Salam 3T Kata Sandi Petuah UBB

MERAWANG, UBB -- Perkemahan Sabtu Ahad atau yang disingkat dengan “PETUAH” Tahun 2017, yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB) merupakan salah satu rangkaian proses pendidikan dalam pembentukan karakter kepada Mahasiswa Baru (Maba) yang Bermental, Bermoral dan Berintelektual, bertempat di Kampus Terpadu UBB, Desa Balunijuk, Sabtu 23/9/2017.

Pendidikan karakter (Pendikar) melalui Perkemahan Sabtu Ahad, merupakan gagasan Wakil Rektor III UBB Fadillah Sobri ST MT, sebagai upaya untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter Mahasiswa UBB secara utuh, terpadu dan seimbang. 

Perencanaan dan persiapan pelaksanaan kegiatan Petuah, dirancang dan dikemes sedemikian rupa yang melibatkan seluruh elemen yang ada dilingkungan Kampus Terpadu UBB. Tak luput juga dari  kesiapan sarana, sumber daya manusia, akomodasi, tim medis, keamanan dan kebersihan menjadi perhatian penting untuk kesuksesan kegiatan Petuah ini.

Kegiatan Petuah yang berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai tanggal 23 dan 24 September 2017, diikuti sebanyak 1.172 peserta yang berasal dari Maba UBB Tahun Akademik 2017/2018. Mereka dibagi dalam 3 (tiga) kelompok yakni, kelompok mental, kelompok moral, dan kelompok intelektual, dan terbagi dari beberapa regu yang beranggotakan 17-18 untuk mahasiswa, dan 22-23 untuk mahasiswi. 

Terpantau dilapangan, hari pertama pelaksanaan kegiatan sabtu (23/9) pagi, para peserta petuah telah mempersiapkan dan membawa perlengkapan pribadi maupun perlengkapan masing-masing kelompok sesuai arahan panitia. Sebelum pendirian tenda, paserta petuah disiapkan untuk melaksanakan upacara pembukaan dan berbaris berdasarkan masing-masing Fakultas. Dilanjutkan dengan pemisahan kelompok serta pendirian tenda.

Sebelum pelaksanaan upacara pembukaan Petuah UBB 2017, Fadillah Sobri menyampaikan dihadapan seluruh peserta Petuah, agar seluruh peserta dan panitia mengingat kata sandi dikegiatan Petuah yaitu Salam 3T (terukur, terencana, dan terlaksana). Kata sandi ini merupakan kata kunci disetiap rangkaian kegiatan petuah dan memastikan tidak ada penyusup atau pihak luar yang ingin melakukan hal-hal yang tidak diharapkan. 

“Jadi yang tidak tahu sandi itu, ketika anda bertemu dengan seseorang, berarti ia bukan kaum kita, bukan dari anggota kita, berarti ia orang luar dari kampus kita”, ingat Fadillah Sobri selaku Wakil Rektor III UBB dan Penggagas kegiatan Petuah 2017.

Pendirian tenda peserta laki-laki dengan tenda peserta perempuan terpisah, serta masing-masing tenda didampingi oleh dosen dan kakak pendamping (Mahasiswa senior) sesuai dengan jenis kelaminnya. Lokasi tenda peserta laki-laki ditempatkan diseputaran lapangan terbuka perencanaan pembangunan gedung Rektorat UBB, dan tenda perempuan diseputaran halaman parkir Fakultas Ekonomi (FE) UBB. 

Dipendirian tenda masing-masing kelompok sudah dibagikan berdasarkan nomor kaplingan. Para peserta bergegas untuk mendirikan tenda yang hanya diberi waktu oleh panitia selama 2 jam sesuai dengan random acara, tampak peserta kelompok laki-laki dan kelompok perempuan yang sudah terbiasa dengan kegiatan kepramukaan sangat cekatan dalam tali menali dan teknik pendirian tenda. Mereka disibukkan dengan aktifitas kelompok masing-masing sesuai dengan tugas yang dikomandokan ketua kelompoknya. 

Kegiatan Petuah ini, menuntut kedisiplinan seluruh peserta dan panitia agar tidak molor dalam setiap pelaksanaan kegiatannya, yang tertuang dalam kata sandi 3T (terencana, terukur dan terlansana), sehingga setiap teknis kegiatan agar sesuai dengan arahan dan output yang diinginkan.

Selanjutnya dihari pertama pendidikan karakter Petuah, UBB menghadirkan para narasumber dari  Markas Komando Resor Militer (Makorem) 045 Garuda Jaya, dan Kepolisi Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung, serta dari Majlis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pentingnya mengenali dan memahami landasan ideologi bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini mulai luntur dan cenderung pada arah yang tidak sesuai dengan ideologi yang telah digagas oleh pendiri bangsa.

Dalam materinya, Mayor Arh Tiyoso Yosaya mengajak kepada seluruh peserta memahami hakikat karakter, “karakter merupakan watak seseorang dan merupakan sifat batin yang mempengaruh pikiran, tingkah laku dan ucapan, yang bersumber baik dari diri sendiri, lingkungan, keturunan, daerah dan sebagainya”, tegasnya.

Ia juga bemberi contoh perubahan karakter seseorang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi seperti penggunaan handphone, internet, Televisi dan lain sebagainya. Melalui Petuah ini, Tiyoso mengajak peserta untuk memperbaiki watak yang kurang baik, dan mengisi segala aktifitas yang bermanfaat, saling menghargai, toleransi, serta taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. 

Hal senada disampaikan Perwira Polisi Menengah Kompol M Nanggala SIK MH selaku Kasubdit Binpotmas di Binmas Polda Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), yang mengangkat materi “Membangun Wawasan Kebangsaan Indonesia”. Ia mengungkapkan untuk membangun suatu karakter harus ada kesamaan, yakni dengan menanamkan nilai-nilai berdasarkan budaya bangsa Indonesia. “Karakter yang harus kita bangun harus ada kesamaan, dalam artian harus ada dasar”, Ungkapnya.

Dihari yang sama, setelah sholat magrib peserta Pendikar Petuah UBB kembali dibekali dan disugukan materi keagamaan dengan tema “cara mudah dan benar dalam berislam”, yang disampaikan oleh Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hadits dan Ilmu Hadits Haris Susanto Lc MA. Menurutnya sesungguhnya penerapan Pendidikan karakter yang terbaik adalah dengan mengikuti Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW. 

Kegiatan ini juga diisi dengan nonton bareng dengan memutar film sejarah bangsa terhadap perjuangan para pahlawanan yang mengkat kisah perjuangan ‘Jendral Sudirman’, dan diakhir pemutaran film tiap-tiap kelompok peserta untuk membuat sinopsis palin sedikit satu halaman polio dan dikumpulkan kepada panitia Petuah UBB. 

Melalui kegiatan Pendikar Petuah UBB 2017 ini, merupakan sarana dan upaya untuk menginformasikan serta menginggatkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa, khususnya mahasiswa baru, untuk mencetak insan-insan akademis, yang berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tinggi, guna terciptanya kesamaan persepsi untuk dijadikan sebagai dasar dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, Salam 3T. (Ags/Humas)

 

 

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.