+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
27 November 2011 | 00:13:48 WIB


Mengenal Lebih Dekat, Sang Duta Baca Indonesia Andy F Noya






Andy F Noya




Pembawaannya santai, sederhana, ramah, penuh semangat, dan selalu tampil percaya diri (PD) di dalam berbagai kesempatan. Penampilannya yang khas dengan rambut kribo sudah menjadi "ikon" dirinya pada sebuah program acara tv swasta " Kick Andy". Ya! Dialah Andy F Noya, Sang Duta Baca Indonesia yang terpilih menggantikan Tantowi Yahya yang sudah lima tahun menjadi Duta Baca Indonesia.

Terpilihnya Andy F Noya sendiri merupakan sebuah langkah yang tepat di tengah rendahnya minat baca masyarakat kita, yang pertumbuhan tingkat membacanya sangat minim dan sangat memprihatinkan.

Sebagai salah seorang publik figur , masyarakat tentu mudah mengenal sosok Andy F Noya, karena beliau memiliki karakter khusus, yang tidak dimiliki oleh semua orang. Sikapnya yang dingin, di tunjang oleh gaya komunikasi yang mampu membuat orang lain larut dalam nuansa emosi (tersenyum, tertawa, terharu dan bahkan menangis). Hal ini merupakan kunci utama kesuksesan dirinya sebagai seorang pembawa acara (host) "Kick Andy ".

Lahir dari sebuah keluarga sederhana 51 tahun lalu. Andy F Noya, biasa dipanggil Bung Andy menempuh pendidikan awal hanya sampai kelas empat Sekolah Dasar. Ceritanya, sewaktu kelas 4 tersebut, Bung Andy ditantang oleh gurunya, " kalau kamu sanggup menyelesaikan soal ujian EBTANAS kelas enam, kamu saya anggap lulus dari Sekolah Dasar ini, dan itu dibuktikan oleh Andy kecil, Dia sanggup dan lulus dari sekolah tersebut, padahal Andy kecil masih dibawah dua tingkat dari kelas enam.

Beliau sempat berpindah sekolah ketika menduduki sekolah tingkat pertama dan lulus SMA di Jayapura dan Jakarta. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sangat kuat, namun kendala keuangan menjadi titik awal bagaimana Bung Andy berjuang demi sebuah cita-cita, menjadi orang hebat. Sekali lagi Bung Andy dapat menyelesaikan studinya walau harus memutar otak agar bisa menyelesaikan kuliahnya tersebut. Setelah menyandang gelar sarjana, Bung Andy bergabung dengan beberapa media cetak ternama seperti Koran Tempo dan Media Indonesia, hingga akhirnya dipercaya membawakan Program Televisi khusus buat Andy F Noya " Kick Andy " di Metro TV setiap Jumat Malam.

Ketika ada yang bertanya, Apa yang memotivasi diri seorang Andy F Noya sehingga bisa seperti sekarang ini? Dia menjawab, Ibu dan Buku. Dari kecil dia selalu akrab dengan bahan bacaan, terutama buku dan surat kabar, Ibunya selalu membelikan bahan bacaan, yang setiap hari wajib di baca oleh Bung Andy.

Dari sinilah dia banyak belajar, bahwa dengan banyak membaca maka akan banyak informasi yang bisa didapat. Dengan informasi tersebut kita dapat menemukan jati diri kita sendiri, sejauh mana tingkat kelebihan yang sudah kita miliki, dengan kelebihan tersebut, kita akan mudah bersaing dengan orang lain, dan kenyataannya memang seperti itu.

Pada tanggal 14 November 2011 yang lalu, Andy F Noya hadir dalam Seminar Nasional "Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Munas IV Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB)" di Aston Marina Hotel Bangka Belitung.

Kehadiran Bung Andy pada acara tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta seminar, termasuk penulis sendiri yang hadir pada acara tersebut. Tepuk tangan peserta bergemuruh ketika sosok pria berperawakan sedang mengenakan kaos berkerah dengan topi menutupi rambut kribo itu memasuki ruangan seminar.

Sang moderator langsung memperkenalkan sosok tersebut, "Para peserta seminar sekalian, inilah dia Sang Duta Baca Indonesia, Bapak Andy F Noya", ucap moderator acara. Sorak penyemangat dan gemuruh tepuk tangan kembali bergema di ruangan diterangi lampu berwarna senja.

Profil singkat Andy F Noya dibacakan oleh moderator, yang kemudian mempersilahkan sang Duta Baca tersebut untuk memberikan pendapat dan tanggapan mengenai seminar pada hari itu. Tidak ada yang kelihatan kaku. Bung Andy yang menerima mikrofon dari moderator langsung berdiri menyapa para peserta.

"Apa kabar semuanya? , ucap Bung Andy. Serentak peserta seminar menjawab, "Baik ". lalu Bung Andy berkata "Saya sebenarnya kaget juga terpilih sebagai Duta Baca, saya berharap suatu saat terpilih sebagai Duta Besar, Tetapi malah terpilih menjadi Duta Baca dan ini lebih hebat dari Duta Besar ,"Serempak peserta seminar memberi applause kepada Bung Andy.

Tidak berapa lama Bung Andy langsung turun dari podium menuju ke arah peserta seminar, sambil bertanya, "Saya ingin bertanya kepada Ibu dan Bapak sekalian. Buku apa yang pernah Ibu dan Bapak baca?" . Sebuah pertanyaan yang kedengarannya sangat sederhana, tetapi sangat bermakna dan tajam. Satu per satu para peserta seminar di dekati Bung Andy, ada yang menjawab secara santai dan ada pula yang menjawab kelihatan ngarangnya. Bung Andy hanya tersenyum mendengar jawaban seorang Ibu saat itu.

Dalam acara seminar tersebut, beliau banyak bercerita mengenai tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam upaya memasyarakatkan budaya membaca di kalangan masyarakat kecil. Para tokoh tersebut merupakan orang biasa, tapi mereka merupakan pahlawan (Heroes) sehingga mereka layak di undang dan hadir pada program "Kick Andy" untuk menceritakan kisah perjalanan mereka.

Waktu satu jam yang diberikan oleh panitia penyelenggara terasa sangat singkat. Pada sesi terakhir, moderator yang menjadi nahkoda pada acara tersebut menyimpulkan apa yang telah disampaikan oleh Bung Andy.

Para peserta seminar yang sebelumnya duduk manis, mulai kasak-kusuk mencari kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Tanpa dikomandoi, satu per satu peserta seminar mendekati podium, kebanyakan peserta terdiri dari wanita sangat antusias memanfaatkan momen tersebut. Bung Andy hanya melepas senyum ketika diapit oleh lima wanita di kiri dan kanan. Saya sendiri hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka. Tidak ada pengamanan khusus yang diberikan kepada Bung Andy, semua berjalan apa adanya, tertib dan lancar.

Pada sesi terakhir, saya menyempatkan diri untuk ikut berfoto bersama Bung Andy. Kesan yang sangat ramah dan bersahaja, itulah gambaran dari sosok Andy F Noya. Selamat menjalankan tugas mulia ini Bung Andy, Semoga kedepan, Budaya Membaca Masyarakat Indonesia semakin berkembang. Amiin...





Foto bersama Andy F Noya

Penulis : Muktamarudin Fahmi
Pustakawan UBB

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective