Yudisium Fakultas Ekonomi Dengan Busana Melayu

YUDISIUM --Rektor UBB Dr. Ir Muh Yusuf, M.Si., berfoto bersama dengan Dekan Fakultas Ekonomi UBB beserta jajarannya, kompak dengan busana melayu di acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati FE UBB periode II Tahun 2017. Yudisium merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bangka Belitung (UBB), sebagai ajang pengumuman kelulusan sekaligus pelepasan mahasiswa. Yudisium FE UBB kali ini mengangkat tema “We’re Ready For VUCA Era” berlangsung dengan penuh suka cita.

MERAWANG, UBB - Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali yudisiumkan 171 sarjana baru periode II Tahun 2017, yang terdiri dari  92 mahasiswa jurusan Akuntansi dan 79 mahasiswa jurusan Manajemen. Acara yudisium berlangsung di Gedung Timah II FE Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, selasa  (05/09/2017) kemarin.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor UBB Dr. Ir. Muh Yusuf, M.Si., Dekan beserta Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Kepala Prodi Akuntansi dan Manajemen, Dosen Fakultas Ekonomi, Tenaga Kependidikan, tamu undangan, Panitia dan peserta yudisium Jurusan Akutansi dan Manajemen FE UBB periode II Tahun 2017.

Pagi ini ada yang berbeda di Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati FE UBB. Biasanya acara pelaksanaan yudisium hanya diwarnai dengan pakaian resmi dengan setelan jas dan kebaya, kali ini seluruh peserta yudisium FE mengenakan busana adat melayu, tidak hanya peserta yudisium namun tenaga pendidik dan kependidikan (Diktendik) FE UBB ikut serta mengenakannya, dan yang paling menarik perhatian adalah busana teluk belanga yang juga turut dikenakan oleh Rektor UBB. Hal ini merupakan untuk melestarikan dan mengangkat nilai-nilai budaya adat melayu, khususnya budaya Bangka.

Dr. Reniati, S.E., M.Si., pada kesempatan itu menjelaskan kepada yudisium untuk lebih siap menghadapi Era VUCA dan kita tidak bisa mengubah VUCA yang saat ini terjadi. VUCA merupakan singkatan dari VOLATILITY, UNCERTAINTY, COMPLEXITY, dan AMBIGUITY.

Selain itu, dia menjelaskan, Era VUCA yang mana penuh dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat (volatile), situasi yang tidak pasti (uncertainty), perubahan-perubahan yang kompleks (complexity), dan kemenduaan (ambiguity), mesti kita hadapi dengan mengembangkan talenta yang ada dalam diri, dan menjadikan perubahan tersebut sebagai suatu tantangan untuk menuju keberhasilan.

“Kami mengharapkan kepada adek-adek sekalian dalam menghadapi Era ‘VUCA’ ini agar lebih memiliki talenta. Talenta itu sangat dibutuhkan dalam dunia kerja”, jelasnya.

Dikesempatan yang sama Rektor UBB menyampaikan selamat kepada para yudisium FE UBB, dan momen-momen ini merupakan masa-masa yang akan selalu dikenang nantinya. Ia juga berpesan apa yang sudah dicapai tidak terlepas dari usaha dan ridho kedua orang tua.

“Sayangilah dan cintailah orang tua anda sebaik-baiknya, junjung tinggi harkat dan martabat orang tua anda selagi masih hidup, yang telah membesarkan dan menghantarkan anda hinga saat ini”, ungkapnya.

Masuk pada acara inti pembacaan surat keputusan dari Dekan Fakultas Ekonomi UBB priode II tahun 2017, memutuskan Jurusan Akutansi FE UBB dengan lulusan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi 3,84 disandang oleh Meri Agustian, dan Tomisah sebagai lulusan terbaik (IPK 3,78), serta Siska merupakan lulusan tercepat (IPK 3,51) dengan lama studi 3 tahun 6 bulan.

Pada Jurusan Manajemen untuk IPK tertinggi 3,81 disandang oleh Kevin, dan Siti Yuliana sebagai lulusan terbaik (IPK3,78),  serta Febry Seftyandy lulusan tercepat (IPK 3,66) dengan lama studi 3 tahun 8. 

Dikesempatan yang sama dibacakan juga penghargaan kepada mahasiswa FE UBB yang telah berprestasi mengharumkan negara Indonesia dan almamater UBB, peraih mendali perak di cabang lompat jauh pada Sea Games 2017 Malaysia Kuala Lumpur atas nama Suwandi Wijaya beberapa waktu yang lalu. Acara dilanjutkan dengan pengukuhan peserta yudisium dan pemberian cinderamata kepada mahasiswa berprestasi, serta sesi foto bersama dan hiburan. (Ags/Humas)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.