Terumbu Karang Desa Teluk Limau Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat

Sekali lagi eksplorasi terumbu karang dilaksanakan di daerah Kabupaten Bangka Barat. Hal ini dikarenakan belum puasnya akan hasil yang selama ini diperoleh dari kegiatan di kabupaten ini untuk menemukan kondisi terumbu karang yang kondisinya masih baik lengkap dengan pantainya yang indah sehingga dapat direkomendasikan sebagai kawasan wisata bahari yang potensial untuk di masa yang akan datang.

Tim Eksplorasi Terumbu Karang Universitas Bangka Belitung telah melakukan pengecekan terumbu karang di Pantai Tungau Simpang Gong Kecamtan Simpang Teritip, Pantai Tanjung Ular Kecamatan Mentok dan Pantai Bembang di Desa Pebuar Kecamatan Jebus namun hasilnya kurang memuaskan. Karang yang ditemukan kondisinya kurang bagus meskipun pantainya cukup indah dan alami. Namun, tuntutan sektor pariwisata bahari dan perikanan di masa yang akan datang adalah menghendaki adanya ekosistem terumbu karang yang kondisinya baik dan sehat. Jika Kabupaten Bangka Selatan memiliki Pulau Lepar dan Pulau Pongok yang kondisi karangnya masih cukup baik. Kabupaten Bangka Tengah dengan Pulau Semujur Dan Pulau Pebuar, dan Kabupaten Bangka Induk dengan Karang Kering di Desa Bedukang, maka di Kabupaten Bangka Barat tim belum menemukan lokasi karang yang cukup dapat membangggakan untuk dijadikan sebagai lokasi yang potensial sebagai kawasan pengembangan lokasi wisata bahari dan sentra perikanan karang dan budidaya laut (mariculture).

Informasi terus diperbaharui untuk mencari lokasi-lokasi yang layak untuk diteliti. Akhirnya tim memutuskan untuk melakukan kegiatan eksplorasi ke Desa Teluk Limau Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat. Di Pulau Bangka, Kecamatan Jebus terkenal dengan kegiatan penambangan timahnya. Mulai dari masyarakat hingga perusahaan besar yang memiliki eksavator, kapal hisap hingga kapal keruk untuk menambang timah. Saat masa-masa penambangan timah inkonvensional (TI) darat, banyak dataran rendah di kawasan ini yang berubah menjadi hamparan pasir bekas penambangan timah yang kebablasan. Daerah aliran sungai menjadi keruh dengan tingkat sedimentasi yang sangat tinggi sehingga menyebabkan sungai menjadi dangkal karena tertutup pasir dan sedimen bekas aktivitas penambangan timah. Saat ini, penambangan timah di darat sudah mulai berkurang karena lahan untuk penambangan sudah mulai habis. Orientasi penambangan sudah mulai bergeser ke daerah baru, pesisir!!!. Hal ini sangat disadari terutama oleh perusahaan-perusahaan besar yang mulai mendatangkan kapal hisap dan kapal keruk untuk melakukan aktivitas penambangan di daerah pesisir dan perairan laut yang dangkal. Selain itu, ribuan Tambang Inkonvensional jenis apung (TI apung_red) milik masyarakat pun jumlahnya terus bertambah. Kabarnya, awal mulainya TI Apung oleh masyarakat dalam menambang timah di Pulau Bangka dimulai dari Kecamatan Jebus.

Tak heran jika saat merencanakan kegiatan eksplorasi terumbu karang ini, tim kurang yakin akan menemukan kawasan pesisir yang memiliki kondisi ekosistem terumbu karang yang baik dan sehat. Namun dengan semangat untuk mengetahui keberadaan ekosistem terumbu karang yang masih tersisa di Pulau Bangka sebagai warisan generasi saat ini untuk generasi di masa yang akan datang jika timah tak potensial lagi ditambang, kegiatan eksplorasi ini tetap dilakukan dengan penuh semangat dan harapan.

Desa Teluk Limau merupakan desa yang cukup unik. Di desa ini terdiri dari tiga suku utama, yaitu bugis, melayu dan Tionghoa. Mata pencaharian utama masyarakatnya adalah nelayan, petani dan tentu saja penambang timah. Desa ini terdiri dari 2.708 jiwa atau 885 kepala keluarga dengan luasan wilayahnya 3.486 ha (Kecamatan Jebus dalam Angka, 2007). Desa ini terdiri dua dusun utama yaitu Dusun Pala yang didominasi oleh suku Tionghoa (sekitar 515 jiwa) dan Dusun Mentigi yang didominasi oleh suku bugis. Seperti kegiatan eksplorasi di daerah-daerah sebelumnya, kegiatan kali ini, tim dipandu oleh nelayan setempat. Dalam artikel kali ini, tulisan tentang terumbu karang di Dusun Mentigi akan ditbuat daram artikel yang berbeda.

Terumbu Karang di Desa Teluk Limau

Saat perairan surut, pantai di Desa Teluk Limau sangat luas. Ini mengindasikan bahwa topografi pantainya sangat landai. Pandangan mata hingga jauh terhampar pasir pantai dan bebatuan granit khas di pantai Pulau Bangka. Ekosistem terumbu karang tepat berada di depan Desa Teluk Limau. Terumbu karang dapat ditemukan disepanjang pantai desa ini namun dengan ketebalan karang yang berbeda-beda. Tim dibawa oleh nelayan setempat menuju lokasi ekosistem terumbu karang. Tak kurang 700 meter tim berjalan kaki dari pinggir pantai menuju garis pantai yang tergenang air laut saat surut.

Tampak TI-TI apung disandarkan oleh nelayan dan dikejauhan tengah pantai berdiri kokoh dan tampak gagah sebuah kapal keruk dengan bunyinya yang bergema mengeruk timah dari bumi Pulau Bangka. Disekelilingnya tampak beberapa TI-TI apung yang beraktivitas mengeluarkan asap hitam pembakaran solar. Terlihat seperti semut-semut yang mengelilingi seekor gajah. Pantai di Desa Teluk Limau sangat panjang dengan bentuk pantai berliuk-liuk karena banyak batu granit yang tersebar dan sangat eksotis.

Pasir dipantai ini putih dan tak lama kita berenang, akan terhampar makroalga dengan kepadatan yang cukup tinggi dan keanekaragaman yang tinggi. Ditemukan juga asosiasi lamun (seagrass) namun dari jenis tanaman yang kecil (Halodule sp. dan Cymadocea sp.). Tak beberapa lama menuju ke perairan yang lebih dalam kita mulai disajikan terumbu karang yang sebagian besar mati dan kurang sehat. Namun semakin ke perairan yang lebih dalam, terumbu karang yang ditemukan semakin sehat dan emmiliki keanekaragaman jenis karang yang cukup tinggi. Selain itu, ikan-ikan yang ditemukan pun semakin banyak dengan jenis-jenis yang beraneka ragam.

Kondisi karang ini cukup mengejutkan dan membuat suprise tim eksplorasi. Meskipun kecerahan perairan sekitar 90% namun kondisi terumbu karang masih relatif baik dan bagus. Memang ditemukan juga beberapa spot bleacing coral namun kondisinya masih wajar. Selain itu tampak pula karang yang patah dan terbalik karena aktivitas manusia. Namun luasan karang hidup dan kenaekaragaman jenisnya yang tergolong tinggi lengkap dengan ikan karangnya yang cukup banyak membuat tim cukup berbahagia karena ternyata di daerah ini, akhirnya kami menemukan terumbu karang yang kondisinya masih cukup baik dan layak dijadikan lokasi wisata bahari di masa yang akan datang jika kondisi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. 

Saat melihat kondisi karang lengkap dengan latar pantainya yang indah, tim jadi teringat dengan kondisi pantai di Desa Tanjung Bingak Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung (artikel terumbu karang desa tanjung bingak akan ditulis dalam artikel yang lain). Rataan karangnya yang luas dan pemandangan pantainya yang luas dan indah. Bedanya, jika di Desa Tanjung Bingak banyak terdapat perahu-perahu nelayan, maka di Desa Teluk Limau hanya terdapat sedikit perahu nelayan.

Pantai Desa Teluk Limau sangat bagus untuk dijadikan sebagai lokasi penelitian ekosistem pesisir. Vegetasi makroalga dan terumbu karang dengan keanekaragaman jenis yang tinggi dan terdapat pula vegetasi lamun lengkap dengan biota-biota khasnya yang masih alami merupakan kawasan yang sangat baik dijadikan sebagai daerah penelitian pesisir untuk kawasan Kabupaten Bangka Barat. 

Diantara rataan karang, terdapat pondok nelayan mirip bagan yang menampung ikan hasil tangkapan nelayan. Ikan yang ditampung adalah ikan untuk dikirim yang biasanya diambil secara berkala oleh tengkulak yang kemudan dibawa ke Riau. Ikan yang ditampung dalam keadaan hidup terdapat dibawah pondok bagan. Jenis ikan yang dikumpul adalah ikan Kerapu Sunuk Super yang memiliki harga yang tinggi. Melihat luasan karang dan pantai dari atas pondok ternyata memberikan gambaran utuh keindahan pantai di desa ini jika benar-benar di pelihara dan dikembangkan dengan lebih baik di masa yang akan datang.

Rapuhnya ekosistem ini...

Itulah hasil pengamatan ekosistem terumbu karang yang dilakukan oleh Tim Eksplorasi terumbu karang universitas bangka belitung pada bulan Juni 2009 di Pantai Desa Teluk Limau Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat. Hasil menggembirakan tim eksplorasi tersebut rencananya akan disumbangkan kepada Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat agar direkomendasikan menjadi daerah pengembangan wisata bahari daerah ini di masa yang akan datang. Pada bulan Desember 2009, tim eksplorasi terumbu karang melakukan pengecekan lebih mendalam terhadap kondisi terumbu karang di lokasi ini. Maksudnya agar data yang diperoleh dari lapangan dapat dijadikan sebagai dasar bagi pemerintah daerah untuk serius dalam memperhatikan ekosistem terumbu karang di daerah ini.

Tim mulai mengecek kondisi ekosistem terumbu karang yang terdapat di depan lokasi desa. Alangkah terkejutnya tim ketika melakukan pengamatan, ekosistem terumbu karang yang indah dan dipenuhi oleh ikan-ikan yang beaneka warna dan rupa telah rata tertutup oleh pasir. Tim sebelumnya sempat meragukan kenyataan yang tim dapatkan dilapangan. Khawatir tim salah dalam melakukan pengecekan lokasi. Namun bagan tempat menampung ikan-ikan hasil bubu nelayan sekitar jelas-jelas menjadi patokan.

Bagan itu kini telah tidak beroperasi lagi. Tidak ditemukan lagi coral massif yang besarnya seperti rumah warga desa yang mungkin usianya ratusan tahun. Tidak ditemui lagi terumbu karang di daerah tubir dengan bentuk dan topografinya yang khas.

Karang dilokasi pengamatan rata tertutup pasir dan telah ditumbuhi oleh makroalga yang didominasi jenis Sargassum ciliatum yang tinggi dan rimbun hingga ke permukaan air laut. Masih tampak segerombolan kecil ikan Carsio cuning dan glassfish yang berenang kebingungan mencari tempat bermain dan berlindung. Ikan-ikan karang ini telah berubah rumahnya menjadi habitat alga yang tak seindah rumah mereka sebelumnya.

Begitu rapuhnya ekosistem terumbu karang terhadap kerusakan. Dalam hitungan sekitar enam bulan ekosistem terumbu karang yang sebelumnya begitu sehat dan cantik dalam sekejap berubah menjadi hamparan alga dan karang tertimbun pasir dan lumpur akibat sisa buangan penambangan timah di laut. Sungguh menyedihkan. Di provinsi kepulauan ini, perhatian terhadap ekosistem terumbu karang yang begitu vital terhadap keberlangsungan hidup masyarakat saat ini dan generasi nanti masih dianaktirikan. Timah saat ini memang menjadi tulang punggung utama pembangunan kita. Tapi kerusakan yang telah ditimbulkannya harus dibayar mahal oleh generasi nanti setelah dan pasti timah tak lagi potensial untuk ditambang. Apakah kita tega jika anak cucu kita nanti bertanya "mengapa kehancuran ini yang diwariskan kepada kami?"... teringat kata pepatah, masa depan bukan "terjadi" tetapi "dijadikan". Saatnya kita lebih peduli terhadap ekosistem terumbu karang di provinsi ini, karena peduli ekosistem terumbu karang berarti peduli masa depan kita. Masa depan Provinsi Kepualaun Bangka Belitung.

 

 

 

Foto - Foto terumbu karang Teluk Limau Jebus, pengambilan bulan Maret 2009

 


Pantai Desa Teluk Limau, tampak rataan karang dilihat dari atas bagan 


Pantai Desa Teluk Limau, tampak rataan karang dilihat dari atas bagan 


Keindahan salah satu pantai yang terdapat di desa teluk limau


Keindahan salah satu pantai yang terdapat di desa teluk limau


schooling glassfish di ekosistem terumbu karang pantai desa teluk limau


Keindahan Ekosistem terumbu karang Pantai Teluk Limau yang kaya akan berbagai jenis ikan


Keindahan Ekosistem terumbu karang Pantai Teluk Limau yang kaya akan berbagai jenis ikan


Keindahan Ekosistem terumbu karang Pantai Teluk Limau yang kaya akan berbagai jenis ikan


Keindahan Ekosistem terumbu karang Pantai Teluk Limau yang kaya akan berbagai jenis ikan


Keindahan Ekosistem terumbu karang Pantai Teluk Limau yang kaya akan berbagai jenis ikan

 

Foto - Foto terumbu karang Teluk Limau Jebus, pengambilan bulan Desember 2009


Terumbu karang telah berubah menjadi hamparan makroalga yang didominasi oleh jenis Sargassum ciliatum


Terumbu karang telah berubah menjadi hamparan makroalga yang didominasi oleh jenis Sargassum ciliatum


Terumbu karang telah berubah menjadi hamparan makroalga yang didominasi oleh jenis Sargassum ciliatum


Ekosistem Terumbu Karang ditutupi oleh pasir


sekelompok glassfish yang kebingungan mencari rumah mereka yang dulu indah


sekelompok ikan Carsio cuning yang kebingungan mencari rumah mereka yang dulu indah


Amphiprion melanopus dan Ocellaris magnifica yang terdapat di kawasan terumbu karang Pantai di Desa Teluk Limau


TI apung yang terdapat disekitar pantai di Desa Teluk Limau

 

 

Tim Eksplorasi Terumbu Karang Universitas Bangka Belitung.
Ketua Tim : Indra Ambalika, S.Pi
Anggota : Sasa Jurana, Syahrul sidik dan Jundi saputra
Email : indra-ambalika@ubb.ac.id
Pengambilan foto di Pantai Desa Teluk Limau dilakukan pada Juni 2009. dan Desember 2009
Menggunakan kamera Canon Powershot A710 IS 7,1 MP dan Olympus µTough-8000 12 MP.

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.