Sensasi Batu Super Unik, Batu Belimbing di Parit Tiga Bangka Barat

Ga Nyangka ada batu super unik di pulau Bangka. Saking uniknya, batu ini bisa jadi membuat pengunjung terpana sambil bergumam, “wow. “

Bisa jadi awalnya tak begitu banyak orang kenal keunikan batu ini, namun kini perlahan ramai orang berkunjung dengan tak hentinya berdecak kagum.

Inilah Batu Belimbing-sebutan orang lokal untuk formasi batuan yang ada di dusun Jebu Laut desa Kelabat Kecamatan Parit Tiga Kabupaten Bangka Barat.

Formasi batuannya beragam, ada yang besar dan ada pula yang kecil. Batu terbesar seperti dinding rumah tiga lantai dengan lebar penampang sekitar belasan meter.  

Batu terbesar inilah yang memberi warna kontras bagi lingkungan sekitar. Diantara rimbun pepohonan sawit, ia menjulang tinggi bewarna abu-abu muda khas warna granit di Bangka pada umumnya.

Selain tinggi menjulang, keunikan utamanya adalah adanya ratusan kontur alur alami vertikal setinggi batu dimaksud. Sehingga membuatnya tampak seperti buah belimbing didirikan.

Alur ini seolah-olah dicetak saking simetrisnya. Ia berpola seperti riak gelombang berkejar-kejaran di dinding. Sehingga wajar bila dinamakan batu Belimbing. Tapi kali ini ia adalah belimbing yang amat besar.

Keberadaan batu ini sangat mencolok. Letaknya yang berada di hutan dataran rendah dengan tanaman perdu, membuatnya seolah tinggi sendiri. Meskipun bisa jadi pemandangan ini tak bertahan lama.

Pasalnya ketika ratusan pohon sawit itu mulai tumbuh besar dan menjulang, bisa jadi batu Belimbing akan terlingkupi dan tak bisa dilihat dari jalan raya.

Maklum, batu Belimbing berada di dalam areal kebun kelapa sawit. Saat ini, ratusan pohon Sawit itu masih setinggi orang dewasa.

Selain didominasi oleh formasi bebatuan beralur seperti buah Belimbing pada segala sisinya. Kawasan ini juga punya “Batu Melayang.”

Yah, jika dilihat sekilas, batu selebar tiga kali orang dewasa ini memang tampak seolah melayang di udara. Terkadang juga, batu bundar dan mendatar pada sisinya ini tampak seolah ingin lepas landas.

Pasalnya batu besar ini hanya “berpijak” pada sudut kecil diatas batu lain sebagai alasnya. Alas batu ini laksana tumpuan penyeimbang bagi batu melayang dimaksud. Alhasil batu ini tampak berdiri rapuh.

Pengunjung dapat berfoto di sisi batu ini, sambil seolah-olah menahan sang batu atau seperti adegan menahan berat batu. Asik bukan?

Jika pengunjung senang berpetualang, mereka dapat mengelilingi sisi kawasan ini. Sebab ada banyak spot-spot unik yang bakal ditemui. Atau titik lainnya untuk ambil gambar baik dengan gawai atau kamera DSLR.

Berkunjung ke kawasan ini diperlukan waktu sekitar 20 menit dari kota Parit Tiga. Jika dihitung dari Kota Pangkalpinang, pengunjung harus menempuh sekitar dua jam perjalanan dengan roda empat ke kota Parit Tiga. Jadi total perjalanan sekitar dua jam dua puluh menit dengan berkendara.

Disarankan membawa minuman sendiri ke lokasi dimaksud, karena belum adanya fasilitas penunjang wisata. Jalan menuju ke lokasi pun masih berupa tanah berpasir cukup untuk satu mobil saja. Maklum, lokasi batu Belimbing berada di kawasan perkebunan Kelapa Sawit milik pribadi.

Bagaimanapun, berkunjung ke batu Belimbing patut dicoba, terlebih bagi anda yang mendamba perjalanan wisata. Atau sebagai alternatif wisata akhir pekan, melepas jenuh bekerja sambil bersama teman ditingkahi semangat, “My Trip My Adventure” itu dengan versi anda sendiri tentunya. (Iksan/Blogger).

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.