+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
25 September 2008 | 15:38:53 WIB


Kevin Mitnick The Hall of Fame of Hacker Era 90an


The Condor, adalah sebuah hacker id yang menjadi The Most Wanted oleh FBI pada dekade 90-an. Beberapa catatan tentang the condor ini adalah Hacker yang paling sering dipublikasikan karena perkara kriminal : ditangkap kalima kalinya karena tuduhan kepemilikan 20.000 nomor kartu kredit curian, mencuri sistem opersi DEC (Digital Equipment Corp) secara ilegal, serta mengambil alih seluruh hub jaringan telepon New York dan California yang merupakan dua kota besar jantung bisnis Amerika bahkan dunia.

Whos the guy? dialah Kevin David Mitnick yang pada Tahun 1995 masuk menjadi Headline The New Yorks Times, sebuah surat kabar klas dunia, referensi bisnis dan informasi terkemuka. Di usainya yang relatif muda ia sudah melegenda, dan fotonya sering menjadi langganan poster FBI Most Wanted, karena terus menerus membuat kepanikan nasional di Amerika selama 15 Tahun.

Berulangkali tertangkap, namun setelah bebas, kehebohan baru yang lebih dahsyat dilakukannya, seolah-olah tidak pernah kapok. Hingga akhirnya The Discovery memberikannya gelar Hall of Fame of Hacker, karena dia adalah salah satu hacker yang istimewa, tidak hanya ahli dalam Software Hack, tetapi juga Hardware hack, sehingga tidak ada seorang hackerpun memprotes gelarnya itu.

Tapi kemampuan utama yang menjadi keistimewaannya adalah dari sisi Social Engineering yang sangat piawai, sehingga begitu mudah dia memperoleh berbagai data identitas dari seseorang. Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk menggali informasi. Akhirnya Februari 1995 menjadi hari kelabu bagi the condor , yang tertangkap setelah melalui pengejaran, tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya Internet, dengan bantuan seorang police hacker keturunan Jepang Tsutomu Shimomura.

Dan tampaknya ini menjadi hari keinsyafan seorang Mitnick, yang akhirnya lebih banyak berkarya untuk mengenalkan dunia Hacker bagi seluruh masysrakat IT, untuk memelihara sistem dari segala kemungkinan gangguan yang muncul, karya-karya Mitnick kemudian muncul menjadi karya Best Seller dalam bidang security, seperti buku The Art of Intrusion, The Art of Deception, Hardware Hacking dan The Fugitive Game..ternyata banyak cara untuk menjadi Terkenal..!

Sesungguhnya apa saja sih yang telah dilakukan oleh seorang Kevin Mitnick?, sehingga FBI sangat getol untuk menangkap dan menghentikan semua aktifitas Hacker yang dilakukannya Nggak tanggung-tanggung, ibarat Kamus Kapolisian kita, nangkap Bandar narkoba, harus pake jurus Pengedar Narkoba, maka FBI menjalin kerjasama dengan seorang Hacker keturunan Jepang bernama Tsutomu Shimamora dan menjadikannya sebagai seorang Police Hacker!

artikel ini tidak lebih sekedar pengungkapan sisi True Story seorang Hacker yang pada akhirnya justru menjadi inovator dalam pengamanan sistem jaringan baik hardware maupun software.

Kehebohan awal yang dilakukan Mitnick adalah dengan membobol komputer sekolahnya. Ia memulai keisengannya memasuki komputer lain dengan mendial-nya melalui komputer Radio Shack Tandy dan modemnya di sebuah toko komputer.

Setelah keberhasilannya memanfaatkan modem dalam menembus komputer lain, maka kemudian Mitnick lebih sering melakukan aktifitas phreaking, mengurai sistem jaringan telepon, sehingga di dapatkan kelemahan sistem tersebut. Keisengan phreaking, semula hanya sekedar ingin menelpon gratis hingga akhirnya mengisengi orang dengan mengubah status layanan telepon dan status pembayarannya.

Kemudian Tahun 1981, Kevin terlibat langsung dalam meng-hack komputer COSMOS (Computer System Mainstrem Operation) milik perusahaan telepon Pasific Bell di Los Angeles dan komputer tersebut merupakan sentral database telepon Amerika, sehingga Kevin menikmati udara segar di penjara sejak usia 17 Tahun, selama 3 bulan dengan masa percabaan satu tahun, di Los Angeles Juvenille Detention Center.

Pada tahun 1983, setelah bebas dari penjara anak, ia kembali masuk bui karena menjebol sistem Pentagon, melalui ARPAnet, dan kembali ia menghabiskan waktu selama 6 bulan di penjara anak Stockton, California. Tak lama setelah bebas, ia di tuduh masuk ke sistem TRW, sebuah perusahaan yang membangun teknologi untuk militer, telekomunikasi, dan sistem informasi penerbangan, dan kemudian ia menghilang.

Tahun 1987, Kevin semakin iseng, dan berurusan dengan persoalan Kartu Kredit, dan mencuri software di Santa Cruz Operation, dan akibatnya akhir tahun 1987, ia di hukum percobaan 36 bulan. Setelah bebas, bersama temannya Lenny
CiCicco, Mitnick menguji keahliannya dalam membajak software Sistem Operasi VMS milik Digital Equipment di Palo Alto, dan akhirnya ia tertangkap setelah Lenny mengaku dan menyerahkan diri ke Polisi.

Setelah bebas, kemudian Mitnick mulai menjalani hidup normal, dan bekerja pada sebuah perusahaan Mailing List di Las Vegas, namun itu tidak bertahan lama, karena pada tahun 1992, FBI mencurigai Kevin mengacak-acak sistem komputer Tel Tec Detective, tempat ia bekerja sebagai detektif partikelir, dan akhirnya ia mulai menjalani masa pelariannya yang cukup panjang dari satu kota ke kota lain.

Tahun 1994, ia membobol sistem keamanan di supermarket di San Diego, dan ternyata supermarket tersebut dikawal oleh seorang hacker yang juga diakui kepiawaiannya, seorang keturunan Jepang, Tsutomu Shimomura. Bulan Februari 1995, setelah melalukan serangkaian penyelidikan Tsutomu Shimomura berhasil melokalisir lokasi Mitnick di apartemennya di Raleigh, Nort Carolina, tepatnya tanggal 15 Februari 1995, Tsutomu dan FBI berhasil menangkap Mitnick.

Written By : Muhammad Adri di http://muhammadadri.net

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective