+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
04 April 2012 | 05:55:21 WIB


Tak Etis Sembako Naik


Ditulis Oleh : Suhardi

Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikeluarkan pemerintah beberapa hari yang lalu, telah menyebabkan naiknya harga pangan, terutama sembako. Sayangnya, pembatalan rencana kenaikan BBM oleh DPR kemudian, ternyata tidak secara otomatis menurunkan harga bahan pokok tersebut.

Kenaikan bahan pokok secara sepihak itu tidak memeiliki alasan yang jelas, apalagi belum diputuskan apakah kenaikan harga BBM naik atau tidak oleh DPR, namun pedagang di pasar sudah menaikkan harga. Kenaikan ini tentu di luar dari kebiasaan dan tidaklah etis dikala BBM belum naik, namun tiba-tiba harga telah disesuaikan.

Umumnya penyesuaian harga dikarenakan adanya kelangkaan, kondisi cuaca, terhambatnya pasokan, atau karena melambungnya permintaan atau karena adanya kenaikan dari komponen pendukung lainnya seperti transportasi dan hagra BBM. Jika ini terjadi, maka mau tidak mau penjual berhak melakukan penyesuaian dengan prosentase kenaikan. Namun saat ini kondisi tersebut tidak terpenuhi, maka tidaklah etis jika pedagang memutuskan secara sepihak menaikkan harga, apalagi enggan menurunkannya ketika harga BBM tidak jadi naik.

Peran Pemerintah


Tata niaga barang sembako pokok sangat dipengaruhi oleh infrastruktur distribusi dari barang atau jasa tersebut secara langsung kepada konsumen akhir, gambarannya semakin jelek infrastruktur atau semakin terisolir daerah, maka cost component dalam penentuan harga juga akan menyesuaikan. Misalnya kondisi jalan, jarak dan lokasi serta moda transportasi berpengaruh dalam penentuan harga akhir suatu produk atau jasa sampai kepada tangan konsumen.

Pelaku pasar utama adalah penjual dan pembeli, dan harga dipasar semestinya merupakan equilibrium dari tingkat permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli. Jadi harga adalah kesepakatan yang "adil" antara penjual dan pembeli dalam memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa masing-masing mereka butuhkan. Namun kenaikan harga tanpa ada dasar dan alasan yang jelas dan pasti yang diputuskan satu pihak tentu akan merusak rasa keadilan dalam perniagaan.

New Analysis Bapos, Selasa (3/4)




Penulis : Suhardi, S.E., M.Sc,Akt
Wakil Dekan Fakultas Ekonomi
Website : http://suhardi.ubb.ac.id/




UBB Perspective

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT

Monumen Hukum Sandal Jepit