+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
14 Maret 2012 | 15:05:38 WIB


Waspada Aksi Pencurian


Ditulis Oleh : Dwi Haryadi

Aksi kejahatan seolah tidak ada habisnya. Media massa maupun elektronik setiap hari memberitakan adanya aksi kriminal. Mulai dari kejahatan kelas teri yang banyak dilakukan oleh penjahat kambuhan sampai kejahatan kelas kakap yang dilakukan oleh penjahat berdasi. Penjahat kelas teri kebanyakan melakukan kejahatan karena himpitan ekonomi, sedangkan penjahat berdasi melakukan kejahatan dengan motivasi memperkaya diri, keluarga dan kroninya seperti pelaku korupsi dan mafia pajak.

Tingkat kejahatan dari tahun ke tahun terus meningkat meskipun telah dilakukan berbagai upaya penanggulangan. Fenomena ini juga terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan data statistik kriminal Polda Babel, pada dua bulan terakhir, JanuariFebruari kemarin telah terjadi 378 tindak kriminal. Dari data tersebut, 188 diantaranya adalah kasus pencurian, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian biasa sampai pencurian motor.

Kasus pencurian kini begitu marak terjadi di masyarakat. Pelakunya pun sekarang tidak segan melakukan pencurian pada rumah, toko maupun kantor yang ada penghuninya ataupun yang dijaga oleh satuan pengamanan (satpam). Misalnya kasus perampokan yang terjadi pada sebuah kantor di jalan Air Mangkok Pangkalpinang awal Maret lalu dimana perampok berhasil menyekap 2 (dua) satpam kantor tersebut. Disamping itu, pelaku pencurian kini tidak hanya mengambil harta benda, tetapi juga memakan korban, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Kita tentu masih ingat dengan perampokan toko emas dengan senjata api yang menewaskan pemiliknya disiang bolong. Belum lagi beberapa kasus penjabretan dengan target kebanyakan kaum hawa juga mulai meresahkan masyarakat. Tingginya angka pencurian dengan berbagai modusnya memerlukan perhatian yang serius oleh semua pihak dalam penanggulangannya, baik melalui upaya preventif maupun represif.

Kontrol Sosial


Donald R. Taft dan Ralp W. England menyatakan bahwa efektivitas hukum pidana tidak dapat diukur secara akurat. Hukum hanya merupakan salah satu kontrol sosial. Justru kontrol sosial yang berjalan di masyarakat akan lebih efisien dalam mengatur tingkah laku manusia dari pada sanksi hukum. Pernyataan ini menunjukkan bahwa lagi-lagi hukum bukanlah satu-satunya sarana dalam penanggulangan kejahatan. Meskipun sudah banyak pelaku pencurian ditangkap dan dipenjara, namun pendekatan hukum yang represif tersebut tidak menimbulkan efek jera yang memadai. Kasus pencurian terus meningkat, bahkan beberapa pelakunya adalah residivis.

Sebagaimana disebutkan di atas, kasus pencurian kebanyakan dilatarbelakangai oleh faktor ekonomi dan sosial. Ditengah kebutuhan hidup yang tinggi, lapangan pekerjaan yang terbatas, persaingan mendapatkan pekerjaan yang ketat dan minimnya tingkat pendidikan dan keahlian, dapat mendorong orang melakukan pencurian. Disamping faktor ekonomi tersebut kita juga sering mendengar orang mencuri untuk membeli narkoba karena kecanduan atau anak sekolah yang mencuri untuk membeli HP mahal karena tuntutan pergaulan. Ironis memang, namun itulah yang terjadi dimasyarakat kita.

Pendapat Donald R. Taft dan Ralp W. England juga dengan melihat realitas yang terjadi, maka menuntut kita semua untuk turut serta dalam penanggulangan kejahatan, khususnya dalam kasus pencurian. Dalam politik kriminal, upaya penanggulangan kejahatan bertujuan untuk perlindungan dan kesejahteraan masyarakat. Jadi jelaslah bahwa tugas penanggulangan kejahatan tugas bersama masyarakat dan aparat penegak hukum. Pihak kepolisian terus meningkatkan patroli di daerah rawan kriminal, sementara kontrol sosial yang bersifat preventif juga harus dilakukan, seperti mengaktifkan kembali Siskamling, waspada terhadap orang tidak dikenal, pendataan pendatang, tidak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, menambah sarana pengaman rumah dan mempererat hubungan sosial yang kini sudah longgar dan mengarah pada sikap individualis.

Opini Radar Bangka, 13 Maret 2012






Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Anggota Ilalang Institute




UBB Perspective

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT

Monumen Hukum Sandal Jepit