+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
28 September 2009 | 17:45:20 WIB


Kisah Mahasiswa UBB dari Kanada : The Dream Come True
















Menjemput Impian

Indah larik pelangi, seusai hujan membuka hari
Samar dirajut mega, garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh perjalanan
Bawa sebentuk cinta, menjemput impian

Desau rindu meresap, kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian

Kau dan aku, jadi satu
Arungi laut biru
Tak kan ada yang kuasa
Mengusik haluannya

Kau dan aku, jadi satu
Sambut datangku

Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masa
'Kan kubuat prasasti, dari tulusnya janji
Walau apa terjadi, tetap tegak berdiri

Kau dan aku jadi satu
Bersama kita jemput impian

Kla Project Menjemput Impian


About Me


Beberapa tahun yang lalu,seorang anak laki-laki berlari menghampiri selembar kertas pengumuman ditempel di papan pengumuman sekolah. Dilihatnya pengumuman tentang sebuah program yang dia tidak mengetahui apa maksud kegiatan itu. Terakhir ia membaca tulisan Pertukaran Pemuda di akhir halaman. Namun Ia masih tidak mengetahui maksud dari selebaran kecil tersebut. Tapi satu hal yang membuat ia tertarik tentang selebaran itu adalah pergi ke luar negeri, itulah yang menjadi impiannya waktu itu. Tapi dibenaknya pasti sangat sulit sekali memperoleh hal itu.

Beberapa tahun berjalan, ditengah aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa, ia telah melupakan impiannya itu. Tapi tanpa disengaja, melalui beberapa kenalan, ia menemukan jalan untuk sesuatu yang hampir terlupakan itu. Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada seolah telah menjadi mimpi untuk ia jalani.

Mimpi itu kini ia dapatkan. Berhasil ia gapai dan kini siap ia jalani. Tugas berat yang akan dijalani dalam beberapa bulan telah menanti untuk dituntaskan. Taruhannya adalah dirinya sendiri dan banyak hal yang sudah ia tinggalkan demi menjalani kegiatan ini. Kuliah, waktu bersama teman serta banyak hal lainnya. Di bawah dukungan keluarga, teman dan kerabat dekatnya, ia melangkah menuju jalan yang telah dipilih olehnya dan menggapai mimpi yang dulu ia impikan. Kini ia hanya bisa bersyukur atas karunia yang telah ia dapatkan. Bersyukur atas keluarga, teman dan kerabat yang telah mendukungnya sampai ia berhasil menginjak tanah Amerika Utara, Kanada.

Itulah sekilas tentang saya berkaitan dengan kegiatan yang saya jalani selama kurang lebih 5 bulan kedepan. Berawal dari keinginan kecil yang tak diketahui maknanya, sampai dengan impian yang besar yang tak setiap orang bisa dapatkan. Keberuntungan, sebagian orang menilai ketika saya mendapatkan program ini. Tetapi saya tidak setuju. Usaha, doa, jaringan kerja dan tentu saja kemauan serta kesadaran diri adalah jalan utama memperoleh program ini. Seseorang tidak akan mendapatkan apa yang ia impikan jika ia tidak berusaha. Dengan kata lain, usaha yang ia jalani juga berpengaruh dengan apa yang akan ia dapatkan. Saya berusaha untuk melakukan sesuatu dengan kesadaran saya sendiri, berusaha untuk bekerja tanpa mengharapkan keuntungan apapun serta dorongan diri untuk membantu sesama. Semuanya hanya untuk memperoleh impian, dan itu harus selalu dijalani.

Bekerja dan Lebaran di Truro, Kanada


Tiga minggu sudah saya bersama sembilan rekan saya dari Indonesia menetap di Kota Truro, Nova Scotia, Kanada. Lumayan banyak hal yang sudah saya dapatkan. Perbedaan kebudayaan merupakan hal yang signifikan yang saya dapat. Saya menemukan berbagai macam perbedaan kebudayaan yang tidak dapat saya temui di Indonesia dan tempat tinggal saya khususnya. Tinggal bersama keluarga The Galvins (Kim dan Krys Galvins) membuat saya belajar banyak tentang Kanada. Antusias mereka terhadap partisipan Canada World Youth patut diapresiasi tinggi oleh saya dan partner saya. Tak jarang pula saya menjelaskan tentang Indonesia kepada mereka. Timbal balik akhirnya terjalin antara dua kebudayaan yang bertemu dalam satu kehangatan rumah di 135 Victoria, begitu mereka menyebut alamat rumah mereka.

Minggu ke-2 saya tinggal di Truro, kami memulainya dengan orientasi komunitas. Banyak hal yang diberikan kepada kami, para partisipan, berkaitan dengan komunitas atau kota yang kami tempati. Banyak pembicara yang datang, yang sukarela berbagi ilmu tentang pengetahuan mereka akan kota ini.

Joanna, seorang pembicara yang enerjik, selalu menghumbar canda tawa adalah favorit bagi setiap partisipan. Berbicara tentang latar belakangnya membuat kami tertegun. Dia bekerja di bidang lingkungan dan satu hal yang menarik adalah sebenarnya dia mempunyai sifat pemalu, sama seperti saya. Tapi, semua berubah ketika ia mengikuti program yang sama dengan yang saya jalani saat ini, dan saya berharap saya akan mengikuti jejaknya suatu saat. Di akhir pertemuan dia mengundang kami untuk mengikuti event lingkungan tahunan kota, dan semua sangat tertarik.

Weekend ke-2 di Truro ditandai dengan event Welcome Party Community Farmers Market, sejenis pasar mingguan yang menjual berbagai macam kebutuhan dapur, dan hasil kebun, buka setiap hari sabtu pagi dari Juni hingga bulan Oktober, dan disinilah kami beraksi. Kami semua, para partisipan Indonesia, menampilkan salah satu tarian Indonesia yang sudah saya pelajari sebelumnya bersama sebagian teman-teman saya, Liko Pulo, sebuah tarian dai Nangroe Aceh Darussalam. Semua mata tertuju pada gerakan tarian kami, dan semua takjub, meskipun tidak semua gerakan tarian kami tampilkan. Akhir kegiatan semua peserta berkumpul di salah satu tempat wisata Kota Truro, Victoria Park. Tempat wisata perbukitan dengan berbagai macam pesona, air terjun, Pohon Mapple (khas Kanada), hingga padang rumput kecil yang segar dan nyaman.

Awal minggu ditandai dengan persiapan rencana setiap peserta untuk memasuki workplacement di berbagai tempat di Kota Truro. Saya mendapati Nova Scotia Agricultural College (International House) dan Wynn Park Villa sebagai tempat kerja magang saya selama di Truro. Senin saya berada di Wynn Park Villa, sejenis panti jompo, bersama rekan saya dari Kanada, David Dyck.
Bayangan awal yang membosankan tentang pekerjaan di tempat ini seakan hilang saat bertemu Gloria, wanita tua yang enerjik dan periang. Tubuh tuanya tak menghalang dia untuk bergerak laksana para pemuda-pemudi lain. Berbeda dengan teman-temannya yang harus menggunakan kursi roda dan tongkat untuk bergerak. Wynn Park Villa adalah panti jompo di Truro yang menggunakan sistem keamanan yang di atas standard. Menggunakan code door sebagai pengaman setiap pintu. Hal ini dikarenakan antisipasi pihak pengelola gedung untuk penghuni yang kabur atau keluar pada saat yang tidak tepat. Mini kamera di sisi luar gedung adalah hal lain di Wynn Park Villa yang menandakan kualitas yang tidak main-main di tempat ini.

Nova Scotia Agricultural College adalah salah satu Universitas di Truro. Bergerak di bidang pertanian dan biologi, Universitas ini merupakan satu dari Universitas terkenal di Nova Scotia selain Nova Scotia Community College. Mark Mason adalah supervisor saya dan rekan2 di tempat ini. kami mendapat project untuk membuat film pendek tentang NSAC dan Truro. Sangat menarik, dan inilah tantangan bagi saya dan tim. Secara keseluruhan, saya menikmati pekerjaan saya di kedua tempat ini dan juga pengalaman yang akan saya dapati tentu sangat berharga bagi saya nantinya.

Hari yang mengharukan datang pada saat Perayaan Idul Fitri 1430 Hijriah. Selesai sholat ied, para peserta dari Indonesia tidak dapat membendung air mata. Kami sedih karena tidak dapat berkumpul dengan orang-orang terdekat di hari yang special ini. Untungnya sedih tidak berlangsung lama, selesai sholat, kami meninggalkan mesjid menuju Victoria Park untuk merayakan Idul Fitri bersama-sama dengan peserta dari Kanada dan host family. Suasana riang gembira bertambah ketika group Antigonish berkunjung untuk merayakan Idul Fitri bersama. Semua bersuka cita di hari yang fitrah ini, dan di balik itu semua kami bertekad kuat untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi Indonesia. Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (Fardha Aal Syahrial_Peserta Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada 2009).

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective