Terumbu Karang di Pulau Pongok Kabupaten Bangka Selatan

"Menemukan tempat baru yang belum pernah ditemui sebelumnya dan melakukan penelitian baru dilokasi tersebut". Itulah yang menjadi motivasi tim eksplorasi terumbu karang untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi terumbu karang, mencari spot-spot baru ekosistem yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Meskipun dari sebagian spot karang yang telah kami lakukan sebagian besar kondisi terumbu karangnya kurang baik atau sehat, namun semangat untuk mencari spot karang yang kondisinya masih bagus, alami dan sehat terus menjadi rasa penasaran yang akhirnya terus memompa semangat kami. Yang menyedihkan, dari beberapa spot karang yang semula kondisinya bagus, namun ketika dilakukan pengamatan ulang hasilnya jauh menurun akibat penambangan di laut yang semakin marak dan tak terkendali (seperti di tanjung kerasak dan Teluk Limau Jebus). Eksosistem terumbu karang mati dan berganti menjadi habitat makroalga. 

Perjalanan kali ini dilakukan ke lokasi yang cukup jauh dari Kota Sungailiat dan Kota Pangkalpinang. Sebuah pulau yag terletak antara Pulau Bangka dengan Pulau Belitung. Pulau yang sedang merintis eksistensi dirinya menjadi kecamatan sendiri. Pulau Pongok, Kecamatan Lepar Pongok Kabupaten Bangka Selatan. Kecamatan Lepar Pongok merupakan kecamatan yang sebenarnya terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Leper dan Pulau Pongok. Ibukota kecamatan ini di Desa Tanjung Labu yang berada di Pulau Lepar. Ekplorasi terumbu karang di Pulau Lepar (Desa Tanjung Labu dan Desa Tanjung Kerasak) telah dimuat dalam artikel lain di website ini. 

Perjalanan ke Pulau Pongok dimulai dari titik awal perjalanan kami, kota sungailiat. Sekitar tiga jam menuju pelabuhan sadai. Dari pelabuhan sadai selanjutnya menggunakan kapal jalur sadai – pulau pongok. Kapal yang ukurannya tidak terlalu besar namun cukup untuk membawa sekitar 20 orang penumpang beserta beberapa bahan makanan dan kebutuhan lainnya yang disuplai dari pulau bangka. Kapal ini berangkat hanya sekali dalam sehari sekitar pukul 11.00 WIB. Namun keberangkatan kadang agak telat tergantung waktu bongkar muat bahan-bahan kebutuhan ke kapal. Perjalanan ke Pulau Pongok menempuh jarak sekitar tiga jam. 

Selama perjalanan menyusuri selatan Pulau Lepar kita akan ditemani oleh pemandangan alam yang indah, hutan dan pantai yang sangat asri. setelah itu akan nampak Pulau Pongok yang topografinya berbukit-bukit dan cukup besar. Setelah mendekati pulau, kita akan melewati celah dua pulau utama. Pulau Celagen dan pulau pongok. Jarak kedua pulau ini hanya sekitar 200 meter. 

Pulau celagen didominasi oleh suku buton sedangkan Pulau Pongok didominasi oleh suku melayu. Pulau celagen luasnya jauh lebih keil dari Pulau Pongok. Karenaya, Pulau Celagen ini termasuk bagian yang tidak terpisahkan dari Pulau Pongok. Menyusuri pelabuhan Pulau Pongok kita akan melihat jejeran perahu-perahu nelayan. Ada yang berukuran standar seperti yang biasa kita jumpai dipangkalan nelayan-nelayan pulau bangka. Ada pula yang ukurannya besar seperti perahu bagan yang ada di Belitung.
Perahu yang berangkat dari Pulau Pongok ke pelabuhan Sadai Toboali sekitar pukul 08.00 WIB. Keberangkatan hanya sekali dalam sehari. Selain itu, terdapat pula jalur keberangkatan dari Pulau Pongok ke pelabuhan Tanjung Pandan Belitung. Jalur ini pun hanya sekali dalam sehari. Perjalanan ke Belitung menempuh waktu sekitar lima jam. Tak heran jika selain ke Toboali, warga Pongok banyak juga yang menyekolahkan anaknya ke Belitung setelah lulus sekolah dasar. 

Kondisi terumbu karang

Pulau Pongok adalah pulau yang dikelilingi oleh terumbu karang. Terdapat banyak spot karang yang terdapat di sekitar pulau, diantaranya : Karang Ninek, Karang Salma, Karang Panjang, Karang Unus, Karang Magdalena, Karang Batu Tambun, Karang Temingkar, Karang Kuil, Karang Berengkem Laut, Karang Berengkem Darat, Karang Lapan dan banyak lagi. Banyaknya spot karang menunjukkan banyaknya ekosistem karang yang mengelilingi pulau. Tak heran jika ikan sangat melimpah di pulau ini. Karena keterbatasan waktu, tim hanya sempat melihat kondisi karang yang terdapat di sebelah utara dan selatan pulau. Hanya dua spot dari beberapa spot karang yang terdapat di pulau ini. Pengecekan kondisi karang dilakukan pada sore hari dan pagi hari. 

Dikelilingi spot karang yang sangat banyak, membuat gelombang disekitar perairan pulau cukup tenang. Perairan yang jernih, hutan yang asri dan pasir putih merupakan keindahan yang dipamerkan oleh pulau ini kepada kami.

Hari pertama pengamatan dilakukan di sebelah utara pulau. Perjalanan dari dermaga menggunakan perahu nelayan lokal hanya sekitar lima menit. Lokasi karang tidak jauh dari pesisir pulau. Kondisi karang di daerah ini cukup dangkal sehingga tampak ada beberapa karang yang mati karena terlalu sering terbuka terkena sinar matahari secara langsung. Namun, secara umum kondisi terumbu karang masih sangat asri dan sehat. Ikan karang sangat banyak dan koloni-koloni karang berukuran sangat besar. Ini menunjukkan bahwa karang telah tumbuh sangat lama dan kondisinya tetap terjaga. Koloni karang acropora branching yang berwarna kuning dan karang massif yang seukuran rumah penduduk pun ada. Keanekaragaman jenis karang di lokasi ini cukup tinggi. Tampak karang dengan berbagai bentuk pertumbuhan sperti acropora branching, massif, submassif, foliose, softcoral dan lainnya. Karang tumbuh dengan sehat dengan tutuap karang hidup yang cukup tinggi. Kedalaman perairan dengan rataan karang saat pengamatan antara 1 – 6 meter. semakin kearah dalam, kondisi karang semakin baik namun setelah itu tidak dijumpai karang setelah kedalaman lebih dari enam meter. ini menandakan bahwa karang dilokasi ini merupakan jenis karang dangkal.

Yang menjadi daya tarik ekosistem terumbu karang di spot ini adalah dijumpai banyak kerang raksasa yang merupakan famili Tridacnidae yang sering disebut kima. Dijumpai kerang jenis Tridacna squamosa yang dilindungi dan banyak pula jenis kerang Tridacna maxima yang beraneka warna sesuai dengan simbiosisnya dengan zooxanthella. Kerang tridacna maxima di pulau ini disebut dengan nama lokal ”selak batu”. Berdasarkan cara hidupnya, Famili Tridacnidae memang terdiri dari dua tipe. Pertama adalah jenis kerang yang hidupnya menempel atau bebas diantara batu karang, hidup bebas didasar yang berpasir didaerah terumbu karang. Yang termasuk tipe ini seperti Tridacna gigas, Tridacna squamosa, Hippopus hippopus dan Hippopus porcellanus. Tipe kedua adalah jenis kerang yang hidupnya membenamkan diri pada karang baik seluruh atau sebagian saja dari cangkangnya. tipe ini sering disebut pula tipe pembor (boring form). Tipe ini meliputi Tridacna crocea dan Tridacna maxima. Kemungkinan besar karena terlihat hidup dicelah-celah karang makanya oleh masyarakat lokal Pulau Pongok kerang ini disebut ”selak batu”. 

Selak batu biasanya diambil oleh masyarakat jika air surut rendah pada siang hari. Kegiatan ini bisanya dilakukan pada bulan April hingga Juni setiap tahunya. Kerang ini dikonsumsi masyarakat dengan diolah menjadi ”tembilok” dengan pengolahan menggunakan proses anaerob. Pengolahannya sama seperti pembuatan ”rusip” yang biasa kita jumpai di pulau bangka sebagai makanan khas pulau ini. Perbedaannya hanya dari bahan dasar, jika tembilok menggunakan bahan dasar selak batu sedangkan rusip berbahan dasar ikan teri.

Sayangnya, pada rataan karang yang kondisinya lebih dangkal kondisi karang kurang baik banyak dijumpai mahkota berduri (Acanthaster plancii). Biota jenis ini memakan zooxanthella karang dan menyebabkan karang menjadi putih dan lama kelamaan menjadi mati. Namun kepadatan mahkota berduri yang ditemukan masih dalam batas yang wajar dan dapat ditolerir.

Hari kedua kegiatan pengamatan kondisi karang dilakukan di bagian selatan pulau. Tim Eksplorasi Terumbu Karang Universitas Bangka Belitung dibawa menuju spot Karang Panjang. Perjalanan menuju lokasi hanya menempuh waktu kurang dari 10 menit. Dapat kita bayangkan betapa dekatnya lokasi-lokasi antar spot karang di pulau ini. Sungguh pulau yang fantastis!.

Disebut karang panjang karena bentuk ekosistem terumbu karang yang memanjang. Pada perairan yang dangkal, ekosistem karang di spot karang ini tampak dipenuhi oleh alga jenis anggur laut (Caulerpa sp.) yang menghijau. Booming anggur laut pernah dijumpai oleh tim eksplorasi terumbu karang di spot lain yaitu di karang Pulau Simbang Kabupaten Bangka ( artikel di tulisan yang lain). Alga ini memang booming pada waktu-waktu tertentu dan kemudian membusuk dan bersih terbawa oleh arus laut. Jadi hal ini bukan menjadi kekhawatira yang berlebihan selama penutupan booming tidak terlalu parah.

Keanekaragaman karang di spot Karang Panjang tidak setinggi pada spot karang sbelah selatan pulau. Terumbu karang di spot ini didominasi oleh jenis karang Acropora formosa. Karang ini berbentuk seperti tanduk rusa dan hidup dengan sehat di spot ini. Tampak ada yang berwarna hijau, ungu namun didominasi oleh warna coklat dengan ujung berwarna putih yang menjadi kekhasan jenis karang ini. Dominasi jenis Acropora formosa menjadi indikator bahwa spot ini sering menerima arus yang tinggi dan gelombang yang kuat. Bentuk percabangan memang merupaka tipe yang sangat baik dalam meredam gelombang.

Selain itu, ditemukan jenis karang acropora lain namun dengan kerapatan dan kepadatan lebih kecil. Tipe karang acropora tubulate, foliose dan acropora digitate. Spot karang panjang memiliki keindahan biota laut yang sangat eksotis. Ikan-ikan karang dengan berbagai warna dan rupa dijumpai hidup dengan baik. Ikan dengan scooling dengan warna-warni yang menawan membentuk formasi berenang yag sangat mengagumkan. Saat arus laut naik ikan-ikan membuka mulutnya melawan arah arus. Sungguh pemandangan yang sangat indah. keanekaragaman dan kepadatan ikan cukup tinggi menjadi daya tarik untuk melakukan kegiatan penyelaman dan snorkling di lokasi karang ini. Sayangnya, tim menemui karang yang patah-patah secara merata membentuk cekungan akibat penangkapan menggunakan bom. Terlihat beberapa individu karang baru mulai tumbuh diantara patahan-patahan karang. Sepertinya pengeboman tersebut sudah cukup lama terjadi dan masyarakat pulau mulai sadar jika karang hancur maka ikan akan semakin sulit didapat dan abrasi pantai semakin kuat.

Keindahan dan keaslian ekosistem terumbu karang di pulau ini merupakan aset masa depan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan dari tangan-tangan manusia serakah dan tidak bertanggung jawab. Perlu kepedulian semua pihak agar ekosistem terumbu karang di kawasan ini terus terpelihara dengan baik sebagai pondasi perekonomian di pulau ini.

Puji syukur tim panjatkan kepada ilahi, akhirnya tim menemukan spot ekosistem terumbu karang yang kondisinya masih sangat baik dan sehat di pulau yang terkenal dengan penambangan timahnya. Ancaman terhadap ekosistem terumbu karang yang rapuh terjadi setiap waktu seiring penambangan timah di laut yang semakin marak dan tidak terkendali. Semoga kita semakin sadar bahwa ekosistem ini merupakan aset masa depan yang harus dijaga setelah timah tidak potensial lagi untuk ditambang di daerah ini.

 

 

Foto-foto Terumbu Karang di wilayah Selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Keindahan ekosistem di spot karang panjang di bagian selatan Pulau Pongok


Acropora formosa yang berwarna ungu dan coklat


Perjalanan pongok – sadai menyusuri selatan Pulau Lepar yang indah


Bekas bom yang membuat karang menjadi patah dan dijumpai banyak bulu babi (Diadema sp.)


Bekas bom yang membuat karang menjadi patah dan dijumpai banyak bulu babi (Diadema sp.)


Karang yang dangkal terdapat banyak alga anggur laut (Caulerpa sp.) pada spot kkarang panjang
 

Foto-foto Terumbu Karang di wilayah Utara Pulau Pongok


Keindahan karang di bagian utara pulau pongok


Keindahan karang di bagian utara pulau pongok


Keindahan karang di bagian utara pulau pongok


Keindahan karang di bagian utara pulau pongok


Keindahan karang di bagian utara pulau pongok


Tridacna maxima yang banyak dijumpai di rataan karang bagian utara pulau


Ikan napoleon yang terdapat di keramba hasil bubu nelayan pulau pongok.


Keramba Jaring Apung yang terdapat di Pulau Pongok, keramba ini banyak ikan kerapu, ikan kakap merah dan ikan napoleon


Mahkota berduri (Acanthaster plancii) yang terdapat di rataan karang dangkal karang sebelah utara


Karang yang tampak dari perahu, berada tidak jauh dari pulau

 

 

Tim Eksplorasi Terumbu Karang Universitas Bangka Belitung.
Ketua Tim : Indra Ambalika, S.Pi
Anggota : Hadi Sodikin.
Ucapan tarima kasih Tim kepada : Bapak Kamaluddin atas bantuannya selama di Pulau Pongok.
Email : indra-ambalika[At]ubb.ac.id
Pengambilan foto di Pulau Pongok dilakukan pada September 2009. 
Menggunakan kamera Olympus µTough-8000 12 MP.

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.