Tutup KKN Bersama BKS PTN, Wagub: Membangun dari Pinggir Membuat Indonesia Kian Kuat

FOTO BERSAMA --   Wakil Gubernur Bangka Belitung  Drs H Abdul Fattah,  Bupati Bangka Ir H Tarmizi Saat,  Ketua BKS PTN Wilayah Barat Prof Dr Syafsir Akhlus MSc dan  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi,  berfoto bersama dengan  Sekretaris Eksekutif BKS  PTN Wilayah Barat, Rektor dan Wakil Rektor  serta Ketua LLPM dari 23 PTN pada acara penutupan KKN Bersama di Gedung Dharma  Wanita, Sungailiat, Rabu (30/08/2017).

SUNGAILIAT, UBB --  Konsep membangun Indonesia dari pinggir atau desa yang saat ini populer,   merupakan inisiasi perguruan tinggi  negeri (PTN).   Konsep ini dirancang untuk  melahirkan pembangunan yang  kokoh dan paripurna, di mana  mulai dari  desa, kabupaten, kota, provinsi dan hingga akhirnya  negara Indonesia  akan semakin kuat.

“Ide awal konsep  membangun  Indonesia dari pinggir bukan dari Kabinet Kerja. Melainkan dari perguruan tinggi negeri, atau PTN, pada masa lalu.  Tahun 1977,  ketika saya  menjadi mahasiswa Unpad dan melaksanakan KKN, sudah mengenal istilah ini!,” ujar  Wakil Gubernur Bangka Belitung Drs H Abdul Fattah MSi ketika menutup KKN Bersama BKS Wilayah Barat di Gedung Dharma Wanita, Sungailiat, Rabu (30/08/2017).

Hadir dalam acara penutupan KKN Bersama ini Bupati Bangka Ir H Tarmizi Saat,   Ketua BKS PTN Wilayah Barat Prof Dr Syafsir Akhlus MSc,  Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi,  Sekretaris Eksekutif BKS  PTN Wilayah Barat, Rektor dan Wakil Rektor  serta Ketua LLPM dari 23 PTN, serta 150   mahasiswa  KKN Bersama di lima desa dalam  Kabupaten Bangka selama 35 hari.

 Sebelum menutup acara KKN Bersama secara resmi,   masing-masing  Ketua KKN Bersama  (Desa Gunung Muda, Payabenua,  Rukam,  Cengkong Abang dan Penyamun), dalam sesi  bertajuk  ‘Seminar Hasil dan Penutupan KKN Bersama BKS PTN Wilayah Barat’  mempresentasikan hasil kerja dari  semua  program kerja yang telah mereka melaksanakan.

Menurut Wagub Abdul Fattah,   praktik membangun Indonesia dari pinggir atau desa itu kini semakin kuat menyusul terbitnya undang-undang (UU)  tentang desa.  Desa  menjadi otonom, di mana seluruh kewenangan pembangunan dan pengawasannya, masing-masing berada di tangan perangkat desa dan BPD (Badan Perwakilan Desa).  

“Mengenai program kerja yang telah dilaksanakan adik-adiik mahasiswa  di lima desa KKN, tidak usah khawatir    akan ‘mati’ (berhenti) begitu saja.   Sebab  kini sudah hadir  150 tenaga penggerak desa.  Mereka itu akan  melanjutkannya,  tentu dengan  terlebih dahulu memilah-milahnya: mana yang paling strategis,” ujar Abdul Fattah.

Apalagi saat ini lanjut Abdul Fattah mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota hingga provinsi tengah  menyusun rencana pembangunan.  Sehingga ia minta semua  program kerja yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN Bersama itu dilaporkan ke pemerintahan desa, agar nantinya dapat  dimasukkan  ke dalam rencana pembangunan tahun 2018. 

“Kalau desa kuat, kabupaten/kota dan provinsi  pun kuat. Maka Indonesia semakin kuat.   Indonesia jaya!,” tukas Abdul Fattah, seraya menegaskan selaku wagub ia mengucapkan terimakasih kepada 150 mahasiswa KKN Bersama  yang selama satu bulan mewakabkan diri membangun  Negeri Laskar Pelangi  (sebutan Provinsi Bangka Belitung) dan Serumpun Sebalai (Kabupaten Bangka).

Sebelumnya,  Kepala BKS PTN Wilayah Barat Prof Dr Syafsir Akhlus MSc dalam sambutannya  menilai hampir semua program KKN Bersama --  baik program utama maupun pendamping --  telah dilaksanakan mahasiswa KKN  dengan baik  di lima desa; sejak 27 Juli hingga 30 Agustus 2017.

Rektor  UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi (kiri) membagikan cinderamata berupa tas kain yang berisi beras aruk --  produksi mahasiswa KKN Bersama BKS PTN Wilayah Barat --  kepada wakil 23 PTN di Gedung Dharma Wanita, Sungailiat, Rabu (30/08/2017).  

“Bahkan terdapat sejumlah produk bikinan mahasiswa KKN Bersama yang bernilai tambah tinggi.  Kami berharap apa yang telah dilasanakan mahasiswa KKN ini dapat dilanjutkan oleh Pemkab Bangka khususnya,  dan Provinsi Babel pada  umumnya,” ujar Syafsir.

Ditegaskan, walau KKN Bersama yang diikuti mahasiswa dari 23 PTN telah ditutup, tetapi hubungan Badan Kerja Sama (BKS) PTN  Wilayah Barat dengan Pemkab Bangka dan Provinsi Babel tidak putus atau berhenti.  Pemkab Bangka dan Pemprov Babel setiap saat dapat berkonsultasi dengan wakil   BKS PTN  di daerah ini,  yaitu  Universitas Bangka Belitung (UBB) -- sebagai salah satu anggota BKS.

“Atau kalaupun  kami diminta, kami akan menurunkan sejumlah pakar.  Misalnya di bidang pemasaran untuk memasarkan produk bernilai tambah hasil karya mahasiswa KKN Bersama berserta warga tempat mereka KKN itu,” ujar  Syafsir.

Rektor UBB Bagikan Nasi Aruk

Sementara itu Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi  dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraannya.  Selain karena UBB ditunjuk sebagai ‘tuan rumah’, juga lantaran keberhasilan 150 mahasiswa  KKN Bersama  dalam menggelar program kerja  di lima desa Kabupaten Bangka.

“Adik-adik mahasiswa KKN Bersama ini  hebat-hebat.  Semua program kerja mereka  menghasilkan prestasi dan karya yang hebat.  Kita harapkan ke depannya  ada program serupa, semisalnya riset bersama atau pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Muh Yusuf.

Bentuk kegembiraan Rektor UBB  itu  diungkapkannya  dalam bentuk pantun.  Setidaknya  ada lima pantun yang Muh Yusuf lantunkan dalam acara  ‘Seminar Hasil dan  Penutupan KKN Bersama BKS PTN Barat 2017’ .  Pantun karya Muh Yusuf ini mendapat tanggapan hangat dan membuat ‘geger’ seisi Gedung Wanita di Jalan Pemuda Kota Sungailiat ini.

“Di Bangka Belitung ada perda pantun.  Saya hanya melaksanakannya saja dalam bentuk pantun.  Acara ini sendiri sudah hebat, jadi sayang sekali  kalau hanya satu pantun saja  yang saya lantunkan!,” terang Muh Yusuf disambut tepuk tangan hadirin.   

Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi berfoto bersama salah satu  dari lima kelompok KKN Bersama BKS PTN Wilayah Barat di depan Gedung Dharma Wanita, Sungailiat,  usai penutupan KKN Bersama oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung Drs H Abdul Fattah di Gedung Dharma Wanita, Sungailiat Rabu (30/08/2017).  Foto ini ‘bersejarah’ dan menjadi kenang-kenangan   bagi 150 mahasiswa dari 23 PTN  yang melaksanakan KKN di Kabupaten Bangka.

Sebagai bentuk rasa hormat, Rektor UBB membacakan satu persatu dari 23  nama  PTN wilayah Barat yang  mengutus mahasiswanya mengikutii KKN Bersama BKS PTN  di Kabupaten Bangka ini.   Rektor UBB juga mengucapkan terimakasih kepada segenap pimpinan dan lembaga di daerah ini  yang telah ikut menyokong KKN Bersama BKS PTN Wilayah Barat.

Pada bagian akhir acara penutupan KKN Bersama,  Rektor Muh Yusuf membagi-bagikan cinderamata berupa tas  kain yang berisi nasi aruk (nasi terbuat dari ubi kayu buatan mahasiswa KKN Bersama) kepada 23 wakil PTN Wilayah Barat (Eddy Jajang Jaya Atmaja

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.