+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
05 Agustus 2008 | 06:49:11 WIB


Program Studi Teknik Mesin UBB Menghasilkan Kapal Isap Mini


Saat ini sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa Tambang Inkonvensional atau lebih populer disingkat TI, menjadi pilihan bagi masyarakat Bangka-Belitung untuk mengais rejeki. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa kegiatan TI dapat mendatangkan rupiah dalam waktu cepat, terkadang tanpa memperhatikan faktor keselamatan yang setiap saat mengancam jiwa mereka. Sebelum tahun 2006, kegiatan TI hampir sebagian besar berada di darat, namun dengan berjalannya waktu dan kegiatan TI semakin marak, maka mengakibatkan lahan/lokasi TI di darat menjadi sangat sulit untuk didapat, yang pada akhirnya mengalihkan perhatian para pemilik TI untuk menambang di kolong-kolong bahkan di laut dengan mengunakan peralatan yang seadanya dan tidak memenuhi standar keselamatan kerja.

Melihat fenomena di atas, maka Universitas Belitung melalui LPPM yang diturunkan kepada Program Studi Teknik Mesin, dengan segala kemampuan keilmuan yang dimiliki, mencoba melibatkan diri untuk membantu masyarakat dengan cara mendesain dan membuat peralatan penambangan di atas air (di kolong dan di laut) yang aman serta memiliki performa yang memadai dengan biaya yang terjangkau.

Tepat pada perayaan hari ulang tahun PT. Timah Persero Tbk. yang ke 32, tanggal 2 Agustus 2008, Program Studi Teknik Mesin Universitas Bangka Belitung telah berhasil membuat satu unit Kapal Isap Mini yang merupakan kerjasama PT. Tambang Timah dengan Lembaga Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)-UBB. Kapal Isap Mini yang dihasilkan ini diharapkan mampu menjadi media penambangan pasir timah di lepas pantai dengan mengutamakan keselamatan operator yang selama ini menjadi perhatian akibat banyaknya penyelam yang menjadi korban di bawah laut.

Kapal Isap Mini ini, tidak memerlukan penyelam seperti TI apung yang ada saat ini, karena sudah digantikan dengan alat pemberat serta pengarah yang dikendalikan oleh operator yang berada di atas tongkang. Disamping tidak memerlukan penyelam, kapal isap mini ini juga lebih stabil terhadap gelombang serta life time yang cukup lama bahkan kalau pemeliharaannya baik bisa bertahan hingga 3-4 tahun secara terus menerus dengan kedalaman penambangan sampai 15 meter di bawah permukaan laut.
Saat ini kapal isap mini tersebut telah selesai dan telah diujicoba, namun demikian pengembangan terhadap kapal ini masih akan terus dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja dari desain sebelumnya. Disamping itu PS Teknik Mesin terus mencari peluang-peluang kerja sama dengan instansi lain, saat ini Program Studi Teknik Mesin sudah ada tawaran dari Bapeda Bangka Tengah untuk pembuatan mesin kompos dengan ukuran (mesh) 4- 5 mm, yang akan segera dilaksanakan dalam bulan ini.

Kapal Isap Mini ini dirancang, dimanufaktur dan diriset oleh para dosen Program Studi Teknik Mesin. Keseluruhan waktu yang diperlukan mereka untuk menyelesaikan kapal ini adalah 20 hari disela-sela kesibukan dosen secara fungsional dan struktural di UBB. Program Studi Teknik Mesin sendiri adalah program studi dibawah Fakultas Teknik. Hampir semua dosen di Program Studi Teknik Mesin terlibat didalam pembuatan kapal isap mini ini, sementara yang lain masih berada diluar Bangka untuk mengambil studi lanjut. Sebagai informasi bahwa 40% dosen Teknik Mesin telah berstatus S2 luar negeri, sementara 30%nya sedang melanjutkan studi S2 di ITB dan UGM. Direncanakan 2 tahun mendatang, seluruh dosen telah memiliki jenjang S2 dan beberapa kandidat Doktor yang tentunya akan membawa Program Studi Teknik Mesin menjadi accredited dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang unggul dan diterima oleh masyarakat pengguna lulusan baik kalangan industri, pemerintah maupun swasta.

Source : BangkaPos hari Minggu, 03 Agustus 2008.

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective