+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
29 Februari 2012 | 23:37:02 WIB


Wartawan Sehat, Pers Sehat


Ditulis Oleh : Dwi Haryadi

Wartawan, profesi yang setiap hari kerjaannya mencari, menulis dan hasilnya selalu kita nikmati baik melalui koran, majalah, radio, televisi bahkan dunia maya. Coba anda bayangkan sejenak jika di dunia ini tidak ada wartawan. Bagaimana rasanya, yang jelas informasi yang kita miliki akan sangat-sangat terbatas. Wartawan tentu tidak hanya memiliki fungsi sebagai penyampai berita saja, namun lebih dari itu, profesi ini juga memiliki fungsi kontrol yang menjadi fungsi utama pers.

5W + 1H


Rumus ini adalah rumus yang wajib dikuasai oleh setiap wartawan dalam menulis sebuah berita. Pertama What, apa tema yang akan ditulis sebagai berita. Kedua Who, sebutkan siapa tokoh utama dan tokoh lain yang terlibat dalam berita tersebut. Ketiga When, sebutkan kapan tepatnya peristiwa terjadi. Keempat Where, sebutkan pula dimana lokasi kejadian peristiwanya. Kelima Why, jelaskan kenapa peristiwa itu terjadi, latar belakang, hubungan sebab akibat. Sementara How, menggambarkan bagaimana suasana dan proses terjadinya peristiwa.

Setiap berita jelas harus mengandung semua unsur di atas. Semakin sedikit unsur yang terpenuhi, maka kualitas dan validitas berita tersebut tentu rendah dan dipertanyakan. Oleh karenanya, sangat disayangkan jika ada berita yang dipublikasikan namun belum memenuhi 5W + 1 H. Pemenuhan rumus ini tidak hanya penting guna menghasilkan sebuah karya jurnalistik yang baik dan sehat bagi masyarakat, tetapi juga untuk menghindari adanya masalah dan konflik. Tidak sedikit berita justru dinilai tidak obyektif, tidak ada konfirmasi dan menyesatkan karena informasi yang disampaikan tidak lengkap dan berimbang.

Bad News dan Fungsi Kontrol


Selain rumus di atas, jurus maut lain yang ada dikalangan rekan-rekan wartawan adalah jangan pernah menulis berita tentang "anjing gigit orang", karena itu bukan berita. Tetapi tuliskan berita tentang "orang gigit anjing", itu baru berita bagus. Jadi tulislah "bad news, jangan good news". Coba diperhatikan headlinenews diberbagai koran, majalah, dan televisi kebanyakan memuat judul yang mengandung bad news dan dikemas semenarik mungkin sehingga menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan pembaca.

Tidak ada yang salah dengan pilihan bad news tersebut asal telah memenuhi rumus 5 W + 1 H tadi dan tentunya diimbangi pula dengan goodnews. Pers harus berdiri ditengah, menyampaikan apa adanya, yang benar ataupun yang salah, yang baik ataupun buruk. Pers sebagai media informasi dan fungsi kontrol memang tepat pada posisi untuk badnews, khususnya dalam memberikan pengawasan dan kritik terhadap kebijakan negara dengan semua perangkatnya. Badnews dalam kerangka ini harus dapat dilihat secara jernih dan obyektif oleh pihak yang dikritik sebagai bentuk masukan dan saran untuk kemajuan kedepan dan bukan bentuk penjatuhan. Fungsi kontrol pers penting untuk memastikan bagaimana semua perangkat negara ini bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya dan bukan untuk kantongnya sendiri. Tarman Azzam menyatakan, negara yang represif terhadap pers pasti akan runtuh.

Profit dan Amplop


Dalam sejarah dunia pers, sifat netralitasnya sering dipertanyakan, terlebih sekarang media tidak hanya dituntut untuk menjadi media kontrol tapi juga media bisnis yang berorientasi profit. Disinilah posisi dilematis yang harus dihadapi para korporasi media, termasuk wartawannya. Korporasi harus berorientasi profit untuk tetap bertahan dan tidak bangkrut, plus bersaing secara ketat dengan media lain untuk berebut pembaca dan iklan tentunya. Profit dan idealisme menjadi pertaruhan. Ketika goyah, maka media akan dijual utk profit.

Rekan-rekan wartawan juga kadang tidak terhindar dari godaan-godaan rupiah sehingga karya jurnalistiknya keluar dari fakta dan penuh dengan bumbu-bumbu pesanan sang nara sumber dan pemberi iklan. Akibatnya ada wartawan amplop dan wartawan bodrex yang tujuannya bukan mengejar berita, tetapi uang. Adanya ulah oknum wartawan seperti ini sangatlah disayangkan dan jelas akan merusak citra dunia jurnalistik yang seharusnya menghasilkan karya yang benar, akurat, jujur, apa adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebuah tesis berjudul "Menelusuri Praktik Pemberian Amplop kepada Wartawan" karya Muhammad Rofiuddin, S2 Komunikasi Undip menjelaskan bahwa kunci untuk menghentikan praktik amplop di kalangan wartawan, ada 3 komponen yang saling berkaitan yang harus dibenahi, yaitu wartawan, narasumber, dan perusahaan media. Disini wartawan harus taat kode etik jurnalis dan anti amplop. Hal ini tentu harus ditunjang pula oleh tercukupinya kebutuhan hidup wartawan oleh perusahaan. Kemudian nara sumber juga harus memiliki kesadaran yang sama untuk tidak memberikan apapun terhadap wartawan. Kemudian perusahaan dan lembaga profesi harus melakukan pengawasan dan ada sanksi yang tegas terhadap wartawan amplop.

Pers Sehat


Wartawan yang sehat akan melahirkan pers yang sehat pula. Tidak bisa kita menuntut wartawan selalu berpihak kepada idealismenya, ketika hak-hak wartawan belum terpenuhi. Apakah itu kebutuhan ekonomi, perlindungan hukum atas profesi dan lain-lain. Sulit rasanya berharap wartawan tolak amplop jika penghasilannya sangat minim. Jadi pemenuhan hak-hak wartawan penting agar mereka jauh dari budaya amplop dan mematuhi prinsip-prinsip jurnalistik dan kode etik profesi dalam menjalankan tugasnya. Kondisi ini akan berdampak pada karya jurnalistik yang dihasilkan baik bagi masyarakat, memiliki kualitas kontrol yang positif bagi pemerintah, juga akan berdampak kepada profit perusahaan. Maju terus pers Indonesia

Radar Bangka, 25 Februari 2012






Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Mahasiswa PDIH UNDIP




UBB Perspective

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT

Monumen Hukum Sandal Jepit