+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
12 November 2021 | 11:15:40 WIB


Dosen dan Mahasiswa FPPB Ciptakan Produk ProbioFM UBB


(Pellet Ikan dan ProbiotikFM UBB sebagai Produk yang Dihasilkan Program Matching Fund Kedaireka UBB Tahun 2021)

Merawang, UBB— Melalui program Matching Fund Kedaireka Kemendikbud tahun 2021, Civitas Akademika Universitas Bangka Belitung (UBB) yang terdiri dari 4 dosen, yakni Rufti Puji Astuti, M.Si., Dr. Rahmad Lingga, S.Si., M.Si., Novyandra Ilham Bahtera, S.E., M.Sc., dan Dr.Sudirman Adibrata, S.T., M.Si. bersama 34 Mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Bilogi (FPPB)  berhasil melahirkan beberapa produk, salah satunya adalah Probiotik ProbioFM UBB. 

Probiotik sendiri biasa dikenal sebagai bakteri baik atau bakteri sehat. Jika didefinisikan secara lengkap, probiotik merupakan mikroorganisme tertentu yang ada di dalam tubuh hewan dan akan menjamin pembentukan secara efektif organisme yang bermanfaat dalam tubuh inang (hewan) terutama sistem pencernaan karena mampu memperbaiki keseimbangan microflora usus. Penting diketahui juga, bahwa probiotik ini mengandung bakteri menguntungkan yang dimasukkan ke dalam pencernaan untuk mendominasi bakteri yang menimbulkan penyakit (patogen) (Harmini, 2014).

ProbioFM UBB ini sendiri menurut keterangan Ibu Rufti merupakan probiotik jenis suplemen dan dekomposer yang pemanfaatannya dikhususkan untuk hewan ternak.

“ProbiotikFM UBB ini bisa digunakan untuk hewan ternak seperti Itik, Ayam, Burung, Kelinci, Ikan, dan Sapi,” ucap Ibu Rufti kepada humas UBB (Selasa, 02/11/21).

Selanjutnya menurut keterangan dari tim dosen yang tergabung dalam Program Matching Fund Kedaireka UBB, ProbioFM UBB ini memiliki beberapa keunggulan dan manfaat. Di antaranya, dapat mengurangi bau amonia kendang dan kolam ikan, dapat mengurangi populasi lalat, dapat mengurangi bau anyir pada daging dan telur bebek/itik, dapat menurunkan kolesterol daging dan telur itik/ayam, meningkatkan kesehata ternak, menurunkan angka kematian ternak, dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

“Dengan penambahan ProbiotikFM UBB ini di Pakan, menurut kami akan bisa menekan biaya produksi beternak hewan ataupun budidaya ikan. Dan juga selain ramah lingkungan, produk ProbiotikFM UBB akan membuat hewan peternakan menjadi lebih sehat,” ucap Ibu Rufti.

Sementara itu, Sudirman Adibrata selaku angggota Tim Dosen yang bergabung dalam program ini mengungkapkan, bahwa sejauh ini ProbioFM UBB sudah dipasarkan ke masyarakat luas melalui CV DAM yang beralamatkan Desa Petaling, Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka. Selain itu juga, Produk ini sudah sempat dipromosikan oleh Tim Dosen dan Mahasiswa di kegiatan Babel Edu Fair Bersinar.

(Dosen dan Mahasiswa yang tergabung di Program Matching Fund UBB Foto Bersama dengan Dekan FPPB, Dr. Tri Lestari, M.Si., bertempat di Lobi Gedung FPPB, Selasa, 02 November 2021)

 

Tentang Program Matching Fund Kedaireka

Berdasarkan keterangan dari Sudirman Adibrata, program Matching Fund Kedaireka itu merupakan program dari Kemendikbud untuk menyambungkan atau membuat matching antara kampus dan dunia usaha. 

“Harapan dari program ini agar usaha-usaha yang eksis di masyarakat itu berbasis riset dari para ilmuwan di perguruan tinggi. Sebaliknya, apa yang menjadi produk di kampus harus dibantu dunia usaha untuk membuatnya berkembang. Nah Pemerintah daerah diharapkan memberikan regulasi untuk melancarkan skema ini,” ungkap Sudirman Adibrata.

Dilansir dari website Keidaireka.id, program Matching Fund dari Kemendikbud ini diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi, yakni:

  1. Lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak
  2. Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus
  3. Dosen berkegiatan di luar kampus
  4. Praktisi mengajar di dalam kampus
  5. Hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional
  6. Program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia
  7. Kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif
  8. Program studi berstandar internasional

(hz/humas)

UBB Perspective

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil