+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel Feature UBB

Universitas Bangka Belitung's Feature
28 Juli 2008 | 03:17:44 WIB


Hobbit Indonesia Lebih Mirip Kera daripada Manusia?


Masih ingat dengan fosil manusia Hobbit di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ? Sampai kini perdebatan di kalangan ilmuwan belum jua berakhir. Temuan fosil tahun 2003 silam itu awalnya oleh ahli palaentologi Indonesia, Teuku Jakob, diklaim sebagai komunitas yang terkena penyakit mikrosepali sehingga perkembangan tubuhnya terhambat. Kalangan ilmuwan lain mengklaim Homo floresiensis adalah spesies manusia tersendiri, bukan korban penyakit.

Lebih Mirip Kera

Belum lama ini Matthew Tocheri dan timnya dari Smithsonian Institution, Washington, mengemukakan bahwa pergelangan tangan Hobbit lebih mirip kera daripada manusia.

Tim Tocheri menganalisa tulang pergelangan tangan Hobbit yang menurutnya primitif, berbeda dengan kebanyakan tulang manusia modern. Bahkan jauh dari jenis “sepupu” evolusinya yang kini sudah punah, Homo neanderthalensis.

“Yang paling jelas adalah tulang pergelangan tangan Hobbit bukan masuk dalam kelompok manusia modern atau Neanderthal. Jenisnya justru sama dengan yang kita temui pada manusia purba, Homo habilis seperti Australopithecus yang terkenal sebagai fosil Lucy. Kesamaan juga dijumpai pada jenis simpanse dan gorila masa kini,” ungkap Tocheri kepada BBC News.

Fosil Hobbit berusia 18.000 tahun ini digali dari situs Liang Bua, NTT dan cukup menggemparkan dunia sains. Ilmuwan awalnya yakin bahwa manusia dengan tinggi hanya satu meter ini berukuran cebol karena kekurangan gizi dan bahan makanan. Spesimen ini dinamai Hobbit, sesuai dengan tokoh ciptaam JRR Tolkien dalam trilogi Lord of The Ring. Ada juga kalangan ilmuwna yang berpendapat jenis ini berukuran tubuh kecil karena mengidap penyakit mikrosepali. Tapi jangan salah, konon kabarnya spesies ini masih hidup di pedalaman NTT sana dan tidak mau berhubungan dengan orang luar.

Source : NetSains

Feature UBB

Berita UBB

UBB Perspective