Rilis Website Wisata, Mahasiswa KKN UBB Buru Foto Sunset dan Sunrise

PEMBURU FOTO --  Untuk melengkapi ‘content’ (isi) website wisata Jelitik, 44 mahasiswa KKN UBB terjun ke beberapa pantai dan memburu foto ‘sunset’ dan ‘sunrise’. Dua pekan ini sudah terkumpul ratusan foto.  Satu di antaranya adalah foto fenomena alam  di atas. 

RAMBAK, UBB --  44 mahasiswa UBB yang kini Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dalam kawasan wisata Jelitik, Sungailiat,  dua pekan ini ‘berburu’ foto ‘sunset’ (matahari terbenam) dan ‘sunrise’ (matahari terbit) di sepanjang Pantai Rambak, Teluk Uber, Tanjung Pesona dan Tikus Emas.

Sejauh ini,  sudah terkoleksi ratusan foto tentang objek wisata tersebut.   Parade foto itu nantinya akan ditampilkan di dalam website wisata Jelitik yang  kini sedang ‘dibangun’ para mahasiswa KKN UBB.  Diharapkan website khusus wisata Jelitik itu mampu menarik pengunjung dan wisatawan lebih banyak lagi.

Ghiri Basuki, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)  KKN UBB Angkatan ke 12 di Jelitik,  Kamis (03/08/2017) siang, menyatakan bahwa website itu akan menjadi pusat informasi lengkap tentang objek,  jasa dan akomodasi wisata di seputar kawasan wisata Jelitik.

“Mahasiswa KKN UBB dua pekan ini sibuk mengabadikan keindahan alam itu.  Tujuannya  untuk melengkapi basis data pembuatan  peta wisata.  Mereka juga akan  membuat profil pantai,  sehingga calon pengunjung dan wisatawan memperoleh informasi dan  referensi mereka lengkap  sebelum mengunjungi objek wisata tersebut,” ujar Ghiri Basuki.

Untuk memperoleh kualitas foto ‘sunset’ dan ‘sunrise’ yang prima,  menurut Ghiri 44 mahasiswa bimbingannya dibagi menjadi empat kelompok.  Hal ini disesuaikan dengan empat pantai yang ada di kawasan wisata Jelitik.  Masing-masing kelompok beranggotakan 11 mahasiswa.

Banyak suka-duka yang dialami para mahasiswa  ‘pemburu’ foto ‘sunset’ dan ‘sunrise’. Di antaranya  harus lebih pagi bangun dan langsung menuju pantai untuk mendapatkan foto ‘sunrise’ terbaik.  Bahkan, beberapa mahasiswa ‘nekad’ naik ke puncak batu granit yang ada untuk mendapatkan ‘spot’ (posisi) dan ‘sudut’ terbaik.

“Kalau untuk foto ‘sunset’ tidak begitu banyak tantangan,  sebab fenomena alam itu terjadi pada sore hari.  Mahasiswa pemburu foto pun bisa santai; tidak perlu terburu-buru ke pantai,” tukas Ghiri, dosen Teknik Elektro UBB ini.

Meski menggunakan alat rekam foto sederhana, seperti ‘smartphone’, sejauh ini kualitas gambar yang didapat dinilai sudah cukup prima dan  ‘eye catching’ (menarik mata).  Untuk sementara waktu, koleksi foto yang telah didapat mereka ‘upload’ ke instagram dengan alamat kkn_rambakubb.

“Ini mereka lakukan sementara waktu;  menunggu website wisata Jelitik selesai dikerjakan.  Begitu website rampung, semua foto dan data lainnya segera   dimasukkan ke dalam website itu,” ujar Ghiri.

Website wisata Jelitik itu nantinya akan diserahkan kepada Kelurahan Jelitik di masa akhir KKN UBB: sekitar 20 Agustus.  Tapi  sebelumnya,  mahasiswa KKN UBB  akan terlebih dahulu melatih staf kelurahan terkait teknis  mengisi ‘content’ dan mengoperasikan website tersebut.

“Selain membuat peta wisata, kami --  mahasiswa KKN UBB  -- menggelar sosialisasi bagaimana mengenal tipikal wisatawan dan pengunjung, dan teknik mempromosikan destinasi dan  wisata.  Sebagai pemateri atau pembicara,  kami mengundang Bapak Eddy Jajang J Atmaja,” tukas Ghiri.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN UBB yang ‘terjun’ sebagai pemburu foto ‘sunset’ dan ‘sunrise’ itu di antaranya adalah Haryanto, Liza, Profitri, Harifizzumar (Teknik Elekto),  Padri (Teknik Tambang), Agus Susanti, Nur Azizah, Eriza (Agribisnis), Harunia, Shidye (Sosiologi), Doni, Desya Marsela (Manajemen),  Teguh, Fauzan Akbar, Sukma, Rina, Nur Aini (Ilmu Hukum),  Juwita dan  Heni (Akutansi). (Eddy Jajang Jaya Atmaja

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.