TIM MONEV KKN BERSAMA BKS PTN-BARAT TERJUN KELAPANGAN

Wakil Rektor I UBB Dr Ir Ismed Inonu MSi, didampingi Ketua LPPM UBB Dr Dwi Haryadi SH MH, dan Ketua Panitia KKN Bersama Filya Rosa SST MT, bersama Tim Monev perwakilan dari 23 BKS PTN Wilayah Barat, berfoto bersama dengan Mahasiswa KKN di Desa Rukam Kabupaten Bangka, Rabu 16/08/2017.

MERAWANG, UBB – Setelah selesai kunjungan dihari pertama selasa 15/8 di Desa Penyamun dan Desa Gunung Muda, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) perwakilan dari 23 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) Wilayah Barat kembali melanjutkan agenda kerja dihari keduanya dengan target sasaran Desa Paya Benua, Desa Rukem dan Desa Cengkong Abang Kabupaten Bangka, Rabu (16/08/2017) pagi.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama merupakan bentuk perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi dalam pengabdian terhadap masyarakat. Tahun ini Kabupaten Bangka menjadi tempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Bersama, diantaranya di Desa Paya Benua, Desa Cengkong Abang, Desa Penyamun dan Desa Gunung Muda, yang sudah dilaksanakan dari tanggal 27 Juli s.d 30 Agustus 2017, dengan tema “Bersama Membangun Keunggulan Desa, Memperkokoh Persatuan Bangsa”.

Tim Monev perwakilan dari 23 PTN Wilayah Barat terjun kelapangan untuk melihat secara langsung hasil program-program yang telah dicapai maupun yang masih berjalan disetiap kelompok peserta KKN. Tidak hanya program dari Mahasiswa KKN maupun Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) saja yang menjadi tujuan, namun mereka juga diharapkan dapat bersinergi dan turut berperan aktif mensosialisasikan 38 program Strategis Pemerintah Kabupaten Bangka yang telah di mandatkan Bupati Bangka Tarmizi Saat, pada waktu penyambutan peserta Mahasiswa KKN Bersama di bulan Juli yang lalu.

Rilis berita sebelumnya, Wakil Rektor I Dr Ir Ismed Inonu MSi mewakili Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi menjelaskan, peserta KKN Bersama ini diikuti oleh 25 Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), dan 125 Mahasiswa dari masing-masing PTN Wilayah Barat, yang di ketuai oleh Filya Rosa SST MT.

Sambutan hangat dari Mahasiswa KKN dan aparatur desa, serta masyarakat yang ramah dengan senyum dan tangan terbuka terucap salam dan sapa kepada siapa saja yang dijumpainya, merupakan adat melayu yang patut disyukuri dan menjadi daya tarik serta decak kagum tim monev PTN Wilayah Barat yang berasal dari luar daerah Bangka Belitung, serta tak kalah mengiyurkan aneka hidangan yang disajikan hasil dari olahan pangan lokal desa masing-masing, saat menyambut kedatangan Tim Monev disetiap tempat yang telah dikunjungi.

Tim monev dikesempatan ini juga ingin mendengarkan secara langsung dari mahasiswa KKN baik kesan dan hambatan selama menjalankan  program yang telah direncanakan, terkait dengan pelaksanaan pembangunan dan pencapaian program ungulan desa dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dimasing-masing desa.

Nining suryani Mahasiswa KKN Bersama yang berasal dari Universitas Syiah Kuala Aceh menuturkan, “yang paling bekesan buat saya disini ialah ramah tamahnya penduduk disini pak, bukan saya ingin berkata melebih lebihkan gitu, menurut saya selama kami disini kami seakan memiliki ladang sendiri, disinikan mayoritas tanamanya itu ubi, pisang, pepaya, nanas gitu, hampir setiap sore itu ada warga yang antar ubi, antar pisang, antar nanas, antar pepaya, itu kami ibaratnya hari ini yok kita panen ladang sebelah sini, yang hari esoknya yang depan gitu” ungkapnya terhadap kesan keramah tamahan penduduk yang ada di Desa Paya Benua.

Hambatan selama KKN menurut Azwir dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Aceh, “Kendala pertama yaitu bahasa, karena masyarakat disini ‘Paya Benua’ sudah terbiasa dengan bahasa daerah dan perlu menyesuaikan diri. Yang kedua disini, jujur saya bilang Pak untuk menjalankan program itu sangat sulit, karna apa !. masyarakatnya ini sudah dikategorikan  maju. Jadi program apa yang sudah dirancang pemerintah bangka semuanya sudah ada disini, jadi kami bagai mana berpikir ulang, untuk merancang ulang program dan menyatukan dengan apa yang belum ada di desa paya benua ini”, imbuhnya.

Lain halnya KKN Bersama di Desa Rukam, Riwan Kusmiadi STP MSi DPL Desa Rukam, menceritakan sebelum awal Mahasiswa KKN masuk Desa Rukam, ia menitipkan dan membekali kepada Mahasiswa KKN untuk mengali terdahulu potensi-potensi yang ada di Desa tersebut selain program-program yang sudah di rencanakan. Wal hasil Mahasiswa KKN yang menjadi bimbingannya telah menghasilkan produk lokal yang sudah dikemas yang nantinya memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat desa khususnya, serta salah satu solusi sebagai ketahanan pangan pengganti nasi dengan hasil lokal yaitu olahan singkong ‘nasi aruk atau beras singkong khas Bangka’, dan baik juga untuk solusi bagi penginap diabetes. Bahkan tercetus tim monev dari Universitas Pembangunan Nasional UPN “Veteran” Jakarta untuk memberi ide nama nasi aruk/beras singkong dengan nama nasi sehat pada kemasanya nanti.

Tidak hanya produk lokal ‘nasi aruk’, inovasi lain juga dikembangkan dengan memanfaatkan potensi serat daun nanas, dengan sentuhan tangan-tangan Mahasiswa KKN Bersama di Desa Rukam serat daun nanas menghasilkan benang olahan yang dapat dibuat untuk kerajinan tangan seperti gantungan kunci, lampu hias, tempat pena dan kerajinan lainya walaupun belum optimal.

Khairun Nisa tim monev berasal dari Aceh memberikan apresiasi kepada Mahasiswa KKN Bersama yang berada di Desa Rukam “hari ini saya melihat program KKN terbaik yang telah saya alami ditempat manapun, dan saya pribadi ingin belajar cara membuat beras aruk itu sendiri kepada mahasiswa KKN nya, bisa jadi kami di Aceh juga ingin membuat dan berusaha mengembangkannya”, pujinya.

Begitu juga dengan Mahasiswa KKN Bersama yang berada di Desa Cengkong Abang, 10 program yang menjadi ungulan mahasiswa KKN rencanakan di desa tersebut, beberapa sudah terlaksanakan dengan baik, semua atas dukungan dan partisipasi masyarakat dan aparatur desa yang perduli terhadap kemajuan desanya.

“Adek-adek disini bukan pemikir-pemikir hebat, tapi punya kemauan yang begitu hebat, jadi kalau pemikir belum tentu dia mau berbuat, tetapi kemauan yang hebat ! ya adek-adek ini sudah berbuat untuk negeri dan bangsa”, ungkapan dan motivasi dari salah satu tim monev BKS PTN Wilayah Barat.

Masukan dan saran yang telah disampaikan oleh tim monev perwakilan masing-masing PTN terhadap keberhasilan program yang sudah dijalani Mahasiswa KKN Bersama, tinggal bagai mana program tersebut perlu dikembangkan serta kontinyunitasnya yang perlu dijaga dengan memperhatikan kearifan lokal. Sehinga setelah Mahasiswa KKN selesai nantinya, diharapkan program yang sudah tercapai tersebut bisa berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi Desa, sehingga apa yang dicanamkan Pemerintah menjadikan Desa Mandiri dapat terealiasi dengan baik. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.