Tingkatkan Wawasan Mahasiswa, UBB dan Kejati Babel Sepakati Jaksa Masuk Kampus

JAJAKI KERJASAMA-Rektor UBB beserta jajarannya berfoto bersama dengan Kajati Babel usai berdiskusi mengenai penjajakan kerjasama (MoU) dibidang pembelajaran dan penguatan institusi antara UBB dengan Kejati Babel Rabu (23/8).

Pangkalpinang-UBB. Guna meningkatkan wawasan akademik bagi mahasiswa/I terutama dari Fakultas Hukum, UBB menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Bangka Belitung lewat program “Jaksa Masuk Kampus.”

“Kita punya program Jaksa Masuk Kampus dan Jaksa Masuk Sekolah, dimana mereka (para jaksa) akan memberikan materi tentang anti korupsi, narkoba, dan kenakalan remaja,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung, Happy Hadiastuty S.H CN saat menerima Rektor UBB, Dr.Ir. Muh. Yusuf, M.Si beserta rombongan di ruang kerjanya, di Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung Air Itam, Rabu (23/8).

Happy menambahkan program dimaksud dapat dimasukkan dalam draft Memorandum of Understanding (MoU) antara UBB dan Kajati yang akan segera ditandatangani dalam waktu dekat.

Perihal MoU dimaksud yang melandasi Rektor bersama Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Ir. Agus Hartoko, MSc, Dekan FH, Syamsul Hadi, M.H, Wakil Dekan FH, Rio Armanda Agustian, M.H. (ketua LKBH UBB), Kepala Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, Kepegawaian dan Umum (BPKKU), Andy Evans Gunady, S.E., M.M, dosen FH, Darwance, M.H, PPK UBB, Yudi Sapta Pranoto, M.Si,dan  Staf Kerjasama UBB, Iksander, M.A, bertemu Kajati Babel, Happy Hadiastuty dengan ditemani, Asisten Perdata Tata Usaha Negara (AsDatun), Amir Syarifuddin, S.H., M.H.

Seperti diketahui, jika MoU nantinya ditandatangani, maka hal ini adalah sejarah tersendiri bagi UBB. MoU dimaksud merupakan kali pertama Kejati bekerjasama dengan UBB sejak didirikan tahun 2006 lalu.

Rektor mengakui keinginan melakukan kerjasama sudah sejak lama ada. Ditambahkannya, kerjasama antara Kejati dan UBB nantinya akan lebih banyak pada penguatan SDM terutama untuk dosen dan mahasiswa lewat proses pembelajaran di kampus.

“Kita bisa bekerjasama di bidang pembelajaran, kuliah umum, penyediaan Dosen Luar Biasa dari unsur Kejati,” harap Muh. Yusuf.

Mengenai materi pembelajaran di kampus, Happy sangat menekankan pentingnya pembelajaran mengenai anti korupsi. Menurutnya, pembelajaran adalah tindakan preventif-metode yang kini kerap dipakai oleh Kejati-dalam penegakan anti korupsi.

Diungkapkannya, lewat kampus, akan muncul mahasiswa yang menjadi social control bagi lingkungannya sehingga korupsi bisa dicegah secara dini.

“Kita (pendidik) perlu menanamkan kepada mahasiswa bahwa kehidupan yang borjuis apalagi diperoleh dari orang tua yang koruptor seharusnya dikenakan sanksi sosial,” jelas Happy.

Seiring dengan kesamaan semangat bekerjasama itu, Wakil Rektor II, Agus Hartoko mengundang Kajati untuk dapat mengisi materi dalam acara kegiatan Pendidikan Karakter pada awal September nanti.

Sebagai informasi saat ini, UBB sedang menyelenggarakan kegiatan Spesivik XII sebagai tahapan penerimaan mahasiswa baru dimulai Senin hingga Jum’at nanti (21-25/8). Selanjutnya untuk meningkatkan wawasan, para mahasiswa baru akan dibekali wawasan kebangsaan dan nasionalisme dalam program pendidikan karakter pada awal September nanti.

Rektor juga berharap dukungan Kejati kepada UBB tak terbatas pada bidang pembelajaran saja. Kejati diharapkannya dapat terus membantu dalam proses pengadaan barang dan jasa yang ada di UBB.

Informasi di lapangan, bantuan dimaksud sudah dimulai tahun lalu dimana tim Kejati yang tergabung dalam Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) sudah membantu sejumlah proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan UBB. (Iksander/Humas UBB)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.