Tanami Tanaman Hias, Mahasiswa KKN UBB Percantik Jalan Raya Balunijuk

KIAN CANTIK --  Jalan Raya Balunijuk, Merawang-Bangka, kini semakin cantik dan indah setelah ditanami berbagai tanaman hias oleh mahasiswa KKN UBB dan masyarakat. Tampak dalam gambar, mahasiswa UBB mendorong ‘arko’ berisi tanaman hias untuk segera di tanam di antara pembatas Jalan Raya Balunijuk, Jumat (04/08/2017) siang.

MERAWANG, UBB --   Ada pemandangan berbeda di jalan pintu masuk Kampus Universitas Bangka Belitung (UBB), Jumat (04/08/2017) siang.  Sekelompok mahasiswa  yang berbaur dengan masyarakat samasekali  tak menggubris panas terik menyengat.  Mereka terus saja menanam belbagai jenis tanaman hias  di sepanjang pembatas jalan; sejauh 500 meter.

“Memang panas mentari menyengat kulit.   Tapi kami tidak pedulikan betul, sebab  penanaman tanam hias ini sudah terjadwal,   dan bagian dari sejumlah program KKN UBB Angkatan ke 12 di Desa Balunijuk, Merawang!,” tukas  Janovan, Ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN) UBB di Desa Balunijuk, Merawang, Jumat (04/08/2017) siang.

Siang itu 38 mahasiswa KKN UBB lebur dengan masyarakat Balunijuk yang dipimpin Kepala Desa Rully dan  Sekdes Nazar.  Mereka bahu-membahu menanam berbagai tanaman hias dari ‘polybag’ ke lubang tanam di  tengah pembatas jalan.

“Ada enam jenis tanaman hias yang kami tanam.   Antara lain kembang teh, lidah mertua, adam-hawa, dan pinokio.  Tanaman ini sebagian kami peroleh dari warga Balunijuk sendiri, dan  sebagian  lainnya  kami beli dari ‘nursery’,” tukas Janovan, yang adalah juga mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fisip UBB.

Penanam tanaman hias di sepanjang pembatas jalan Balunijuk, menarik perhatian warga dan mahasiswa yang melewati Jalan Raya Balunijuk.   Selain dilakukan saat  tengah hari dan  terik matahari menyengat,  pembatas  Jalan Raya Balunijuk yang semula ditumbuhi rumput,  kemarin berubah menjadi ‘parade’ berbagai jenis  tanaman hias.

Mahasiswa KKN UBB di Desa Balunijuk menyadari bahwa musim kemarau saat ini akan menyebabkan tanaman hias yang sudah mereka tanam kering dan mati.  Mengantisipasi hal itu, menurut Janovan mereka sudah membentuk tim penyiram tanaman hias.

“Menggunakan tanki yang diletakkan di atas mobil ‘pick-up’,  tim mahasiswa KKN UBB dan warga setempat akan menyiram tanaman hias kami.  Penyiraman itu setiap hari  dilakukan sebanyak dua kali.  Jadwalnya  pagi hari sekitar pukul 7 dan sore hari sekitar pukul 17,” ujar Janovan.

Sementara itu, di tempat terpisah  Tia Zalpiani ---  yang dipercaya sebagai penanggungjawab program penanaman tanaman hias -- mengemukakan  ide awal penamanam tanaman hias itu berasal dari keinginan mahasiswa agar Jalan Raya Balunijuk  bersih, indah dan asri.

“Meskipun jalan raya, kami menginginkan tercipta suasana sejuk dan hijau.  Apalagi  semua orang sudah mengenal  Balunijuk  adalah salah satu  desa sentra produksi sayur di Pulau Bangka,” tukas Tia Zalpiani, mahasiswa  Fakultas Ekonomi UBB.

Penanaman tanaman hias di sepanjang pembatas Jalan Raya Balunijuk mendapat dukungan penuh dari warga dan pemdes setempat.  Terbukti, warga tidak hanya memberi tanaman hias milik mereka saja. Melainkan turun ikut menanam dan meminjamkan sejumlah peralatan untuk menyiram.

“Mulai dari mobil ‘pick-up’, tanki, mesin pompa air  hingga  selang untuk menyiram tanaman hias, itu semua berasal dari warga Balunijuk. Mereka mendukung semua  program yang dirancang mahasiswa  KKN UBB, karena akan memperindah  Balunijuk,” tukas Janovan.     

Menurut Janovan yang adalah  juga Ketua BEM Fisip UBB,  Tia Zalpani punya andil besar dalam mengkonretkan penanaman tanaman hias di pembatas  Jalan Raya Balunijuk.

“Jauh hari Tia sudah mendesain, mengukur jalan dan menghitung jumlah tanaman hias yang diperlukan.  Tia juga mengkordinir program  ini,” terang Janovan.

KKN mahasiswa UBB di Balunijuk telah berlangsung selama dua pekan.   Sesuai aturan yang ditetapkan UBB,   KKN  akan berlangsung  selama 35 hari,  terhitung sejak mereka diserahkan dan diterima oleh Bupati Bangka  pada tanggal 18 Juli.

Pada KKN Angkatan ke 12 ini ubb  menempatkan 38 mahasiswa di Balunijuk.  Mereka di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr Eries, Dr  Ismet Inonu dan  Ratna.

Di Balunijuk mahasiswa KKN UBB sudah menyusun sejumlah program.  Di antaranya pembuatan lahan percontohan sawah, sosialisasi teknik pengolahan dan perbaikan lahan, diskusi perawatan tanaman sayur-mayur, dan   pendampingan pendidikan di TK, SD dan TPA.

“Kami juga melaksanakan KKN Revolusi Mental, dengan program di antaranya ‘Indonesia Bersih’, “Indonesia Melayani’, dan  ‘Indonesia Mandiri’,” ujar Janovan (Eddy Jajang Jaya Atmaja).

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.