Teknologi Akuaponik Disambut Antusias Warga Manggar

TINJAU AKUAPONIK – Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (tengah) meninjau teknologi akuaponik yang disosialisasi mahasiswa KKN UBB di Desa Manggar.  Tampak dalam gambar, rektor didampingi Ketua DPL KKN Beltim  Irma Akhirianti  tokoh masyarakat Desa Baru dan mahasiswa KKN UBB.

MANGGAR, UBB --   Ingin bercocok tanam,  tapi tinggal di perkotaan. Bisa tidak ya?  Jawabannya bisa!  Tapi bukan bercocok tanam konvensional,   melainkan secara akuaponik.

Teknologi akuaponik sudah lama populer.  Terutama bagi warga yang tinggal di kota-kota besar.  Namun untuk Kota Manggar dan sekitarnya, nama akuaponik masih asing; belum banyak dikenal.

Untuk itu 24 mahasiswa UBB yang melaksanakan KKN di Manggar, Jumat lalu,  mengenalkan teknologi akuaponik kepada warga di Desa Baru, Manggar, Belitung Timur  (Beltim).

Animo warga  setempat untuk mengetahui teknologi seluk-beluk akuaponik tergolong  tinggi.   Terbukti,  dalam acara yang dihadiri seluruh kepala dusun (kadus  dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UBB, Irma Akhrianti itu, hadir perwakilan dari setiap dusun yang ada di  Desa Baru.

“Sosialisasi akuaponik sengaja kami gelar di ruangan, agar unit contoh akuaponik yang dibangun oleh mahasiswa KKN UBB,  dapat langsung dilihat  warga.  Dialog dengan pun  warga berjalan lancar, ” ujar Irma Akhirianti, Selasa (22/08/2017).

Sementara itu Ketua KKN UBB Beltim Anugrah Tawakal menjelaskan,  sosialisasi akuaponik ini merupakan salah satu dari sekian program kerja  KKN  untuk memperkenalkan teknologi budidaya tanaman dan ikan dalam sistem terpadu untuk masyarakat di perkotaan.

“Kami sengaja mengundang Bapak Andi Gustomi SPi MSi, dosen  dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, sebagai narasumber. Beliau dapat menjelaskan teknis akuaponik ini secara gamblang, sehingga  dalam waktu singkat dapat dipraktikan warga, “ ujar Anugrah.

Dalam paparannya, Andi Gustomi mengemukakan teknologi akuaponik merupakan  inovasi baru. Teknologi ini dapat digunakan oleh  warga perkotaan yang miliki halaman sempit, tetapi dapat memanen ikan dan sayuran.

“Teknologi akuaponik ini mengkombinakasikan kegiatan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu sistem.  Kotoran ikan dan sisa pakan yang tidak termakan oleh ikan, dialirkan ke tanaman sebagai sumber unsur hara,” terang Andi.

“Dengan demikian, sehingga kita tidak perlu lagi menambahkan pupuk layaknya tanaman yang biasa ditanam pada media tanah biasa,” sambung Andi.

Sosialisasi akuaponik mendapat tanggapan positif dari warga setempat, sebagaimana disampaikan Kepala Dusun (Kadus) Assalam, Rusli, yang mewakili perangkat Desa Baru.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan mahasiswa KKN UBB ini. Sebelum ini, terus terang,  kami  mengetahui akuaponik dari tevelisi.  Tapi sekarang bisa melihat langsung cara pembuatanya.  Alhamdulillah ternyata tidak sulit untuk dipraktikkan,” tukas  Rusli.

Sementara Irma Akhrianti, selaku DPL, menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong warga dalam bembentuk usaha mandiri di tengah sempitnya lahan perkotaan.

“Nah, salah satu yang bisa kami tawarkan melaluio mahasiswa KKN UBB yaitu teknologi akuaponik,” ujar Irma, menambahkan banyak program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN UBB di Beltim.  Antara lain  trauma healing (menghilangkan trauma warga korban banjir), membersihkan sampah bekas banjir, dan pengenalan teknologi terapan (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.