+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
04 Juni 2009 | 12:45:30 WIB


Pedagang Kerajinan Anyaman Di Pulau Belitong


Anyaman merupakan seni tradisi yang sudah ribuan tahun ada di bumi ini. Perkembangan Sejarah anyaman di Nusantara sama dengan perkembangan seni tembikar. Jenis anyaman pada masa Neolitik ( masa bercocok tanam ) kebanyakan menghasilkan tali berbahan berupa akar dan rotan.

Sore diperempatan kampung ujung Jalan Sriwijaya Tanjungpandan Belitung Johan lelaki 66 tahun ini membenahi kerajinan anyaman yang dibeli dari para pengerajin lain untuk di jual kembali ditoko sederhananya. Toko berdinding papan ini sebagian sudah tergusur untuk pelebaran jalan, Dulu Toko ini adalah Toko sembako kini berubah pungsi menjadi Toko kerajinan anyaman yang telah digeluti oleh Johan selama 23 tahun.

Kerajinan anyaman ini dibeli dari Penduduk dalam keadaan masih kasar namum Johan merapikannya kembali biar kelihatanya bagus dan kuat begitu menurut Johan, harga anyaman ini berkisar 3 ribu sampai 100 ribu rupiah, itupun terkadang tidak tiap hari laku, Johan akan dapat keuntungan apabila dibulan April pada saat ritual agama Khonghu Chu Cang Beng ( sembahyang kubur ) di pulang Belitung. Anyaman ini dibeli sebagai oleh-oleh sovenir dari pulau Belitung. Pembeli berasal dari RRC, Taiwan dan Hongkong begitu menurut Johan, umumya mereka menyukai Terindak ( penutup kepala ) sedangkan masyarakat Belitong sendiri membeli anyaman untuk keperluan alat-alat rumah tangga ataupun perlengkapan mencari hasil laut.

Bisnis anyaman di pulau Belitung semakin melemah sedangkan sektor produksi dari masyarakat semakin berkurang, terlebih-lebih nilai jual dari ayamam ini tidak banyak menguntungkan, bahan baku berupa tumbuhan untuk menghasilkan ayamam seperti bambu, rotan, lais semakin menipis lantaran hutan semakin berkurang, akibat dari pembukaan lahan untuk perkebunan sawit , pertambangan maupun pemukiman penduduk yang semakin bertambah di pulau Belitung.

Produksi Anyaman seharusnya tidak hanya sebatas untuk keperluan peralatan Rumah tangga ataupun perlengkapan untuk mencari penghidupan dilaut, namum seiring dari perkembangan sektor pariwisata di Pulau Belitung anyaman seharusnya menjadi komoditi kerajinan masyarakat yang punya nilai ekonomis yang tinggi. Kreatif dari masyarakat mengelolah berbagai kreasi anyaman sebagai hiasan untuk souvenir adalah ujung tombak dari menguatnya bisnis ini, demikian juga strategi promosi yang sangat diperlukan oleh Pemerintah daerah untuk mendorong dari berkembangkan industri Anyaman di Pulau Belitung ( Ki Agus wahyudi )




Penulis : Ki Agus wahyudi di Begalor.com



Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective