+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
06 Maret 2008 | 13:01:50 WIB


Terseret Arus Globalisasi


Universitas Bangka Belitung harus menerapkan sistem pendidikan yang berbasis pada teknologi kemasyarakatan terutama untuk Bangka belitung, orientasi ini penting dimulai saat ini.” Jangan mengulangi kesalahan dari Universitas-universitas yang lain,mumpung UBB merupakan universitas muda,” ungkap Prof. Dr. Sofian Effendi. MPIA dalam acara Ceramah Ilmiah bertajuk “Menghadapi Komodikasi dan Liberalisasi pendidikan“ Senin (18/2) di rektorat UBB.


Ulasan ilmiah tentang globalisasi dan hubungan sebab akibat dengan liberalisasi perdagangan sektor Jasa termasuk pendidikan menjadi trend yang hangat dan membuka mata. Pada pembukaannya, Sofian mengungkapkan betapa Era Perdagangan Bebas telah memodikasi budaya pendidikan dari yang semula sebagai public service menjadi sebuah produk jasa yang dapat diperjualbelikan (tradeable services). Negara berkembang anggota WTO semacam setengah dipaksa untuk menandatangani General Agreement on Trade in Services (GATS) yang mengatur liberalisasi perdagangan 12 sektor jasa termasuk pendidikan. Artinya, negara tidak lagi punya kewajiban menyekolahkan penduduk Indonesia untuk bersekolah.

Ada banyak materi yang dipadatkan dalam ceramah ilmiah durasi empat jam tersebut. Acara yang dihadiri, Drs. H. Surady Soehoed. M.Si selaku ketua Dewan Pendidikan, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Prov Bangka Belitung. Dr. Bustami Rahman.M.S selaku rektor , para Wakil Rektor I,II, III dan IV, serta seluruh civitas akademika Universitas Bangka Belitung kemudian membawa beragam pertanyaan, terutama untuk UBB. Seperti apa nasib pendidikan ke depan ?, lantas apa yang harus diperbuat untuk menghadapi era liberalisasi pendidikan kini?.

Jawabannya menurut Sofian, ada empat strategi yang harus dilakukan. Pertama adalah pengembangan forum dan jaringan kerjasama regional dan internasional antar negara, kedua masyarakat indonesia harus bersikap terbuka dan positif terhadap perubahan ini, ketiga adanya pendekatan jaminan mutu dan akreditasi sesuai standar internasional, terakhir adalah meningkatkan sistem akreditasi nasional menjadi akreditasi regional.

Lalu bagaimana dengan nasib UBB ke depan ?, menurut mantan Rektor Universitas Gajah Mada dan juga Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia ini, UBB harus mengembangkan orientasi pendidikan ke arah teknologi kemasyarakatan. Hal ini sebagai upaya menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai dan berkemampuan tinggi. Caranya antaralain dengan memberdayakan Politeknik Manufaktur Timah UBB sebagai contoh atau role model untuk mengembangkan SDM yang benar-benar terampil dan berdaya guna. Bukannya mengenyampingkan fakultas dan jurusan yang lain. Tetapi hal ini sebagai upaya mengembangkan UBB menjadi universitas yang technology oriented. (Iksan_UBBPress

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective