Terumbu Karang (Coral Reef) Tanjung Sangkar

Vegetasi yang dijumpai adalah lamun yang didominasi oleh enhalis acoroides. Setelah itu akan dijumpai vegetasi alga yang tumbuh cukup luas hingga hampir ke arah tubir. Makroalga yang ditemui sebagaian besar adalah jamur laut (Padina), Sargassum dan Turbinaria yang berasosiasi dengan karang masaif dan submasif. Namun karang masih sedikit dijumpai diantara vegetasi yang subur. Terumbu karang baru dijumpai dengan keanekaragaman yang cukup tinggi didaerah tubir dengan kedalaman 2 – 4 meter.

Salah satu desa yang terdapat di Pulau Lepar adalah desa tanjung sangkar. Desa ini memiliki luas …. Dengan jumlah penduduk sebanyak …. Atau …. KK. Desa yang termasuk luas dan telah memiliki SMP satu atap. Di desa ini terdapat rumah produksi usaha kepiting rajungan. Kepiting ini di kirim ke Jakarta hanya dalam bentuk daging. Karenanya, ketika melintas dari desa menuju darmaga yang baru dibangu di sebelah barat laut desa, kita akan melihat tumpukan kulit-kulit kepiting rajungan yang dibuang begitu saja dengan jumlah yang cukup banyak. Sungguh sangat disayangkan karena jika di Pulau Jawa, kulit kepiting rajungan ini telah diolah sebagai chitosan yang digunakan sebagai pengawet makanan alami pengganti formalin yang berbahaya.

Di desa ini pun terdapat pembuatan perahu nelayan. Perahu yang dibuat ukurannya cukup besar dengan ukuran rata-rata lebar 1,5 – 3 meter dengan panjang hingga 10 meter. Di ujung desa ketika menuju dermaga kita akan menjumpai bapak-bapak yang membuat perahu ini. Penduduk desa tanjung sangkar memang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan hanya sebagaian kecil sebagai petani. Hasil tangkapan dari nelayan biasanya ikan karang, ikan pelagis, kepiting, udang kipas hingga lobster. Dari pantai tanjung sangkar kita langsung dapat melihat beberapa pulau kecil yang lokasinya tak jauh dari pantai desa tanjung sangkar. Selain kaya akan terumbu karang , pantai desa tanjung sangkar pun banyak di tumbuhi lamun dan mangrove.

Terumbu karang di Pantai Desa Tanjung sangkar

Ditemani oleh penduduk setempat, tim eksplorasi terumbu karang universitas Bangka Belitung menuju lokasi terumbu karang yang lokasinya menyusuri jalan stapak dipinggir pantai. Perjalanan sekitar 700 meter dari desa kearah utara hingga berakhir disebuah pantai yang landai dan cukup luas. Di hadapan kami menantang dengan jelas sebuah pulau yang cukkup besar dan luas. Itu adalah pulau kelapan yang dapat kita lihat dari tanjung berikat. Pulau kelapan merupakan salahsatu pulau kecil di provinsi kepulauan Bangka Belitung yang berpenghuni. Tampak ada beberapa rumah terdapat di pulau kelapan. Di pantai itu tampak pula ibu-ibu yang sedang mencari siput dan kepiting. Selain itu tampak burung laut berwarna putih yang bertengger mengintai ikan. Dengan pasir yang putih, bebatuan dan air laut yang biru menjadi pemandangan yang sangat indah. Apalagi tepat didepan kami terlihat sebuah pulau dengan jelas diantara birunya air laut.

Saat melakukan penyisiran, vegetasi yang dijumpai adalah lamun yang didominasi oleh enhalis acoroides. Setelah itu akan dijumpai vegetasi alga yang tumbuh cukup luas hingga hampir kearah tubir. Makroalga yang ditemui sebagaian besar adalah jamur laut (Padina), Sargassum dan Turbinaria yang berasosiasi dengan karang masaif dan submasif. Namun karang masih sedikit dijumpai diantara vegetasi yang subur. Terumbu karang baru dijumpai dengan keanekaragaman yang cukup tinggi di daerah tubir dengan kedalaman 2 – 4 meter.

 


















Written N Photographed By : Indra Ambalika
Email : indra-ambalika[At]ubb.ac.id

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.