Jarak dengan Jakarta hanya 50 menit, dengan Palembang hanya 35 menit dan Bangka dengan Belitung sekitar 3 jam dengan kapal cepat melalui jalur laut.

Tapi kami sadar, provinsi ini tak akan maksimal menjadi destinasi pariwisata masa depan seperti harapan jika hanya didukung oleh keindahan pantainya. Keindahan tampak luar itu harus dikombinasikan lagi dengan keindahan dunia underwater. Air yang jernih dengan terumbu karang dan biota laut yang beraneka jenis, rupa dan warna. Karenanya Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB terus mencari dan mencari lokasi-lokasi yang potensial di enam kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dibangunnya Novotel dan ASTON hotel di Pulau Bangka dan beberapa hotel di Belitung sebenanrnya menjadi indikator besarnya potensi pariwisata bahari di daerah kita. Baru-baru ini, Salah satu lembaga perwalian dana pensiun dari Jepang menjajaki investasi penyediaan air minum di Kepulauan Bangka Belitung. Penyediaan itu salah satu dari persiapan menjadikan Bangka Belitung sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali di Indonesia bagi wisatawan Jepang (KOMPAS, 3 Maret 2011).

Hingga saat ini, Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB telah melakukan eksplorasi di 42 lokasi terumbu karang. Masing-masing 31 lokasi di perairan Pulau Bangka dan 11 lokasi di Pulau Belitung. Dari 31 lokasi yang terdapat di Pulau Bangka, ada satu lokasi yang sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata bahari masa depan. Pantai Rebo. Mengapa Pantai Rebo? Pantai yang telah luluh lantak oleh penambangan timah inkonvensional dan infrastruktur yang "acak kadut" karena telah berganti fungsi menjadi tempat tinggal penambang TI.

Mimpi seperti Kute Bali dan Losari Makassar

Kami menyimpulkan Pantai Rebo mempunyai potensi wisata bahari ketika melakukan ekspedisi pertama pada awal tahun 2008 ke Karang Melantut Pantai Rebo. Luas spot karang ini sekitar 27 ha. Sekitar 1,1 km dari karang melantut terdapat lagi karang kering dengan luas lebih dari 6 ha setelah dikalkulasikan dengan menggunakan GPS Garmin Colorado 400i. Lokasi ini berjarak sekitar 5 km dari Pantai Rebo. Membutuhkan waktu hanya sekitar 20 menit dari Pantai Rebo dengan menggunakan perahu nelayan. Selain itu, akses ke Pantai Rebo sangat mudah dengan kondisi jalan yang relative baik. hanya berjarak sekitar 30 km dari Pangkalpinang pusat ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan 5 km dari Kota Sungailiat.

Kondisi terumbu karangnya masih dalam kondisi baik hingga bulan Juni 2010 kami melakukan reefcheck di lokasi ini. Tutupan karang hidup sebesar 68,3% yang menunjukkan dalam kategori baik. Selain itu, di perairan sekitar karang banyak ditemui berbagai jenis ikan. Tak heran jika terdapat sekitar 300an nelayan di Pantai Rebo mulai dari nelayan utama hingga nelayan sambilan. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bangka, 2010, jumlah bagan tancap saja sebanyak 52 unit. Nelayan di lokasi ini terdiri dari nelayan jaring, nelayan pancing, nelayan bagan dan nelayan bubu. Banyaknya jenis alat tangkap yang digunakan nelayan menunjukkan besarnya potensi perikanan sekitar perairan Pantai Rebo. Hasil perkiraan nilai tangkapan perikanan nelayan Pantai Rebo (ikan, cumi, udang dan kepiting) pada tahun 2010, di dapat nilai Rp 18,25 milliar per tahun. Tak heran pengumpul ikan pun berdatangan hingga dari Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah dan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Selain itu, nelayan-nelayan sekitar Pantai Rebo pun banyak yang menangkap ikan di perairan Pantai ini seperti nelayan Teluk Uber hingga nelayan Kuala Sungailiat.

Pada akhir tahun 2010, penulis kebetulan mendapat kesempatan berkunjung ke Pantai Kute Bali dan LOSARI Makassar. Tak mustahil sebenarnya Pantai Rebo dimasa depan akan seperti Pantai Kute Bali atau Pantai LOSARI. Kedua pantai yang telah dikembangkan menjadi tempat berkumpul wisatawan. Nanti, di Pantai Rebo para wisatawan lokal, wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) menikmati keindahan Pantai Rebo yang berlatar bukit rebo menghijau, berpasir putih dan berhias bebatuan granit yang eksotis. Selain itu, bagi mereka yang ingin menikmati keindahan underwater dapat dengan mudah menuju lokasi spot terumbu karang. Para pengunjung pun akan dimanja dengan hidangan seafood yang masih segar hasil tangkapan nelayan.

Kenyataan Pahit

Minggu pagi (28/2/2011), penulis menyempatkan diri ke Pantai Rebo. Tampak 3 kapal isap dan puluhan ponton TI apung di depan pantai ini. Senyum nelayan tampak semakin meredup. "Saat siang hari, hampir seratusan TI apung baik ponton maupun perahu beroperasi di sekitar kapal isap di perairan rebo. Padahal sebelum datang kapal isap, jumlah TI Apung tak lebih dari 20 ponton dan tak ada perahu TI" kata nelayan menjelaskan. Beginilah kondisi real di pulau ini. Salah urus anugerah timah sehingga hanya menjadi kenikmatan bagi segelintir orang tapi merugikan banyak orang lain. 

Mimpi melihat Pantai Rebo seperti pantai Kute Bali atau Pantai LOSARI Makassar sepertinya semakin jauh. Semoga PT Timah Tbk bersama mitra menepati janjinya, bahwa penambangan dilakukan berjarak minimal 2 mil dari spot terumbu karang dan memperhatikan arah arus (KOMPAS, 24 Mei 2010) sehingga Karang Melantut dan Karang Kering masih dapat terselamatkan. Dan semoga, kepala daerah yang diberi amanah mengeluarkan izin untuk penambangan timah di laut lebih bijaksana agar tidak "mengobral" izin penambangan timah lepas pantai hanya untuk keuntungan segelintir orang dan dirinya sendiri. Menjadi pemimpin yang sibuk memikirkan nasib generasi berikutnya bukan posisi berikutnya. Agar tak bertambah lagi pantai rebo – pantai rebo baru di masa yang akan datang. Amin.

 

 





13 november 2010



karang bagian dangkal



melantut 2 september 2008



karang pada bagian tubir



karang kering rebo - 14 nov 2010



karang rebo - 3 juni 2010



Ikan hasil tangkapan nelayan



Ikan hasil tangkapan nelayan



Ikan hasil tangkapan nelayan



hasil tangkapan melimpah nelayan



KIP berkah alam samudera yg beroperasi di perairan antara pantai rebo dan karang melantut - 14 nov 2010



Kapal Hisap yang beroperasi di sekitar laut karang Rebo



Kapal Hisap yang beroperasi di sekitar laut karang Rebo



TI Apung yang beroperasi di sekitar laut karang Rebo



TI Apung yang beroperasi di sekitar laut karang Rebo


Written And Photographed By : Indra Ambalika Syari, S.Pi
Ketua Tim Eksplorasi Terumbu Karang UBB
Email : indra-ambalika[at]ubb.ac.id

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.