UBB Kolaborasi Riset Dengan UGM Program ‘USAID SHERA’

KOLABORASI : Universitas Bangka Belitung  (UBB) sebagai affiliate university dalam program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) berkolaborasi bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai leader riset selama empat tahun kedepan, untuk pengembangan ‘renewable energ’ di pulau Semujur Bangka Belitung.

MERAWANG, UBB - Berbagai terobosan terus dilakukan Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam menunjang kualitas dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dilingkungan UBB, terutama dalam bidang penelitian. Direktur Program Pendidikan USAID Mr. Peter Cronin dan rombongan berkunjung langsung untuk melihat kesiapan UBB yang terlibat sebagai affiliate university. Dana riset tersebut berasal dari program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA), yang merupakan kerja sama antara Kemenristekdikti dan United States Agency for International Development (USAID).

Universitas Bangka Belitung sebagai affiliate university dalam program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA) bersama UGM, ITB UI, IPB, Universitas Negeri Gorontalo yang diinisiasi oleh Fakultas Teknik (FT) UBB, mendapat kunjungan langsung dari Direktur Program Pendidikan USAID Mr. Peter Cronin beserta rombongan yang mana sempat tertunda selama satu bulan lebih dari agenda sebelumnya, bertempat di ruang akustik Gedung Timah I Kampus Terpadu UBB Balunijuk, Rabu (12/07/2017) sore.

Kunjungan Mr. Peter Cronin beserta rombongan ingin melihat langsung kesiapan UBB, serta  dilanjutkan survei kelokasi Pulau Semujur Bangka Belitung yang nantinya sebagai subjek pusat penelitian program USAID SHERA. UBB juga akan menggandeng kemitraan seperti SMKN 2 Pangkalpinang, Pemerintah Daerah dan lain-lain untuk menunjang kegiatan program riset tersebut.

USAID SHERA merupakan program kemitraan penelitian antar perguruan tinggi untuk jangka waktu lima tahun yang dilaksanakan oleh Institute of International Education (IIE) dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian di perguruan tinggi Indonesia dan meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk penelitian yang berkualitas di perguruan tinggi Indonesia, dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Jalu Cahyanto mengatas nama USAID SHERA mengucapkan terimakasih dan selamat kepada UBB yang telah menjadi mitra  Center for Collaborative Research (CCR) bersama UGM dalam bidang ‘renewable energ’ terkait program SHERA. Dalam sambutannya, jalu menerangakan salah satu bentuk dan komitmen USAID SHERA dengan Kemenristekdikti salah satunya adalah pemanfaatan solar energi, kemudian ada juga pemanfaatan alga dan sebagainya, untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan.

Ia menerangkan penetapan lima PTN penerima hiba program USAID SHERA dilakukan melalui seleksi dan penilai­an yang selektif, dengan melibatkan reviewer dari Indonesia dan Amerika dalam menentukan kemitraan tersebut. “Ada 49 proposal yang masuk dari berbagai fakultas atau pusat studi dari berbagai Perguruan Tinggi, kalau tidak salah ada 12 Perguruan Tinggi yang memasukan, dengan total 49 proposal, jadi satu perguruan tinggi itu bisa mengirim lebih dari satu proposal. Jadi kita bagi menjadi lima kategori tema penelitian, ‘lingkungan, kesehatan, teknologi informasi, kemudian pangan, dan satu lagi adalah pengembangan urban” ungkapnya.

Sebanyak 48 proposal di antaranya yang lolos seleksi administratif, kemudian dipilih 17 proposal yang lolos dan diselektif lagi menjadi 13 proposal, kemudian disaring lagi pada tahap final dan di proleh 5 proposal yang terbaik dan lolos untuk mewakili masing-masing bidang kategori yaitu: Universitas Indonesia (UI) untuk topik Urban Development and Planning, Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk topik Innovative Technologies, Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk topik Public Health and Infection Disease, Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk topik Environment, Energy and Maritime Sciences, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk topik Food Security and Self Sufficiency, jelas Jalu.

Hal senada disampaikan Dekan FT UBB Wahri Sunandar, terkait kerjasama kolaborasi riset antara UGM dan UBB, serta Pulau Semujur Bangka Belitung sebagai subjek atau pusat penelitian nantinya untuk empat tahun kedepan. “kita mengambil subjek diantaranya adalah di Pulau Semujur, memang kalau secara histori, kita dengan persegi energi UGM itu sudah beberapa kali kolaborasi terutama untuk bidang sel surya atau fotovoltaik”, imbuhnya.

Pulau Semujur Bangka Belitung sebagai pusat penelitian yang akan dikembangkan dengan sistem energi hibrid dan efisiensi energi beserta jejaring pendukungnya, guna membangun kepulauan tropis yang berkelanjutan dengan pendekatan beberapa bidang ilmu. Beberapa riset pengembangan sistem energi hibrid yang akan dikembangkan antara lain meliputi pemanfaatan sel surya dan energi bio. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.