+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
24 Maret 2008 | 09:53:44 WIB


Sosialisasi 210 km


Matahari baru saja beranjak ke derajat 30, ada kesibukan di ruang kantor BAAK Rektorat UBB. Sejumlah dosen hilir mudik, ada yang telah datang dan melengkapi amunisi, ada juga baru datang dengan deru mobil bersama selingan irama music house seakan mengatakan selamat pagi kepada semuanya. Surat Perintah Perjalanan Dinas baru saja ditandangani, booklet dan brosur berjejer rapi bersimpul tali di sudut ruang. Kardus berisi infokus dan subwoofer nampak diangkut kedalam mobil-mobil AVP. Hari ini, 3 Maret 2008, perjuangan baru saja dimulai. Semuanya bersemangat seakan ini perkara hidup mati, Wajah-wajah muda dan tua tampak bersemangat sama halnya dengan house music yang menyapa tadi.

Tak berlebihan mengatakan ini perkara hidup mati, sebab memang tak mudah merangkul juga membujuk sekitar 15.000 siswa siswi yang tersebar di tiap Sekolah Menengah Atas, Kejuruan dan MAN se Bangka Belitung_ data dinas pendidikan nasional propinsi babel 2006/2007 red. Belum lagi bersaing dengan institusi tinggi lokal dan luar. Para dosen ini adalah mata kail yang diharap ampuh di kandang sendiri. Harapan dibebankan ke atas mereka.Tim sosialisasi SPMB UBB berada di garda depan dalam program tahunan ini.

Mulai hari hingga Sabtu (8/03) nanti, mereka akan menyambangi 44 sekolah Menengah yang telah ditentukan. Sekolah yang dikunjungi tersebar dari Belinyu hingga Toboali. Tim berjumlah total 16 dosen dan dipecah dalam delapan bagian masing-masing terdiri atas dua dosen. Selama itu mereka akan berpromosi layaknya sales yang menjajakan barang dagangan di depan siswa siswi.

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi


Setelah menyiapkan berkas-berkas dan perlengkapan lainnya, salah satu tim sosialisasi terdiri dari Riwan Kusmiadi,S.T.P dan Khairiansyah, S.E.,M.M beranjak ke Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kelurahan Keramat Kecamatan Rangkui Pangkalpinang, Tiba pukul 09.00 WIB, tim langsung disambut Kepala Sekolah. Setelah berbincang sejenak, sosialisasi setuju diadakan di aula sebelah ruang kantor sekolah. Sejurus kemudian puluhan siswa-siswi berbondong masuk ke ruangan aula, tak lama setelah memasang sejumlah peralatan soundsistem dan infokus, acara dimulai.

Salam dan sapa Riwan Kusmiadi S.T.P salah seorang anggota tim mengawali perjumpaan. Sesi pertama dimulai dengan pemutaran video berdurasi 30 menit. Alunan musik rock menggelegar memecah suasana, lalu larut dalam adegan per adegan, slide per slide, monolog-monolog atraktif dan argumentatif. Strategi komunikasi dilancarkan secara massif dengan membagikan booklet UBB. Berharap arus informasi besar mampu menarik hati para siswa. Setelahnya, dilanjutkan dengan pemaparan apa itu UBB, prodi yang ditawarkan, keunggulannya serta terakhir sesi tanya jawab.

Pertanyaan pun mengalir dari sejumlah siswa, salah satunya mengenai penegerian UBB. Kapan UBB dinegerikan ?. Pertanyaan ini dijawab dengan singkat, “ Mudah-mudahan tahun ini.” Menurut Riwan, proses penegerian telah mencapai tahap akhir tinggal menunggu SK Presiden saja. Antusiasme siswa siswi menyiratkan ada perhatian dan ketertarikan tersendiri.

Hari kedua, selasa (4/03), tim sosialisasi menyambangi SMKN 1 kelas Bisnis dan Manajemen Pangkalpinang. Sekolah yang persis berada di depan rektorat UBB ini memberikan waktu sosialisasi perkelas. Meski tak sempat memutar video profile, strategi pembagian booklet cukup menarik perhatian. Hal ini tak mengurangi efektifitas sosialisasi. Sebab UBB adalah satu-satunya dan telah terbangun image yang positif di masyarakat. Jadi tak sulit menjelaskan panjang lebar isi dalam UBB. Selain itu faktor kedekatan juga menjadi kelebihan dalam sosialisasi ini.

Beranjak siang, dalam tim yang berbeda,tim sosialisasi terdiri atas Tamantono dan Tuparjono beranjak ke SMKN 3 Edotel kelas Perhotelan dan Tata Boga. Di tempat ini, juga diadakan pemutaran video profile UBB. Antusiasme siswa siswi juga cukup besar. Hal ini terlihat dari sejumlah pertanyaan yang diajukan. Penjelasan silih berganti juga membuat strategi komunikasi atraktif dan member warna berbeda. Sesekali terdengar tawa, riuh dan diam memperhatikan.Sebuah pertanyaan diajukan oleh salah seorang siswa, apa sesuai kelas perhotelan dan tata boga masuk menjadi mahasiswa UBB sedang berbeda latarbelakang ilmu?, Menurut Tamantono, apa yang didapat sekarang merupakan bekal dan kuliah nanti akan lebih memperluas lapangan pekerjaan mereka.” Contohnya, jika anda mampu membuat roti, meski nanti masuk jurusan manajemen, mereka bisa mengelaborasi kemampuan tersebut dengan membuka gerai makanan,” jelas Tamantono diplomatis.

Kata Mereka

Ada banyak hal yang terungkap ketika melakukan wawancara kecil dengan siswa siswi ini. Ketika bertandang ke SMAN 3 Pangkalpinang. Penulis mencoba berbincang dengan sejumlah siswa.

Rio Pasha, siswa kelas XII IPS 4 mengungkapkan rencananya untuk kuliah di UBB. Saat ditanya kehadiran UBB di Bangka, “ Bagus untuk Babel jadi dak de yang keluar untuk kuliah jauh,” katanya. Menurut Rio, kehadiran UBB menawarkan sesuatu yang baru dan beda. Hal ini mungkin karena UBB adalah satu-satunya Universitas yang ada di Bangka Belitung, dan beda karena ada banyak program studi yang bisa ditawarkan. Sesuatu yang baru dan beda memang tak jarang menarik perhatian orang.

Wulang P. Sakti siswa sekelas Rio, mengungkapkan keinginan yang sama untuk masuk UBB. Ia berencana memilih program studi Teknik Mesin. Agak melenceng memang dari jurusan SMA nya. Namun inilah salah satu keunggulan UBB, Wulang bisa masuk dengan melalui tes Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC). Jadi mereka yang punya keinginan kuliah meski beda latar belakang ilmu dapat tersalurkan.

Ia menyadari bahwa biaya untuk kuliah di luar Bangka sekarang semakin mahal. Selain itu faktor geografis karena jauh dari keluarga membuatnya berfikir dua kali untuk kuliah di luar. Tak aneh lalu UBB menjadi solusi terbaik, “UBB bagus untuk Bangka untuk pribumi apalagi ada Universitas Negeri,” lanjutnya lagi.

Kesan positif UBB ditengah masyarakat Bangka Belitung tak dapat dipungkiri. Salah seorang siswi, Umi Kalsum (16) yang berasal dari XII IPA 2 memandang UBB itu bagus untuk nasional dan internasional. Ia pun berharap UBB segera menjadi negeri,hingga bisa terpandang bukan hanya dari dalam tapi dari luar, terpandang dari segi pengajar maupun dari fasilitas yang ditawarkan.

Sedangkan menurut Espiansyah (17) yang akrab dipanggil Yoyok ini menyatakan bahwa kehadiran UBB bagus untuk calon mahasiswa. Alasannya dengan kuliah di UBB lebih menghemat biaya. Alasan senada dengan temannya diatas. Harapannya tak lain adalah penegerian UBB, sebab dengan status negeri UBB akan tambah kelihatan lebih maju.

Ketika bertanya mengenai minat mereka terhadap UBB. Salah seorang siswi, Feni Lestari (18) mengungkapkan bahwa semuanya tergantung motivasi diri sendiri ketika memilih sebuah universitas. “ Tergantung dari diri sendiri kalo ingin maju terserah dimana asal kita yang punya niat untuk maju,” pungkasnya. “ Sebagai orang Bangka, kalo ada (UBB-red) disini untuk ape jauh keluar, uang makan dak pake, orang tua dak perlu mikir uang perbulan.” Lanjutnya lagi mantap.

Siswi kelas XII IPS 2 ini juga berpanjanglebar, Menurutnya, sebagai universitas baru sisi positifnya sudah ada, rencana-rencana yang diungkapkan pun telah terealisasi seperti pembangunan gedung. Hal ini berari sudah ada pengorganisasian sebagai universitas baru.

Mencoba melihat perspektif lain, wawancara kecil juga diadakan di salah satu SMK terbesar di Pangkalpinang. Tepatnya di SMKN 1 Pangkalpinang di Jalan Merdeka berhadapan dengan gedung rektorat UBB. Ada kesan positif dari mereka. Tampaknya image branding telah terbangun dengan baik di memori mereka.

Rosita (18) siswi kelas III AP 1 mengungkapkan kesan positifnya terhadap UBB. "Senang karena hadirnya UBB, hal ini bisa dilihat dari bangunan, cuma fasilitasnya belum tahu", ungkapnya. Sedangkan Juni hayati (17 ) dari kelas yang sama mengungkapkan rasa penasarannya terhadap sistem informasi UBB. Ia mengaku tertarik dengan program pengenalan dan pelatihan internet yang ditawarkan oleh Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) yang terpampang dalam halaman terakhir booklet UBB.

Elfadel (18) siswi III AP 2 menyambut baik dan sangat mendukung kehadiran UBB di Bangka Belitung. Ia tertarik melihat Fakultas Teknik Mesin UBB,diantaranya karena tulisan mengenai dunia kerja dimana terdapat gambar-gambar industri mobil dan pesawat di booklet. “ Bila jadi negeri, saya ada rencana masuk,” ungkapnya polos.Kesan positif terungkap juga dari teman sebangkunya, Ayu Permatasari (17), “ UBB agak baguslah karena dalam proses negeri,”. Ia masih menunggu pertimbangan dari pihak keluarganya.

Minggu sosialisasi telah berakhir. Ada kepuasan tersendiri. Namun perasaan terbesar adalah harap-harap cemas. Namun melihat antusiasme dan kesan posistiv yang ditunjukkan. Tak salah bila berharap yang positive. Hasil kerja keras tim sosialisasi berbuah lebat. Mata kail ampuh menjaring sebanyak mungkin peminat.(Iksan_UBBPress).

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective