+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
01 April 2008 | 14:59:10 WIB


WISUDA II


Apa yang terjadi Sabtu 3 November 2007 lalu mungkin merupakan sebuah akhir pendidikan bagi sejumlah orang,tapi tidak begitu bagi institusi pendidikan berumur 19 bulan, ini adalah perayaan yang “ baru” kedua kalinya. Bertempat di Aula Polman Timah Kawasan Industri Air kantung Sungailliat, Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menelurkan tunas-tunas muda ke dunia nyata. Sebanyak 116 Wisudawan/ti resmi dinyatakan lulus dalam sebuah perayaan khidmat. Wajah penuh senyum tampak jelas di pagi itu diselingi rintik-rintik hujan. Inilah pesta akbar UBB, dalam tajuk Sidang Senat Terbuka Universitas Bangka Belitung Wisuda II. Perayaan ini sekaligus memvisualisasikan identitas sebuah semangat baru. Semangat yang lahir dalam wujud sebuah universitas muda.

Prosesi wisuda II dimulai pada pukul 8.45 ditandai dengan masuknya Ketua dan anggota Senat UBB ke Aula I Polman Timah. Rektor UBB sekaligus ketua Senat, Dr.Bustami Rahman,M.S. membuka Sidang terbuka UBB. Acara utama diantaranya pembacaan SK Yudisium dan jumlah wisudawan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FPPB) oleh Kartika, S.P dan pembacaan SK Yudisum Politekhnik Manufaktur Timah Universitas Bangka Belitung oleh Indra Feriadi,S.ST selanjutnya prosesi penyerahan ijazah Sarjana Pertanian, Diploma Tiga Perikanan dan Diploma Tiga Ahli Teknik Polman Timah UBB kepada para wisudawan/ti. Prosesi akhirnya berakhir dengan penutupan sidang senat terbuka oleh ketua senat pada pukul 11.50 WIB.

Mereka yang hari itu resmi menyandang gelar akademik berjumlah 115 orang berasal dari FPPB dan Polman Timah UBB. FPBB mewisudakan 22 orang mahasiswanya pada Program Studi S1 Pertanian dan Program Studi D3 Perikanan terdiri atas 3 wisudawan/ti. Sedangkan total wisudawan yang berasal dari Polman Timah UBB, untuk Program Studi Teknik Perancangan Mekanik berjumlah 18 orang, Teknik Perawatan Mesin berjumlah 50 orang, Serta yang berasal dari Prodi Teknik Elektronika berjumlah 23 orang.

Mereka- mereka yang terbaik dalam wisuda II ini diantaranya adalah Kusmah dengan lulusan IPK terbaik Sarjana Program Studi Agronomi Pertanian yakni IPK 3,61, lulusan IPK terbaik Diploma Tiga Program Studi Perikanan dengan IPK 3,62 yaitu Sukma Kurniati, serta lulusan tetinggi UBB Wisuda II tahun 2007 adalah Wistaria dengan IPK 3,72.


Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Biasanya setelah acara selesai dilakukan acara foto-foto bersama dengan orang tua, teman-teman serta suami/istri wisudawan/ti atau dengan pasangan wisudawan/ti. Dilakukan biasanya setiap akhir semester dalam kalender akademik baik semester genap maupun semester gasal (ganjil).( http://www.Wikipedia.com )


Dalam sambutannya, Rektor berharap, dengan bekal yang telah diterima, alumni mampu untuk melatih dan mengembangkan hard skill dan soft skill ke dalam dunia kerja. Beliau juga mengharapkan agar alumni UBB dapat memegang teguh prinsip, tidak mudah tergoda oleh lingkungan yang sesat, menolak setiap ajakan korupsi dan manipulasi, bekerja dengan disiplin dan mental bersaing yang tinggi. Dan tak kalah pentingnya, agar alumni UBB dapat menjaga nama baik dan terkenalnya UBB sebab menurut hasil kajian, lebih dari 50% reputasi sebuah Perguruan Tinggi dipengaruhi reputasi alumninya di pasar kerja.
Ir.Thobrani Alwi,M.S.M. selaku ketua Yayasan Pendidikan Bangka Belitung, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawan/ ti atas keberhasilan yang telah dicapai. Selain itu Beliau juga mengharapkan agar Rektorat dan seluruh civitas akademikka UBB dapat terus menerus meningkatkan kualitas baik secara keilmuwan, penyusunan program/ kurikulum, infrastruktur dan administrasi kelembagaaan dan menyongsong penegerian.
Sedangkan dalam sambutannya Gubernur kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Asisten I Gubernur mengucapkan selamat kepada para wisawan/ti sekaligus berpesan agar momen ini menjadi pemacu untuk memberikan yang terbaik di masa depan.
Para wisudawan/ti ini nantinya akan masuk dalam keanggotaan Ikatan Alumni UBB, dengan demikian hubungan mereka dengan almamater tercinta tidak sepenuhnya terputus, selain itu Ikatan alumni juga akan membantu mereka dalam mendapatkan Pekerjan. Wadah seperti ini memang diperlukan.
Wajah-wajah penuh keharuan menyeruak dalam ritual wisuda kala itu. Ada rasa yang beda sebab tak semua orang dapat menjumpai. Senat dengan toga kebesaran, choor UBB yang mengalun menghipnotiz undangan,dipermanis dengan penampilan penari-penari adat Bangka Belitung benar-benar sebuah ritulisasi penuh makna. Inilah pendidikan tinggi dengan karakteristiknya.

Senat Universitas merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi pada Universitas yang terdiri atas Guru Besar, Guru Besar Emeritus, Rektor, Pembantu Rektor, Para Dekan, Wakil Dosen Fakultas, Guru Besar sebagai Dosen Luar Biasa, Direktur Program Sarjana, Ketua lembaga di lingkungan Universitas dan pihak tertentu yang di pandang perlu yang keanggotaannya ditetapkan dengan surat keputusan Rektor. Senat Universitas diketuai oleh Rektor didampingi oleh seorang Sekretaris yang dipilih di antara anggota


Memberikan yang Terbaik
Mungkin kejelian melihat topik penelitian yang membuat gadis yang satu ini lulus dengan predikat terbaik. Dengan judul penelitian “Upaya Perbaikan Lahan Bekas Tambang Timah dengan Pemberian Amelioran Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jarak Pagar”, skripsinya mengena dan aplikatif. IPK nya tembus di angka 3,61 dengan predikat Cumlaude..
Dilahirkan di desa Air Bulin Kecamatan Kelapa Bangka Barat pada 5 Agustus 1984 Kusmah senang sekaligus tidak menyangka bakal berpredikat Cumlaude. “ Rajin dan serius mengikuti mata kuliah dan dukungan dari orang tua serta para dosen,” jawabnya ketika ditanya resep keberhasilan. Ia berencana untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya pada keluarga dan untuk kemajuan Bangka Belitung. Sungguh rencana yang mulia. Apa ada rencana ikut tes PNS?, “ ya” jawabnya singkat.
Baginya pendidikan adalah wadah pembentukan pola pikir dan sekaligus menambah link. Yang terakhir mungkin sangat berarti bagi seorang pemuda kelahiran Belinyu, 21 Mei 1977 ini. Ardam seorang mahasiswa sekaligus wirausahawan tahu betul bahwa jaringan atau link adalah faktor penentu keberhasilan dalam bisnis yang telah ia geluti sejak semester pertama hingga hari ini.
“Secara nilai (IPK 2,37-red) saya kurang puas, tapi dilihat dari usaha belajar saya puas,” ungkapnya. Tidak mudah bagi seorang untuk melakoni dua pekerjaan sekaligus. Satu sisi sebagai mahasiswa dengan SKS yang mesti dicapai, disisi lain menghidupi bisnis buah-buhan dan sayur mayur yang telah ia geluti sejak semester pertama hingga detik ini. Luar biasa memang.
Bicara rencana ke depan, Ardam mengungkapkan tidak tertarik mengikuti PNS . Ia mengakui dengan nilai IPK segitu akan sulit baginya menembus persyaratan administrasi. Ia sadar IPK-nya agak dibawah teman-teman seangkatannya. Baginya, wirausaha adalah jalan hidupnya dengan niat membuka lapangan kerja baru. Sebab era pasca timah, bidang pertanian adalah peluang sukses. “Bayangin aja, cabe harus kita datangkan dari Palembang padahal kita mampu tanam sendiri,” jelasnya lagi.
Kepada UBB, Ardam berharap agar biaya kuliah dapat terjangkau oleh calon mahasiswa,” istilahnya tidak dimurahkan tapi juga tidak terlalu mahal gitu,” kata dia. Selain itu UBB seharusnya dapat mengembangkan kemampuan kewirausahaan bagi para mahasiswanya. Karena biarpun ada mahasiswa yang pintar di kelas, tetapi pada prakteknya lemah. Apakah Anda berencana menikah?, “kalau rencana emang dari dulu,”jawabnya diplomatis sambil tertawa.
Kusmah dan Ardam adalah potret dua karakter yang berbeda. Mereka adalah sekian dari mahasiswa-mahasiswa yang menggantungkan kesuksesan hidup di UBB. Jalan meretas arti pendidikan berkualitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Akan ada banyak belukar berduri dan kerikil tajam di depan. Namun langkah tidak lah akan berhenti. Memberikan yang terbaik adalah keniscayaan. Seperti kata Rektor, “Tidak ada yang merasa dilebihkan dan dikurangkan, Bersaing saja secara fair dalam rangka mengejar visi bersama yang telah dibangun, Barang siapa mampu melakukan misi dengan baik pasti akan memperoleh hasil yang baik pula.” (Iksan).

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective