+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
13 Oktober 2008 | 16:23:17 WIB


SENI SUISEKI Ala PULAU BELITUNG


Seni suiseki meupakan goresan dari pahatan alam pada bebatuan yang memakan waktu yang sangat panjang sehingga membentuk sebongkah bebatuan menjadi unik dan mempunyai karakter, suiseki berasal dari bahasa jepang sui berarti air sedangkan seki artinya batu. Jadi unsur air didalam pembentukan batu sangat dominan, dan bebatuan jika dibasahi oleh air maka mempunyai karakter yang berbeda-benda, ada yang cepat mengering, meskipun dibasahi berulang-ulang kemudian ada batu yang tidak cepat kering sehingga bisa menampung air diatas permukaanya namun pada waktu basa hingga mengalami proses kering bebatuan ini terkadang berubah warna, pada saat menatap proses perubahan inilah para penikmat suiseki bisa merasakan proses dari alam dan menimbulkan imajinasi hingga melayang beberapa menit dan bisa menemukan keindahan dari alam yang ada pada karakter batu dan air itu sendiri seni bebatuan ini berasal dari Asia tengah, di - Tiongkok lebih dikenal dengan istilah shang-sek atau yah-sek Artinya, keindahan batu yang bisa dinikmati berdasarkan jenis dan makna luas. Jadi suiseki hanya sebagian dari seni bebatuan yang terdiri dari air dan batu itu sendiri.

Kali ini penulis mencoba menggali ketertarikan dari seorang pengumpul dan penggemar suiseki ia adalah Sun khiong yang lebih dikenal dengan panggilan kiong 39 tahun yang berasal dari pulau Belitung ditemui pada saat pameran Bongsai dan suiseki yang diadakan PPBI persatuan penggemar bonsai Indonesia di Jakarta city center, cukup banyak koleksi suiseki milik kiong ini jadi tidak heran hampir 200 kilogram berat bebatuan ini yang harus di pack kedalam kardus lalu diterbangkan dari pulau Belitung hingga sampai di arena pameran ini. Kebanyakan jenis batuan yang di bawa Kiong berjenis bebatuan mineral berupa batu besi dengan kadar besi yang rendah mempunyai karakter yang keras berwarna coklat kehitam-hitaman dengan bentuk-bentuk yang unik jika terkena lampu maka akan memantulkan cahaya, Umumnya bebatuan ini akan diselaraskan dengan tempat penataanya yang berupa pot yang terbuat dari keramik atau tembaga ditaburi pasir namun ada juga dengan kedudukan yang terbuat dari kayu sehingga bebatuan itu Nampak kelihatan indah dan gagah. Ketertarikan kiong berawal ketika menemukan sebongkah batu yang berserakan dipinggir pantai pulau Belitung seakan-akan tidak ada nilainya, namun ketika mengamati bentuk sebongkah batu itu ternyata bentuknya sangat unik dan berwarna. Sejak saat itu kiong berburu bebatuan yang ada disetiap sudut pulau Belitung, memang pulau Belitung ini banyak menyimpan berbagai jenis bebatuan mineral, dari batu granit, batu besi dan juga batu kapur maupun batu karang, untuk bebantuan granit banyak di jumpai dipesisir pantai-pantai yang menjadikan ornamen yang indah dari pantai-pantai yang ada di Pulau Belitung. Di awal mengumpulkan bebatuan, Sempat Kiong ditertwakan oleh beberapa rekan-rekan akibat dari hobi mengumpulkan batu yang unik ini, tapi kiong tidak patah semangat sebab bebatuan yang unik ini telah membuatnya ingin terus menggali karakter-demi karakter dari bebatuan itu sendiri yang mempunyai daya tarik seni tersendiri begitu menurut Kiong, sedangkan dari penggemar bonsai pulau Belitung Kiong disambut baik kemudian Kiong diikut sertakan pameran bonsai dan suiseki Asia pacifik di Bali pada tahun 2007. bebatuan alam yang dikumpulkan Kiong selama ini disambut baik oleh persatuan penggemar suseki Indonesia. kini Kiong tidak hanya hobi berburu suiseki, tetapi secara tidak langsung Kiong mempromosikan pesona pulau Belitung yang tidak hanya indah dengan pantainya namun pesona Suiseki juga sangat menarik yang berasal dari pulau ini. Begitu menurutnya.

Kiong yang keseharian ini membuka usaha toko kelontong di Jalan Jendral Gatot Subroto No 23 Tanjungpandan Belitung mempunyai cita-cita ingin terus menekuni seni suiseki dan ingin terus pameran. Semangat Kiong menggali pontensi kekayaan dari keindahan suiseki yang ada di pulau Belitung memberikan ilham bagi kita semua bahwa sebongkah batu yang merupakan sebagian kecil dari pesona Alam yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Written By : Ki Agus Wahyudi di Begalor.com

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective