Rampung Pemasang Server Instalasi PPIDS UBB

RAMPUNG - Petugas  melakukan instalasi server PPIDS UBB. Rabu (23/08/2017)  siang, seluruh pemasangan alat  telah rampung dikerjakan. Pekan depan BIG akan memasang aplikasi Palapa versi 3 untuk  menggenapkan  secara penuh  operasi instalasi PPIDS UBB tersebut.

MERAWANG, UBB --  Pemasangan 16 item peralatan PPIDS (Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial) UBB  sudah rampung dikerjakan tim teknis Badan Informasi Geospasial (BIG),  Rabu (23/08/2017) petang.  Namun  sistem  itu akan beroperasi sempurna setelah pemasangan aplikasi Palapa versi 3 yang dijadwalkan 30 Agustus ini

“Rabu siang server PPIDS UBB sudah berfungsi baik,  namun selama aplikasi Palapa versi 3 belum terpasang  maka  sistem itu belum dapat melakukan komunikasi atau pertukaran data keruangan dengan BIG di Jakarta,” ujar Teguh Mulyadi,  Pengawas Pembangunan PPIDS BIG, Rabu petang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Selasa (22/08/2017) siang merupakan hari   bersejarah bagi Universitas Bangka Belitung (UBB) .  Pasalnya 16 item peralatan penting untuk mendukung  operasional PPIDS (Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial) UBB tiba di  Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang.

Peralatan itu -- antara lain berupa  dua unit  server, AC, storage  dan  UPS,   dengan kapasitas data satelit 24.000  Giga byte (Gb) --  merupakan    bagian penting  dari  keseriusan  pemerintah dalam  membuat peta informasi geospasial tematik (IGT),  guna mendukung Kebijakan Satu Peta (KSP) Indonesia.

“Dengan tiba dan dipasangnya ke 16 item peralatan itu,  maka tahun ini  PPIDS (Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial) UBB, yang merupakan perpanjangan tangan BIG (Badan Informasi Geospasial),  sudah bisa menghasilkan data base spasial, data satelit dan vektor.  Ini merupakan lompatan milenial bagi UBB! ,” ujar Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Warek II UBB), Selasa siang.

Menurut Teguh,  pemasangan aplikasi Palapa versi 3 nanti  mengenapi peran dan fungsi PPIDS UBB yang antara lain membina  Pemprov Bangaka Belitung, pemerintah kabupaten dan kota dalam hal data keruangan.

“Sebab seluruh perencanaan pembangunan,  harus  mendasarkan   kepada data spasial yang tepat dan akurat, sesuai dengan standar Badan Informasi Geospasial,”  tukas Teguh yang  bertugas mengawasi  proses pemasangan instalasi  PPIDS UBB  bersama lima pegawai BIG.

Data spasial berupa Peta Rupa Bumi BIG,  lanjut Teguh,  menjadi acuan segala  bentuk pembangunan.  Akan tetapi menyusul adanya PPIDS UBB, maka pemrov, pemkab dan pemkot untuk tahap awal dapat  berkonsultasi bengan lembaga baru di UBB (PPIDS) itu.

“Tugas utama BIG menyediakan data dasar berupa Peta Rupa Bumi. Data dasar itu menjadi referensi seluruh data spasial mana pun.  Dari Peta Rupa Bumi diturunkan ke peta  tematik lainnya,” ujar Teguh.

Ia mencontohkan untuk membuat RTRW, pemerintah daerah sebelum ada PPIDS harus sekian kali konsultasi ke BIG,  maka dengan adanya PPIDS UBB cukup konsultasi ke PPIDS UBB.  Terakhir baru ke BIG.

“Tahap awal memang konsultasi ke PPIDS, sehingga biaya mengurus RTRW tidak perlu banyak keluar.  PPIDS  pun bisa menjadi supervisor data keruangan untuk pemprov, pemkab dan kota,” terag Teguh, menambahkan jangka panjang PPIDS berfungsi sebagai media uji kompetensi tentang informasi geospasial seperti surveyor dan penginderaan jarak jauh (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.