UBB Inisiasi Pendirian Polimarin di Bangka Tengah

Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi didampingi Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc dan Wakil Rektor III Fadilah Sabri ST M Eng melakukan MoU bersama Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman, di ruang Pertemuan Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (5/9/2016)

TIDAK ada negara di dunia ini yang memiliki anugerah melimpah seperti Indonesia. Negeri ini merupakan negara kepulauan yang amat luas, meliputi 17.504 pulau besar dan kecil dengan luas wilayah darat dan laut 5.180.053 km2. Dari total luas wilayah Indonesia tersebut, sekitar 75 % (3.257.483 km2) merupakan wilayah lautan yang posisi geografisnya diapit oleh tiga samudera, yaitu samudera Asia, Pasifik dan Australia.

Dengan memeperhatikan luas wilayah lautan yang dimiliki serta posisi yang merupakan jalur perdagangan internasional maka Indonesia berada pada jalur strategis lalu lintas pelayaran. Keberadaan potensi pelayaran yang amat strategis tersebut dapat menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa.

Dengan komitmen tersebut maka kepentingan nasional dari aspek kesatuan wilayah, budaya maupun ekonomi, sebagai modal pembangunan nasional lebih terjaga. Hal tersebut mengandung konsekuensi untuk perlu dilakukannya langkah-langkah secara sistematis dalam upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kemaritiman melalui penyiapan kualitas sumber daya manusianya, sehingga mampu untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan baik eksternal maupun internal.

“Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki semua potensi maritim tersebut. Kita melihat peluang yang sangat besar di bidang kemaritiman, untuk itulah Universitas Bangka Belitung (UBB) menginisiasi lahirnya Politeknik Maritim (Polimarin) di Pulau Bangka ini,” ujar Wakil Rektor II Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof Dr Ir Agus Hartoko, M.Sc., Senin (5/9/2016).

Cita-cita UBB mendirikan Polimarim ini tidak sekadar wacana. Untuk segera mewujudkan Polimarim hadir di Bangka Belitung, pada Senin (5/9/2016) siang, Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf, M.Si. didampingi Wakil Rektor II Prof Dr Ir Agus Hartoko, M.Sc., Wakil Rektor III Fadilah Sabri, S.T., M.Eng. dan Kepala UPT Teknologi  Informasi dan Komunikasi UBB Ir Eddy Jajang Jaya Atmaja, M.M., MBA., PhD (Cand), bersama Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan SE MM  melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemkab Bangka Tengah, di Kantor Bupati Bangka Tengah.

“Alhamdulillah Pak Erzaldi menyambut baik cita-cita kita ini. Bahkan Beliau bersedia menyiapkan lahan sekitar 100 hektar di Batu Beriga,” ujar Prof Agus Hartoko saat memaparkan kepada harian ini (Bangka Pos), Senin (5/9/2016) petang.

Ide mendirikan Polimarim ini, papar Agus, setelah mendapat dukungan dari Menteri Sekretaris Negara Prof Dr Pratikno, Msoc Sc. Saat datang ke Pangkalpinang pada acara pertemuan Dekan FISIP se Indonesia, 3-4 September 2016 kemarin, Mensekneg Pratikno menjelaskan bahwa potensi Bangka Belitung ini sangat luar biasa di bidang kemaritiman. Babel memiliki suber daya alam yang sangat strategis, sehingga bisa dikembangkan sebagai salah satu poros dari poros maritim Indonesia.

“Jadi ini bukan wacana, bukan teori tapi kita sudah bersiap-siap mewujudkan Polimaritin ini. Jadi UBB dalam hal ini nanti berperansekali dalam kesuksesan lahirnya Polimaritin. Kita akan bersinergi dengan Pemkab dan Pemprov Babel,” tukas Prof Agus.

Menurut salah satu pakar kelautan yang dimiliki Indonesia ini, jika bicara maritim, maka kita akan mendapatkan nilai positif tidak saja potensi sumber daya alam lautnya saja. Namun demikian akan meluas ke sektor lain seperti pelabuhan, perkapalan, perdagangan, wisata dan perhubungan.

“Bicara soal Polimarim ini kita bicara masa depan. Nantinya SDM yang dihasilkan dari Polimarin ini akan berkontribusi tidak saja di level lokal, namun akan memberikan kontribusi hingga ke Internasional. Artinya dengan kehadiran Polimarin  ini nantinya, Bangka Belitung bisa menjadi penyuplai SDM di bidang kemaritiman,” tukas Prof Agus.

Menurut Prof Agus, melihat rasio kebutuhan dan penyediaan tenaga pelaut di wilayah Barat Indonesia ini, jelas bahwa pertumbuhan kebutuhan pelaut tidak mampu diimbangi dengan penyediaan sumber daya manusia oleh lembaga pendidikan yang ada. Hal ini tentu dapat berakibat bahwa kekurangan tenaga pelaut tersebut akan diisi oleh tenaga pelaut dari luar dan tentu hal ini akan sangat merugikan bagi aspek ketenagaan pelaut maupun aspek ekonomi Indonesia.

Atas pertimbangan kebutuhan tenaga pelaut yang terdidik di satu sisi, dibandingkan dengan kemampuan lembaga pendidikan yang ada untuk menghasilkan lulusan pelaut di sisi lain, maka UBB memandang adanya peluang mendirikan pendidikan tinggi vokasi (Politeknik) khusus di bidang kemaritiman yakni Politeknik Maritim. Nantinya, Polimarin Bangka Belitung ini mampu menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi bidang kemaritiman yang mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional pendidikan dan standar internasional.

Tujuan kehadiran Polimarin ini guna terwujudnya lulusan yang kompeten di bidang kemaritiman, dengan kualifikasi yang diakui secara nasional dan internasional serta berdaya saing global.

“Kita meminta dukungan semua pihak, agar cita-cita menghadirkan Polimarin di Bangka ini akan segera terwujud. Usai MoU bersama Bupati Bateng Pak Erzaldi tadi, kita akan segera membentuk tim khusus. Tujuannya agar kerja yang akan kita lakukan nanti terarah dan terintegrasi dengan berbagai pihak lainnya,” tukas Prof Agus  (Sumber: Bangka Pos edisi Selasa 6 September 2016).

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.