Prof Agus Hartoko: Bangka Belitung Ini Kaya Komoditas Ekonomi Tinggi!

MENERIMA BUKU --  Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Warek II UBB) menerima dua buku karya penulisnya, H Ramli Sutanegara, seorang pengusaha yang adalah juga  pemerhati budaya. Dalam kesempatan ini Prof Agus Hartoko memaparkan  sejumlah komoditi yang jamak ditemui  di Bangka Belitung yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

PANGKALPINANG, UBB --    Di luar timah dan lada,  Bangka Belitung sebenarnya punya komoditas andalan  yang dapat meningkatan pendapatan masyarakat di daerah ini.

Meski begitu, sayangnya, banyak yang belum mengetahui.  Kalaupun tahu,  sejauh ini belum dikelola secara maksimal.

“Bangka Belitung  ini  kaya akan  hasil laut dan tanaman bernilai ekonomi tinggi!,” tukas Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc,  Senin (14/08/2017) siang.

Sedikit contoh, lanjut guru besar di bidang kelautan dan perikanan ini  adalah  teripang, tanaman mangrove, cangkang rajungan, isi perut ikan ‘gerot-gerot’, dan buah keramunting (seduduk).

“Makanan nomor satu di Singapura, Taiwan, Hongkong dan Malaysia itu adalah  teripang.   Ironinya    itu berasal dari Bangka Belitung!,” ujar Agus Hartoko, Wakil Rektor II UBB. 

Hal itu ia kemukakan usai menerima buku berjudul ‘Meniti Buih Menyibak Kabut’ dan ‘Korupsi Sampai Mati: Ketika Korupsi Menjadi Tradisi’,  dari penulisnya, H Ramli Sutanegara,  di Resto Barley-Pangkalpinang.

Menurut Ramli Sutanegara,   semua temuan Universitas Bangka Belitung (UBB) tersebut  perlu diketahui Gubernur Babel,  kemudian ditindaklanjuti dengan instansi terkait sehingga  menjadi sumber ekonomi baru  masyarakat.

“Saya melihat UBB belakangan ini hebat.  Banyak terobosan dan prestasi  dilakukan UBB.  Temuan baru untuk meningkatkan ekonomi rakyat itu perlu dibicarakan kepada gubernur,” tukas Ramli.

Agus Hartoko menjelaskaskan, Teripang disukai karena mengandung kondroitin; pelumas antartulang. Harga jualnya tergolong mahal.  Harga satu kilogram Teripang Emas mencapai Rp 4 juta.

“Kini ada kondroitin Teripang berbentuk kapsul.  Sedangkan biaya sekali suntik kondroitin untuk menjaga kesihatan mencapai Rp 5 juta!,” terang Agus Hartoko. 

Tanaman Mangrove yang jamak ditemui di sepanjang pantai dan sungai pun bisa ‘mencetak’ uang dalam jumlah besar.

Menurut Agus Hartoko, banyak produk yang bisa dihasilkan dari tanaman Mangrove.  Mulai dari kayu hingga buah Mangrove.

“Dari buah tanaman Pidada, atau bahasa lokalnya Prepat,  bisa dihasilkan sirop.  Kaya vitamin C dan antioksidan; anti kangker.  Sirop Mangrove itu  sudah dibuat oleh mahasiswa KKN UBB di Tukak, Bangka Selatan. Teknik pembuatannya telah disebarkan ke masyarakat, ” ujar Agus Hartoko.

Kecuali itu, semua bagian dari tanaman bakau (Mangrove) --  apakah itu daun, buah,  batang, dan akar --  bisa menghasilkan pewarna alami.  Uniknya, warna dari tiap bagian bakau berbeda.  Warna alami yang dihasilkan tidak luntur.

“Pembuatan pewarna alami itu sudah dipraktikkan di Bangka Selatan,” jelas Agus Hartoko, menambahkan Dr Ir Delianis Pranggenies MSc  adalah tutor pembuatan pewarna alami tersebut.

 Tak kurang menggiurkan adalah kulit (cangkang) rajungan. Banyak ditemukan, malah sebagai  limbah dan dibuang di sembarang tempat.

“Bila diolah bisa menjadi ‘chitosan’;  antibakteri bernilai ekonomi sangat tinggi. Manfaat chitosan banyak, mulai dari dunia kesehatan, industri, pengawetan hingga kosmetika.  Harga bahan kimia alami ini mencapai Rp 1 juta per kilo,” ujar Agus Hartoko.

Sebagai zat anti bakteri, chitosan sangat manjur sebagai pengawet alami untuk semua jenis makanan seperti bakso, tekwan, ikan, cabai dan lain-lain.

Di Amerika Serikat, pakaian tentara Paman Sam itu menggunakan chitosan sehingga tak perlu  dicuci berminggu-minggu.

Buku karya H Ramli Sutanegara

Bila chitosan dikonsumsi,  tidak membahayakan kesihatan tubuh. Justeru banyak faedah yang diperoleh, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi kolesterol jahat dan berat badan, mengurangi beban kerja liver, cepat menyembuhkan luka dan kerusakan tulang.

Laut Bangka Belitung dinilai Agus Hartoko kaya dengan hasil laut bernilai ekonomi tinggi.  Isi atau gelembung Ikan Gerot Gerot yang dikeringkan misalnya, harganya Rp 15 juta per kilo.

“Mahal karena kaya dengan  kolagen.  Gelembung ikan ini dicari. Kalau ada dalam jumlah banyak, kapal dari Malaysia dan Singapura akan datang untuk membelinya,” tukas Agus Hartoko.

 Bukan itu saja. Buah tanaman keduduk atau keramunting pun mengandung khasiat yang luar biasa. Antara lain anti kangker. 

“Agar jelas, kami akan mencek kandungan buah Keramunting di laboratorium di Bogor,” tukas Agus Hartoko.

Keduduk atau Keramunting mudah hidup dan banyak ditemui di Pantai Timur Bangka, seperti Tuing.

“Kami, UBB, telah menanam Keramunting di sekitar kampus terpadu.  Sudah kami buat selai, dan sedang membina masyarakat membuat selai Keramunting,” ulas Agus Hartoko.

UBB menurut Agus Hartoko, telah mengolah Jeruk Kunci menjadi minuman khas UBB yang dikemas dalam ‘cup’ (gelas kecil).

“Tanggal 17 Agustus, HUT ke 72 Kemerdekaan RI, UBB akan meluncurkan minuman resmi UBB yaitu minuman Jeruk Kunci.  Kami berharap nantinya akan menjadi minuman resmi Bangka Belitung!,” tegas Agus Hartoko (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.