+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
17 Juli 2008 | 03:54:41 WIB


Ingin Menjadi Sarjana Perikanan dengan Prospek yang sangat Menjanjikan?


Program Studi Perikanan Universitas Bangka Belitung Wilayah Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) terdiri dari lautan dan daratan, dimana luas wilayah daratan 16.281 Km2 dan perairan laut 65.301 Km2, data ini berarti wilayah daratan hanya dari luas wilayah laut. Selain itu kepulauan Bangka Belitung memiliki jumlah pulau 253 buah yang terdiri 2 pulau besar dan 251 pulau kecil dengan panjang pantai sebesar 1.200 Km. Pulau Bangka memiliki banyak perairan darat yang berupa kolong (bekas penambangan timah) sejumlah 589 kolong dengan luas 2.488,91 Ha. Dengan melihat potensi yang dimiliki oleh kepulauan Bangka Belitung tersebut sektor kelautan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Anugrah atau potensi yang besar ini diharapkan dapat menjadi modal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumberdaya manusia (SDM) yang cakap dan handal adalah sebuah harapan untuk dapat mengelola potensi tersebut. Permintaan pengelolaan maksimum yang berkelanjutan dan ramah terhadap lingkungan, agar dapat dinikmati sekarang dan generasi selanjutnya, menjadikan seorang sarjana perikanan sebagai SDM yang tepat.

Program Studi Perikanan, dengan kurikulum perkuliahan khusus di bidang pengelolaan potensi perikanan dan kelautan, membekali pengetahuan umum perikanan dan mengarahkan mahasiswa untuk dapat menjadi sarjana dengan spesifikasi SDM yang cakap dibidang ilmu kelautan atau manajemen sumberdaya perikanan.

Pengetahuan Umum Perikanan :

  • Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan. Pengenalan mengenai ruang lingkup kajian kelautan dan perikanan seperti lingkungan perairan, pesisir dan laut, badan perairan, sumberdaya perikanan seperti pengelolaan sumberdaya perikanan melalui penangkapan dan budidaya, serta keberadaan lembaga yang terkait terhadap kehidupan masyarakat pesisir dan perikanan

  • Oseanografi Umum. Memiliki wawasan tentang aspek kelautan seperti biologi, fisika kimia, dan geologi laut, serta peralatan yang digunakan untuk perolehan data oseanografi

  • Widya Selam. Memiliki kemampuan memahami teori penyelaman bawah air dan mampu praktek menyelam sebagai penunjang kemampuan untuk penelitian sumberdaya perairan. Adapun foto-foto kegiatan selam dan snorkling beberapa diantaranya telah dipublikasikan dalam rangkaian kegiatan ekspedisi terumbu karang Universitas Bangka Belitung, Klik / Lihat Expedisi Terumbu Karang Bangka Belitung

  • Ikhtiologi. Diharapkan mampu memahami tentang organ tubuh ikan dan fungsinya, sistematika, serta pengenalan ikan ekonomis penting

  • Avertebrata Air. Mengetahui hewan-hewan air yang tidak bertulang belakang mengenai struktur dan peranannya

  • Ekologi Perairan. Mampu memahami mengenai hubungan timbal balik antara biota air dengan lingkungannya, faktor pembatas, suksesi kehidupan di perairan, ciri khas ekologi laut tropis, prinsip ekologi, interaksi antar habitat baik pada terumbu karang, padang lamun, rumput laut, dan hutan mangrove

  • Biologi Perikanan. Memahami lebih jauh mengenai regenerasi ikan dari mulai reproduksi, telur sampai menjadi induk

  • Biologi Laut. Memahami lebih jauh mengenai keanekaragaman flora dan fauna di laut dan pesisir serta zona-zona ekologinya, metode perhitungan dan analisis secara kuantitatif mengenai biologi laut

  • Plankton. Memahami lebih jauh mengenai klasifikasi dan distribusi biota-biota di perairan yang ukurannya kecil mulai yang terbawa arus perairan sampai yang bisa berenang sendiri, struktur komunitas dan peranan plankton di perairan

  • Meteorologi laut. Memahami tentang komponen meteorologi seperti cuaca dan iklim yang berpengaruh terhadap kehidupan perairan laut

  • Pencemaran. Memahami lebih jauh mengenai komponen bahan yang merusak dan mencemari kehidupan biota-biota di perairan, sumber dan karakteristik bahan pencemar, proses, indikasi, dampak, serta konsep pengendalian pencemaran perairan

  • Dinamika Populasi Ikan. Memahami lebih jauh mengenai pertumbuhan dan perkembangan individu ikan, pendugaan stock, kelompok umur tertentu dari ikan, serta mortalitas ikan sebagai langkah awal pengetahuan untuk pengelolaannya

  • Metode Penangkapan Ikan. Memahami lebih jauh mengenai jenis-jenis alat tangkap, metode penangkapan ikan berdasarkan jenis dan habitatnya.


Peminatan Keilmuan :
  1. Ilmu Kelautan
    • Oseanografi Kimia. Memahami lebih jauh mengenai jenis dan komposisi senyawa kimia di laut dan hubungannya dengan pengelolaan sumberdaya hayati laut

    • Penginderaan Jauh. Memahami lebih jauh mengenai perambatan panjang gelombang sinar untuk memperoleh dan menganalisis data citra satelit dan foto udara untuk mendapatkan informasi sumberdaya kelautan dan perikanan seperti laju sedimentasi, luasan terumbu karang, hutan mangrove, mendeteksi upwelling, front dan zona penangkapan ikan

    • Akustik Kelautan. Memahami lebih jauh mengenai perambatan gelombang suara pada medium air, penghamburan, penyerapan, dan pantulan gelombang suara, echo, noise, metode analisis data di perairan dengan menggunakan peralatan sonar, echosounder, dan fishfinder untuk mendapatkan informasi sumberdaya kelautan dan perikanan seperti mengukur kedalaman perairan, kepadatan plankton dan ikan

    • Instrumentasi Kelautan. Memahami lebih jauh mengenai karakteristik, fungsi dan aplikasi komponen dasar elektronik dan sensor mekanik untuk pengukuran parameter-parameter di pesisir dan laut

    • Hukum Laut. Memberikan wawasan mengenai peraturan-peraturan dan ketentuan hukum dalam pembangunan sektor perikanan, zona laut daerah, Zona Ekonomi Eksklusif, dan laut bebas

    • Oseanografi Fisika. Memahami lebih jauh mengenai sifat fisika di laut, persamaan gelombang, arus air, pasang surut air laut, serta hubungan pergerakan atau hidrodinamika air laut untuk dimanfaatkan dalam pembangunan di pesisir dan laut

    • Pemetaan Sumberdaya Hayati Laut. Memahami lebih jauh penyajian data dalam bentuk peta mengenai sumberdaya hayati laut baik klasifikasi peta, skala, proyeksi peta, serta unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah peta

    • Praktek Laut. Memahami lebih jauh mengenai metode pengambilan data penelitian di pesisir dan laut, menganalisis dan menginterpretasi data hasil survey

    • Geologi Laut. Memahami lebih jauh mengenai aspek-aspek material organik dan an-organik seperti sumber material, proses geologi tentang lapisan batuan dan sedimen di laut

    • Biodiversity Ekosistem Terumbu Karang. Memahami lebih jauh mengenai keanekaragaman sumberdaya terumbu karang seperti atoll, terumbu karang tepi, dan terumbu karang penghalang

    • Manajemen Tata Kelola Kepulauan Terpadu. Memahami lebih jauh mengenai penataan ruang pesisir, karakteristik pulau-pulau kecil, pedoman pengelolaannya, serta penegakan hukum sampai pada kebijakan investasi

    • Pengelolaan Kawasan Wisata Air. Memahami lebih jauh mengenai klasifikasi dan karakteristik kawasan wisata air serta pengelolaannya

    • Konservasi Sumberdaya Hayati Perairan. Memahami lebih jauh mengenai komponen ekologis yang harus dilindungi dan dilestarikan dalam rangka pengelolaan sumberdaya di pesisir dan laut

    • Eksplorasi Sumberdaya Hayati Laut. Memahami lebih jauh mengenai distribusi sumberdaya hayati laut, serta pencarian sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis di suatu wilayah

    • Sistem Informasi Geografis (SIG). Memahami lebih jauh mengenai komponen SIG termasuk input data, software SIG, penyimpanan data dan pemanfaatan SIG dalam bidang kelautan dan perikanan

  2. Manajemen Sumberdaya Perairan
    • Budidaya Perairan. Memahami lebih jauh mengenai biota yang bernilai ekonomis untuk dibudidayakan, sistem budidaya, komponen sistem, serta permasalahan budidaya

    • Produktivitas Perairan. Memahami lebih jauh mengenai produktivitas primer dan sekunder baik perairan tergenang maupun mengalir, cara pengukuran dan komponen penyusunnya sebagai penduga kesuburan perairan

    • Sumberdaya Hayati Ikan dan Non-ikan. Memahami lebih jauh mengenai pengelolaan serta distribusi ikan dan non-ikan yang bernilai ekonomis serta habitatnya

    • Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (amdal) Perairan. Memahami lebih jauh mengenai prosedur pelaksanaan studi Amdal, metode identifikasi dampak penting, dan penyusunan pelaporan dokumen Amdal

    • Manajemen Sumberdaya Perairan. Memahami lebih jauh mengenai evaluasi potensi sumberdaya perairan, kesesuaian habitat, antisipasi pencemaran, rehabilitasi dan pengendalian dalam pengelolaan sumberdaya perairan

    • Ekonomi Pariwisata Perairan. Memahami lebih jauh mengenai teknik penilaian lingkungan untuk pariwisata, serta kasus-kasus pariwisata perairan dalam mendukung pembangunan

    • Hukum Perikanan. Memahami lebih jauh mengenai peraturan-peraturan dan ketentuan hukum dalam pembangunan sektor perikanan

    • Konservasi Sumberdaya Hayati Perairan. Memahami lebih jauh mengenai komponen ekologis yang harus dilindungi dan dilestarikan dalam rangka pengelolaan sumberdaya di pesisir dan laut

    • Manajemen Tata Kelola Kepulauan Terpadu. Memahami tentang pengelolaan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan memperhatikan kepentingan stakeholder (pengguna daerah). Menjadikan pemanfaatan maksimum yang lestari atas sumber daya yang berada di daerah kepulauan

    • Pengelolaan Kawasan Wisata Air. Memahami lebih jauh mengenai klasifikasi dan karakteristik kawasan wisata air serta pengelolaannya


Dunia Kerja :
  • Pegawai Negeri :
    Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Departemen Pertanian (Deptan), Departemen Kehutanan (Dephut), Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kantor Lingkungan Hidup (KLH), Pemerintah Daerah (Pemda)

  • Swasta :
    Wirausaha, Lembaga Swadaya Masyarakat, Konsultan Kelautan dan Perikanan, Perusahaan Perikanan, Lembaga Legislatif

  • Pendidikan dan Penelitian :
    Guru Perikanan, Dosen Perikanan, Lembaga Penelitian

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective