Mahasiswa Agribisnis Sukses Bikin Delapan Buku Media Cetak dan Televisi

SUKSES MEMBIKIN BUKU -- 44 mahasiswa Prodi Agribisnis UBB sukses membikin delapan  buku tentang jurnalistik media cetak dan televisi. Buku itu disusun dari praktik dan kuliah lapangan di Harian Pagi Bangka Pos dan TVRI Bangka Beelitung. Tampak dalam gambar mereka menunjukkan hasil karyanya di ruang kerja UBB Press.

MERAWANG, UBB --  Usia boleh muda,  tapi soal meraih  prestasi jangan disepelekan.   Boleh jadi  ungkapan  ini cocok untuk disematkan kepada 44 mahasiswa semester 2 Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi (FP2B) UBB. 

Apa pasal?  Nah, meski tercatat  baru setahun lebih diterima dan  duduk di bangku perguruan tinggi,  mereka ternyata sudah mampu membikin  delapan buku teks.  Tak sembarangan, buku teks itu   tentang jurnalisme media cetak dan televisi.

“Buku ‘gres’ itu terhasil dari praktik atau kuliah  lapangan tentang komunikasi massa  Maret lalu.  Masing-masing 22 mahasiswa  di Harian Pagi Bangka Pos-Kelompok Kompas Gramedia (KKG), dan Televisi RI Stasiun Bangka Belitung,” terang Eddy Jajang J Atmaja, dosen pengampu matakuliah Komunikasi di UBB,  Kamis  (03/08/2017) pagi.

Mata kuliah Komunikasi yang diberikan punya bobot tiga satuan kredit semester (sks), mensyaratkan mahasiswa melaksanakan praktik lapangan.  Agar mahasiswa memiliki perspektif dan pengalaman  yang lengkap, pengampu mata kuliah memutuskan  memilih industri media cetak (print media) dan televisi.  

“Logika akademisnya bahwa Bangka Pos dan TVRI itu  mewakili media cetak dan televisi arusperdana di Bangka Belitung.  Kedua media punya ‘gatekeeper’ (penjaga gawang-red) yang ‘mumpuni’ dan mampu membagikan pengalaman jurnalistiknya  kepada mahasiswa kami,” tukas Eddy Jajang.

Praktik atau kuliah lapangan berlangsung seharian penuh di Ruang Redaksi TVRI Bangka Belitung di Perkantoran Pemprov Babel, Air Itam, Pangkalpinang,   27 Maret.   Mahasiswa Agribisnis  UBB mendapat banyak  masukkan seputar media televisi dari Kepala Seksi Berita Emerzon, Kasi Teknik M Ali Tuahuns dan Kasi Program dan Pengembangan Usaha Marjoni.

Tiga hari berikutnya, 30 Maret,  mahasiswa Prodi Agribisnis  UBB diterima Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred) Bangka Pos Syarief Dayan, News Manager Dodi Hendriyanto dan Koordinator Liputan Khusus (Korlipsus) Ismet Siregar,  di Ruang Redaksi Bangka Pos, Jalan KH Abdurrahman Sidik- Pangkalpinang.

“Dari Bangka Pos mahasiswa kami banyak memeroleh informasi  seputar  kebijakan redaksional, bisnis, teknik pembuatan berita, sejarah Bangka Pos,  dan  sirkulasi  koran KKG di Bangka Belitung. Termasuk diajak masuk  ke ruang percetakkan, dan menyaksikan langsung  bagaimana koran dicetak,” ujar Eddy Jajang.

Dari kuliah atau praktik lapangan di kedua media  itu,   44 mahasiswa Prodi Agribisnis berhasil menyusun delapan buku teks.  Masing-masing empat buku tentang TVRI Bangka Belitung, dan empat buku lainnya tentang Harian Pagi Bangka Pos.

Empat buku tentang TVRI Bangka Belitung  berjudul “Bisnis Pertelevisian TVRI Bangka Belitung”,  “Kebijakan Redaksional TVRI Bangka Belitung”, “Media Massa Membedah TVRI Bangka Belitung” dan “Teknik Pembuatan Berita TVRI Bangka Belitung”.

Sementara  empat buku dari praktik lapangan di Harian Pagi Bangka Pos, berjudul “Strategi Bisnis Bangka Pos”,  “Sejarah Bangka Pos”,  “Teknik Pembuatan dan Penulisan Berita”, dan “Mengupas Lingkup Redaksi  Bangka Pos”. Kedelapan buku teks itu telah diserahkan dan menjadi koleksi  Perpustakaan UBB.

Satu Bulan Mampu  100 Halaman

Banyak reaksi mengejutkan  dari mahaswa Agribisnis UBB terhadap keberhasilan  mereka  yang  dalam waktu singkat  mampu   mempoduksi delapan  buku teks; gabungan teori dan praktik lapangan,  baik  di Harian Pagi Bangka Pos maupun di  TVRI Bangka Belitung.

“Luar biasa! Rasanya tak percaya, hanya dalam tempo satu bulan ternyata  kami mampu menyelesaikan buku dengan tebal seratus halaman.  Mustahil, tapi inilah  kenyataannya. Ini semua berkat kerjasama antarmahasiswa anggota tim,” ujar Sumarko,  yang timnya beranggotakan tujuh orang dan berhasil memproduksi buku berjudul “Teknik Pembuatan  dan Penulisan Berita ”.

Komentar senada datang dari Rinal Wahyu (Ketua Kelas Agribisnis B).   Menurut pria kelahiran Sumatera Utara ini, ia  bersama tujuh rekannya sukses membikin buku berjudul “Bisnis Pertelevisian TVRI Bangka Belitung” setebal 67 halaman, hanya dalam tempo dua minggu.

“Awal membuat buku itu terus terang  kami mengalami kesulitan.  Tetapi setelah dibimbing Pak Eddy Jajang... eh ternyata mudah; tak sesulit dibayangkan. Terus,  bagi kami  ini pekerjaan yang menyenangkan,” ulas Rinal.

Ia menambahkan banyak manfaat yang ia dan rekan mahasiswa lainnya peroleh ketika menyusun buku jurnalistik pertelevisian.  Salah satu di antaranya adalah bagaimana teknik menulis dalam hal menggabungkan teori dan praktik pertelevisian.

Sementara itu Nouval Nofrianto (Ketua Kelas Agribisnis A) --  yang  mewakili enam rekannya – mengaku tak percaya mereka ternyata  mampu  ‘melahirkan’ sebuah  buku berjudul  “Teknik Pembuatan dan Penulisan Berita” setebal 106 halaman. 

“Selama ini, terus tarang,  kami kira sulit  untuk membuat buku itu.  Tapi setelah dikerjakan  eh...ternyata  justeru sebaliknya:  menyenangkan,  dan  merupakan  pengalaman yang tidak terlupakan,” ujar Nouval, menambahkan buku mereka rampung setelah tiga minggu digarap bersama.

Beta tipis dengan Nouval, komentar datang dari  Fitri Yolanda Agustin.  Mewakili empat rekannya, Fitri dan rekan yang sukses ‘membidani’ buku berjudul “Mengupas Lingkup Harian Pagi Bangka Pos” mengaku banyak ilmu mereka peroleh dari praktik dan kuliah lapangan di harian milik KKG itu.

“Sekarang kami mengenal banyak hal dari sisi-sisi jurnalistik praksis.  Semula kami merasa tak mampu membuat buku tentang media massa cetak.  Apalagi tugas dari dosen lainnya banyak.  Tapi setelah diberi  kunci-kuncinya, teknik membuat buku itu membuat kami sukses  melahirkan buku tersebut,” ujar Fitri (Eddy Jajang Jaya Atmaja)

 

 
Universitas Bangka Belitung
Dikembangkan oleh BAPSI| Universitas Bangka Belitung.