+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
28 April 2022 | 10:18:22 WIB


Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan


Ditulis Oleh : Gumiwang Aji Darma

(Anggota Lembaga Pers Mahasiswa UBB)

Ramadhan telah menjadi bulan di mana setiap Insan berlomba-lomba untuk menyebarkan kebaikan, dengan bersedekah, bertadarus, serta berdakwah, baik secara langsung di kehidupan nyata, maupun di dunia maya. Di bulan Ramadhan akan terjadi fenomena perubahan besar-besaran terhadap konten-konten yang ada di media sosial, bahkan termasuk stasiun televisi, di mana konten-konten syiar terkait bulan Ramadhan akan naik pamornya mengalahkan isu-isu yang ada.

Di bulan Ramadhan juga, orang-orang tidak hanya menjaga diri dari larangan-larangan seperti menahan nafsu makan, menjaga pandangan, lisan dan hati saja, namun harus  mengontrol ujung jari dan amarah kita. Seringkali ketika kita berpuasa di bulan Ramadhan, kita hanya menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa di dunia nyata saja, sementara di media sosial, kita masih sering melakukan aktivitas memposting konten makanan di siang hari, memproduksi berita hoax, melakukan ghibbah (membicarakan aib orang lain), mencibir orang lain, bahkan sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di media sosial. Yang tentunya menghilangkan esensi dari kemurnian ibadah puasa itu sendiri. Oleh sebab itu di sini penulis mencoba mengkaji bagaimana kiat-kiat kita agar bisa menjalani ibadah puasa dengan menjadi warga negara digital yang baik.

Mike Ribble dalam penelitiannya terkait “9 element of digital citizenship” mengklasifikasikan setidaknya terdapat 9 elemen yang harus warga negara kuasai agar bisa menjadi warga negara digital yang baik. 9 element tersebut terdiri dari;  Akses Digital (Digital Acces), Etika Digital (Digital Etiquette), Hukum Digital (Digital Law), Literasi Digital (Digital Literation), Komunikasi Digital (Digital Communication), Perdagangan Digital (Digital Commerce), Hak dan Tanggung Jawab Digital (Digital Right and Responsibility), Kesehatan dan Kebugaran Digital (Digital Health and Wellness) dan Keamanan Digital (Digital Security).

Setidaknya dibutuhkan etika digital (digital etiquette) ketika seseorang akan menyelam di dunia maya. Dalam bermedia sosial di bulan Ramadhan hendaknya para netizen agar memilah petikan dengan penggunaan frasa yang baik dan sebisa mungkin menjauhkan diri dari penyebutan kata-kata dengan makna yang kasar, hal ini agar apa yang kita tulis tidak sampai melukai atau merugikan beberapa pihak tertentu.

Selain itu, diperlukan juga pemahaman terkait literasi digital (digital literation) dalam bermedia sosial. Sangat penting bagi seorang penggiat media sosial untuk memiliki malumat sabiqoh (informasi sebelumnya) sebelum ia membuat suatu konten ataupun tulisan di media sosial. Hal ini tentunya akan menjadikan konten yang ia buat menjadi lebih berbobot dan dapat menghindarkan diri dari aktivitas penyebaran berita bohong (hoax), dan juga dengan menyampaikan materi yang baik diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas puasa kita.

Di masa bulan Ramadhan juga sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas komunikasi digital (digital communication) yang tentunya dapat dijadikan sebagai sarana penyambung tali silaturahmi dengan orang-orang terdekat, misalkan keluarga, sanak saudara serta kerabat-kerabat dekat kita. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda melalui hadist Imam Bukhori, “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi”. Bahkan Allah pun berfirman dalam Q.S Al-Hujurat ayat 10 “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Untuk semakin memantapkan ibadah kita di bulan Ramadhan, sekarang sudah sangat banyak platform-platform digital yang menyediakan akses digital (digital access) berupa wadah untuk para netizen bersedekah secara digital. Dengan hanya duduk dan menggerakkan jari-jari kita saja, kita sudah bisa berdonasi. Selain itu, bisa juga kita cari platform yang secara khusus bertujuan untuk membagi-bagikan santapan berbuka bagi anak-anak di panti asuhan, orang-orang miskin, ataupun memberikan santapan untuk orang-orang yang ada di masjid. Selain itu juga, dengan adanya platform-platform ini, kita juga dapat mencari pahala jariyah dengan melakukan donasi kepada pembangunan masjid atau pondok-pondok pesantren, yang membina para penghapal Al-Quran.

Kemudian, alangkah baiknya di bulan Ramadhan 1443 hijriah ini, kita dapat berlatih untuk memperbaiki tajwid Al-Quran. Pengetahuan ini bisa kita akses di internet baik itu berupa kelas tahsin online ataupun hanya sekedar menonton video dakwah di YouTube.

Yang tak kalah penting, juga tidak lupa agar kita memperhatikan kesehatan dan kebugaran digital (digital health and wellness), di mana kita harus mendahulukan kepentingan di kehidupan dunia nyata dan tidak selalu terpaku kepada gadget-gadget yang kita miliki. Selama beribadah di bulan Ramadhan, sebaiknya kita batasi penggunaan gadget yang kita miliki hanya sebatas sebagai kebutuhan saja, agar tidak selalu fokus kepada kehidupan didunia maya saja.

Untuk menjadi warga negara digital yang baik di bulan Ramadhan sangatlah mudah, asalkan kita dapat selalu memperhatikan hak dan kewajiban digital kita kepada orang lain. Pada akhirnya penulis berharap semoga pada Ramadhan 1443 Hijriah ini dapat menjadikan kita sebagai insan yang berakhlakul karimah dan senantiasa menjadikan diri kita penuh abdikan untuk mendapatkan ridho Allah SWT.



UBB Perspectives

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM