UBB Press Terima 63 Buku Penelitian Melayu Serantau

SERIUS MEMBACA-- Mahasiswa Prodi Agribisnis UBB serius membaca buku teks hasil penelitian Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang di ruang UBB press, Kamis (04/05/2017) petang.

MERAWANG, UBB --      Koleksi buku-buku  cetak  (teks)  yang  berisi  hasil penelitian di bidang  sosial-budaya milik Universitas Bangka Belitung (UBB) Press kini kian bertambah.  Menyusul Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)  Tanjungpinang  pekan ini  telah menghibahkan 63 buku teks hasil penelitian para peneliti  mereka kepada UBB.

“Saat ini buku teks koleksi UBB Press berjumlah 97 buku atau  53 judul.  Lebih dari separuhnya   merupakan  hibah dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang kepada UBB Press,” ujar Kepala UBB Press Eddy Jajang Jaya Atmaja  di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Merawang, Kamis (04/05/2017) petang.

Buku teks hibah dari BPNB Tanjung sangat perlu diketahui kalangan mahasiswa, peneliti dan warga masyarakat di wilayah ini.  Sebab buku tersebut  merupakan hasil penelitian yang  memaparkan sejarah, budaya dan  keeratan sosial yang ada di Bangka Belitung (Babel),  Kepulauan Riau (Kepri), Jambi dan  Riau.

Buku-buku dimaksud di antaranya  mengupas “Budaya Sopan Santun  Masyarakat Melayu Muntok, Kabupaten Bangka Barat”, “Bangka Belitung: Peninggalan Sejarah Abad 7-20”,  “Warisan Budaya tak bendad Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”,  “Bunga Rampai Bangka Belitung”, “Perspektif Tradisi Kenduri Ruwah Kubur di Desa Keretak”, “Nilai-nilai yang Terkandung dalam Peribahasa di Kabupaten Bangka Tengah”, “Hubungan Antarsuku di Kota Pangkalpinang’, dan “Tradisi Imlek di Pangkalpinang”.

Selain itu dikupas pula hasil penelitian di Kepri (“Seni Budaya Melayu Kabupaten Bintan”,  “Pulau Tujuh: Sejarah dan Masyarakatnya pada Naskah Pohon Perhimpunan Peri Perjalanan”, “Dampak Pornografi dan Pornoaksi pada Masyarakat Batam”,  “Toponimi Daerah Natuna”,  dan “Hikayat Perang Hati”),  dan  Jambi (“Jambi dalam Lintasan Sejarah Melayu Abad 1-XVII”,  “Pulau Berhala: Sengketa Wilayah Antara Riau dan Jambi”,  “Sistem Gotong Royong pada Suku Bangsa Kerinci”, Rampai Budaya Jambi”).

“Buku-buku  terbitan BPNB  memang diperuntukan bagi masyarakat, khususnya  kalangan generasi muda.    Semua itu untuk  kepentingan pelestarian kebudayaan,  khususnya di wilayah kerja BPNB di empat provinsi, yaitu Kepulauan Babel, Riau, Jambi dan Kepri,” tukas Zulkifli Harto, Koordinator Dokumentasi dan Perpustakaan BPNB Tanjungpinang.

BPNB kerap mengirim penelitinya ke sejumlah tempat di  empat provinsi yang menjadi wilayah kerjanya.  Belum lama ini  BPNB, sebuah lembaga di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengutus penelitinya, Anastasia Wiwik Swastiwi MA PhD,  ke Bangka untuk meneliti dan membuat buku teks mengenai  sejarah pemasaran timah,  sejak zaman Kesultanan Palembang, kolonial Belanda hingga saat ini.

“Hasil penelitian itu nantinya  akan  kita bukukan. Mudah-mudahan ia akan  menjadi masukkan dan memerkaya  penelitian-penelitian  berikutnya   yang dilakukan peneliti-peneliti lainnya, “ ulas Anastasia Wiwik, yang meraih gelar PhD dari Faculty of Arts and Social Sciences, Universiti  Malaya, Malaysia.

Dalam kesempatan terpisah Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor UBB) mengucapkan terimakasih kepada segenap pimpinan dan peneliti BPNB Tanjungpinang, yang telah menghibahkan 63 buku teks kepada UBB.

“Kita, UBB, sudah merencanakan membuat studi tentang Melayu atau Malay Sudy.  Buku hasil penelitian dari BPNB ini sangat berharga,  karena  akan menjadi salah satu referensi  dan memperkaya  kajian Melayu tersebut,” kata Agus Hartoko.

Menurut ahli perikanan dan kelautan ini,  tahun depan UBB pun  akan membangun rumah Melayu Bangka sebagai tempat para peneliti membedah segala hal yang berkaitan dengan budaya Melayu di Nusantara.

“Koleksi buku teks UBB Press pun akan kita letakkan di Rumah Melayu Bangka itu,” ujar Agus Hartoko (Eddy Jajang J Atmaja).

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.