Pengabdian Mahasiswa UBB di Gorontalo

MERAWANG, UBB - Lima Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan yang telah dilaksanakan kurang lebih 1 bulan sejak tanggal 22 Juli hingga 23 Agustus 2017 di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, diterima Rektor UBB Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., dan Wakil Rektor I UBB Dr. Ir. Ismed Inonu, M.Si., diruang tamu Rektor Gedung Babel  IV Rektorat, Kampus Terpadu UBB, Senin (28/8) siang. 

Kelima Mahasiswa UBB ini merupakan perwakilan masing-masing Fakultas yang sudah melalui serangkaian seleksi yang ketat ditingkat Universitas Bangka Belitung,  untuk  mengabdikan dirinya dan berbagi bidang ilmu yang telah diterima selama di perguruan tinggi, sehingga bisa diterapkan kepada masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Mereka adalah M. Arif Hidayatullah Program Studi (Prodi) Teknik Tambang (Fakultas Teknik), M. Arinda Unigraha Prodi Manajemen Sumber Perairan (Fakultas Pertanian, Perikanana, dan Biologi), Loly Anggraini Prodi Manajemen  (Fakultas Ekonomi), Inda Ervina Prodi Ilmu Hukum (Fakultas  Hukum), serta Andika Hidayatullah Prodi Ilmu Sosiologi (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Setiap pertemuan pasti di akhiri dengan perpisahan, namun perpisahan bukanlah akhir untuk segalanya dan tak harus disesali dalam hidup ini. A‎kan tetapi jadikanlah yang berlalu sebagai pengalaman berarti untuk kita dan kenanglah selalu sebagai momen berharga. Hal ini pun berlaku bagi Mahasiswa UBB sebagai delagasi di KKN Kebangsaan 2017.

M. Arif Hidayatullah Mahasiswa KKN Kebangsaan delegasi dari UBB mewakili rekan-rekannya menceritakan kepada Rektor UBB dan Warek I UBB, saat berakhirnya masa pengabdian mereka di Gorontalo, rasa berat untuk berpisah dengan masyarakat disana, dan seolah-olah  terasa begitu singkat waktu selama 30 hari bagi mereka yang menjalaninya.

”Saat perpisahan sedih sekali untuk melepaskan kenangan itu pak, waktu pulang malah mereka nangis semua, kami itu kayak tidak tega, singkat sekali waktu selama satu bulan itu” harunya.

“Paling tidak kuat adalah ketika bersalaman dengan warga tempat kami KKN, semua warga menangis, dan kamipun sendiri ikut merasakan sedih karena dengan terpaksa harus berpisah” imbuh Inda Ervina (Fakultas  Hukum) ikut menceritakan kesannya.

Begitu pula Loly Anggraini (Fakultas Ekonomi) mengungkapkan kesannya selama disana, “suatu pengalaman hidup yang tidak bisa dilupakan, karna disitu kita banyak belajar pak, banyak pelajaran baru, baik dari kita hidup mandiri, cara makannya, beradaptasi dengan masyarakat sekitar, Karena di KKN ini lah saya merasakan pembelajaran yang sangat berarti” ungkapnya.

Kegiatan KKN Kebangsaan ini selain implementasi dari tri dharma perguruan tinggi (pengabdian pada masyarakat), mereka juga memiliki misi khusus untuk merajut persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KKN Kebangsaan menjadi program nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, jiwa kebangsaan, dan patriotisme mahasiswa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Sebanyak 420 mahasiswa terbaik dengan latar belakang keilmuan, suku bangsa dan budaya berbeda yang berasal dari 53 Perguruan Tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia, serta 2 perguruan tinggi dari luar negeri (Malaysia dan Jepang) berbaur menjadi satu untuk mengikuti KKN Kebangsaan 2017.

Peserta KKN Kebangsaan ini diharapkan `dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat sekitar, serta menanamkan kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan kemampuan menyelesaikan masalah ‘problem solving’ bagi para peserta KKN di desa yang akan mereka bina. Selain itu, teknologi dan inovasi karya perguruan tinggi dapat diterapkan oleh mahasiswa peserta KKN Kebangsaan untuk kemajuan  masyarakat di Bone Bolango, Gorontalo khususnya.

Dikesempatan itu juga, Rektor UBB Muh Yusuf mendengarkan secara langsung dari mahasiswa UBB delegasi di KKN Kebangsaan selama pengabdian mereka di sana. Mereka silih berganti bercerita selama suka duka di Gorontalo, serta menjelaskan program-program apa saja yang sudah dicapai untuk masyarakat setempat, hal ini pun sejalan dengan pelaksanaan pembangunan dan pencapaian program ungulan desa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dimasing-masing desa.

Diakhir pertemuan Rektor mengapresiasi keberhasilan program yang telah dijalani Mahasiswa UBB sebagai delagasi di KKN Kebangsaan 2017, “Saya kira ini pengalaman yang sangat berharga, menjadi pemicu dan semangat buat adek-adek kedepannya” ungkapnya.

Dengan pelaksanaan program KKN Kebangsaan ini, selain meningkatkan tali persaudaraan antar mahasiswa Indonesia, kegiatan ini juga meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi Mahasiswa, mengembangkan sifat kepemiminan mahasiswa, penanaman jiwa dan nilai-nilai kebersamaan, kemandirian, etos kerja, dan tanggung jawab, dan terlebih lagi untuk menumbuhkan motivasi masyarakat desa sekitar, sehingga Indonesia semakin siap menghadapi tantangan-tantangan global kedepannya. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.