+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
27 Februari 2012 | 15:19:20 WIB


GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN


Ditulis Oleh : Devi Valeriani, S.E., M.Si

Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru saja melaksanakan hajatan besar, yaitu pemilihan Gubernur periode 2012 -2017. Penduduk yang telah mencukupi batas umur pemilihan, memiliki hak suara dan menentukan pemimpinnya untuk limatahun kedepan.Namun apakahposisi penting penduduk dipikirkan oleh para calon kandidat dalam mereka menyusun berbagai program pembangunan ?

Mengutip dari pemikiran Aris Ananta, "Pembangunan berwawasan kependudukan adalah pembangunan yang memihak penduduk , penduduk sebagai titik sentral pembangunan dan memberdayakan penduduk tidak saja sebagai pelaku (subyek), tetapi sekaligus sebagai obyek pembangunan yang menikmati hasil pembangunan secara adil sesuai sumbangannya yang profesional ".

Mengapa kita sangat perlu fokus terhadap masalah kependudukan?


Masalah kependudukan sangatlah kompleks dan menyeluruh karena semua aspek yang menyangkut penduduk ada dalam kependudukan. Untuk mencapai tujuan kebijakan pembangunan kependudukan, kita harus menerapkan beberapa sasaran yang meliputi :penurunan jumlah penduduk, peningkatan kesejahteraan penduduk, peningkatan produktivitas penduduk, penurunan tingkat kelahiran , peningkatan kesetaraan gender, peningkatan keseimbangan persebaran penduduk, tersedianya data dan informasi pembangunan dan kependudukan, serta terselenggaranya administrasi kependudukan nasional yang terpadu dan tertib.

Sebenarnya sudah lama didengung-dengungkan mengenai penduduk sebagai subjek dan objek pembangunan, mengenai pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, atau pembangunan bagi segenap rakyat.Sudah saatnya tujuan tersebut diimplementasikan dengan sungguh-sungguh jika tidak ingin mengalami krisis ekonomi yang lebih hebat lagi pada masa mendatang. Dengan demikian indikator keberhasilan ekonomi harus diubah dari sekedar GNP atau GNP perkapita menjadi aspek kesejahteraan atau memakai terminology UNDP yaitu Indeks Pembangunan Manusia (HDI), Indeks Kemiskinan Sosial (HPI) dan Indeks Pemberdayaan Gender (GEM), dan sejenisnya. Memang, mempergunakan strategi pembangunan berwawasan kependudukan untuk suatu pembangunan ekonomi akan memperlambat tingkat pertumbuhan ekonomi. Namun, ada suatu jaminan bahwa perkembangan ekonomi yang dicapai akan lebih berkesinambungan. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi hanya akan membawanya pada peningkatan ketimpangan pendapatan. Industrialisasi dan liberalisasi yang terlalu cepat akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi sekaligus juga meningkatkan jumlah pengangguran dan setengah menganggur.

Hasil sensus penduduk 2010 menyatakan jumlah penduduk Bangka Belitung sebesar 1.223.048 jiwa. Dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 3,15 % berada diatas laju pertumbuhan penduduk nasional yang hanya 1,49 %. Laju pertumbuhan yang tinggi bisa berdampak negatif bagi pembangunan, seperti sulitnya meningkatkan kualitas SDM, sulitnya memberikan kesehatan dan pendidikan yang optimal. Selain itu ledakan jumlah penduduk juga memberikan kontribusi buruk terhadap terjadinya kerusakan lingkungan, terancamnya ketersediaan lahan, pangan dan juga energi. Kemajuan daerah Bangka Belitung dimasa depan sangat ditentukan oleh kualitas SDM nya bukan oleh melimpahnya SDA.

Kualitas SDM Babel?


Kualitas Sumber Daya Manusia, sedikit banyak ditentukan oleh gizi yang diterima seseorang sejak lahir, hingga menjadi dewasa. Masalah gizi penduduk adalah masalah asupan makanan yang tidak seimbang . Pada Millenium Development Goals , indikator yang digunakan adalah persentase penduduk yang mengkonsumsi energi dan protein dibawah kebutuhan minimal. Provinsi Bali merupakan provinsi dengan penduduk yang mengkonsumsi energi dibawah kebutuhan minimal dengan persentase terendah (30,9%), dan yang persentase tertinggi adalah provinsi Sulawesi Barat (46,7%). Provinsi yang mengkonsumsi protein di bawah kebutuhan minimal dengan persentase terendah adalah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (18,0%) dan yang tertinggi adalah NTT (56%).Sangat miris sekali melihat konsumsi protein penduduk Babel merupakan terendah seIndonesia. Padahal Babel kaya akan hasil lautnya, kondisi ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Akan berkualitaskah SDM Babel jika kondisi ini terus berlanjut?

Calon Gubernur dan Program Kependudukan


Bagi seorang calon Kepala Daerah yang telah lolos verifikasi dan akan mengikuti Pemilukada pada bulan Februari 2012 ini , program-program kerjanya lebih menyorot kepada sektor ekonomi, baik dari pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan, ataupun keberhasilan atau kemampuan mereka dalam peningkatan PAD. Seharusnya calon tersebut mulai memahami bagaimana menciptakan pembangunan yang akan mereka lakukan kelak jika mereka terpilih , dengan konsep pembangunan berwawasan kependudukan, karena pertumbuhan ekonomi tidak akan punya makna bagi kesejahteraan rakyat, apabila tidak diikuti dengan upaya pengendalian pertumbuhan penduduk

Sampai saat ini, seolah-olah tugas untuk menyelesaikan masalah kependudukan hanya tugas dari BKKBN saja, padahal perlu adanya komitmen politis dan operasional yang kuat, antara kepala daerah sampai ketingkat lini lapangan.BKKBN dengan program Kependudukan dan KB Nasional merupakan salah satu program pembangunan sosial dasar yang sangat penting artinya bagi pembangunan nasional dan kemajuan bangsa. Hasil program KB tidak seketika dapat dinikmati, tetapi memerlukan waktu yang panjang dan hal ini sangat menentukan bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun SDM yang tangguh di masa depan.

Harapan yang sangat besar digantungkan masyarakat, dalam hal ini penduduk kepada Pemimpin yang kelak akan terpilih sebagai Gubernur Babel periode 2012-2017, yang mempunyai komitmen tidak hanya membangun dengan segala sesuatu yang mempunyai unsur ekonomis , tetapi lebih kepada pembangunan yang berwawasan kependudukan. karena penduduk yang besar dan berkualitas serta dikelola dengan baik, akan menjadi aset yang besar dan berharga dalam pembangunan, sebaliknya penduduk yang besar dengan kualitas rendah, akan menjadi beban yang sangat berat bagi pembangunan daerah Babel ke depan. Mari kita membangun dengan pembangunan yang berwawasan kependudukan untuk kesejahteraan merata.

Artikel Bapos, Sabtu (25/02/2012)




Penulis : Devi Valeriani, S.E., M.Si
Dosen FE UBB
Ketua Koalisi Kependudukan dan Pembangunan Provinsi Bangka Belitung




UBB Perspective

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT

Monumen Hukum Sandal Jepit