+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
11 Februari 2009 | 13:05:18 WIB


Masakan Khas Pulau Belitung : Gangan Pelandok (Pelanduk / Kancil di Masak Kuah Kuning)




Pelanduk atau kancil nama ilmiah Tragulus javanicus adalah hewan menyusui mamalia sebangsa kijang yang kecil tubuhnya. Pelanduk adalah spesies rusa berkuku genap dari keluarga Tragulidae. Pada ukuran dewasa ukurannya sama dengan kelinci. Pelanduk berhabitat di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. di pulau Belitung sendiri Masyarakat menyebutnya Pelandok.

Pelandok di pulau Belitung hidup di kawasan hutan-hutan kecil namun belakangan ini pelandok sudah menjadi langka di pulau Belitung sebab habitatnya sudah terancam selain tempat bersarangnya berupa hutan telah berganti menjadi areal perkebuanan sawit dan tambang-tambang liar juga pemburuan pelandok dari masyarakat yang tidak terkontrol, konon pada masa pemerintahan kolonial Belanda pernah ada undang-undang pemburuan di pulau Belitung yang di Jalani sehingga pada bulan-bulan tertentu masyarakat hanya di izinkan untuk berburu ini dikarenakan agar mamalia ini tetap terjaga dari kepunahan.

Biasanya masyarakat akan berburu secara rombongan di bantu dengan anjing pemburu di malam hari, Anjing akan menggonggong apabila bertemu dengan pelandok dan segera berhenti berlari apabila mata pelandok terkena sinar lampu seketika itu peluru dari senjata pemburu di hujamkan ke mamalia pelandok ini.


Gangan darat pelandok (Pelanduk / Kancil di Masak Kuah Kuning)

Indonesia kaya akan ragam masakan Nusantara termasuk di pulau Belitung sendiri gangan darat pelandok adalah salah satu masakan khas pulau Belitung dengan racikan bubu-bubu Nusantara berupa kunyit, laos, kemiri, kencur, bawang putih, bawang merah, asam,cabe, garam, terasi ,singkong, serta pucuk daun nangka. Cara memasaknya didihkan air lalu masukan daging pelandok yang sudah terpotong kecil-kecil kedalam air mendidi, tunggu hingga daging menjadi lunak lalu masukan singkong yang sudah terpotong kecil-kecil, masukan bumbu gangan yang sudah di haluskan kemudian masukan daun nangka ini untuk menamba aroma dari rasa gangan darat ini. Tunggu hingga matang dan rasakan nikmatnya dari gangan pelandok.

Tapi bagi masyarakat Belitung yang berada di luar pulau Belitung sangatlah susah untuk mendapatkan daging pelandok, seperi Evi Hardianti wanita 27 tahun ini sudah tiga tahun lalu bekerja di Jakarta namun kesukaan memasak makanan khas pulau Belitung tidak bisa terpisahkan dari kehidupanya. "Makanan di Jakarta itu pada umunya serupa rasanya." Begitu tuturnya diselah-selah saat belanja di pasar tradisional Jembatan Merah Saharjo Jakarta, hari itu Evi membeli perlengkapan bumbu untuk memasak gangan darat ini. Dengan satu kilo daging sapi.

Daging sapi sebagai pengganti daging pelandok untuk memasak gangan darat, cuman daging sapi seratnya agak beda dengan daging pelandok daging pelandok hampir sama seperti daging itik agak kenyal. "Nah masakan gangan darat tidak mesti daging pelandok, bisa dengan daging sapi maupun ayam atau ikan." Ujar Evi sambil memasukan daging sapi kedalam wadah air yang sudah mendidih .

Penulis : Ki Agus Wahyudi di Begalor.com

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective