+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
04 Februari 2013 | 14:00:07 WIB


JUAL BELI BERITA


Ditulis Oleh : Dwi Haryadi

Di negeri ini sepertinya semua bisa diperjualbelikan. kita sudah cukup miris dan prihatin dengan adanya praktek jual beli nilai di kampus, jual beli jabatan di birokrasi, jual beli perkara di Pengadilan dan jual beli suara saat Pilkada. Kini keprihatinan semakin bertambah ketika berita pun diperjualbelikan. Kasus dugaan pemerasan oleh oknum wartawan terhadap pelaku timah di Bangka Barat yang membarter berita dengan sejumlah uang, tentu begitu mencederai insan pers.

Profesi wartawan, tidak hanya bertanggungjawab kepada perusahaan pers dimana dia bernaung, tetapi juga bertanggungjawab kepada publik. Kejujuran sangat dituntut atas berita dan fakta yang disampaikan. Kini pers tidak hanya sekedar penyampai berita, tetapi juga melakukan kontrol sosial, pengawas jalannya pembangunan dan turut mencerdaskan pembacanya. Jadi insan pers harus jauh dari kongkalingkong, amplop panas dan jual beli berita, jika memang kebebasan pers masih bermakna dan dijunjung tinggi.

Pentingnya Pers


Mengutip tulisan bangsawan dan pemikir Swiss Benyamin Constant (1767-1834) bahwa Dengan surat kabar kadang muncul kericuhan, tapi tanpa surat akan selalu muncul penindasan. Pemikiran ini secara tidak langsung menunjukkan sisi penting dari pers sebagai social control. Bahkan pers dinilai sebagai pilar ke empat dari demokrasi, setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif. Mahfud MD pernah berujar bahwa ketiga pilar demokrasi kini sedang sakit dan hanya mempercayai pers. Menurutnya pers masih menjadi lembaga publik yang tetap memegang teguh kebenaran, dan dapat diandalkan untuk mengobati ketiga pilar demokrasi yang sedang sakit itu.

Melihat peran penting pers sebagai civil society tersebut, tentunya kita semua masih berharap dunia pers masih bersih, terbuka dan jujur dengan beritanya. Jangan ikut-ikutan sakit sebagaimana ketiga pilar demokrasi yang lain. Kebebasan pers yang bertanggungjawab harus tetap dijamin demi tegaknya demokrasi.

Usut Tuntas


Kasus di atas kini ada ditangan Kepolisian dan kita berharap perkara ini dapat diusut tuntas, sehingga yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. Bagi oknum wartawan, apabila yang dituduhkan kepadanya benar, tentu disamping kasus pemerasan juga telah melanggar Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sementara terhadap oknum Dinas Kehutanan yang diduga terlibat, telah menyalahgunakan kekuasaan/kewenangan yang dimilikinya.

Apabila melihat dengan jeli, disamping kepolisian fokus dengan dugaan pemerasan dan pelanggaran pers, tidak menutup kemungkinan kasus ini melebar pula pada kasus yang lain. Pertama, apakah aktivitas pertambangan dalam kasus dugaan pemerasan tersebut memang legal atau bermasalah sebagaimana dimaksud oleh oknum wartawan, sehingga dia berani menjadikan hasil liputannya tersebut sebagai bahan tawar-menawar. Kedua, dalam rekaman disebut-sebut ada dugaan uang damai untuk 1 (satu) unit PC yang melibatkan oknum Polres. Dugaan ini tentunya harus ditelusuri dengan menggali informasi sebanyak mungkin dari pelaku yang mengatakannya. Apabila benar, maka harus diusut siapa oknum yang dimaksud agar dapat memberi efek jera dan menghilangkan stigma adanya oknum polisi yang membekingi illegal mining. Namun jika tidak, maka ini bentuk pencemaran institusi kepolisian. Semoga ini menjadi kasus yang terakhir dan insan pers semakin menjaga idealismenya, pelaku timah patuh aturan dan kepolisian terus dipercaya publik agar dapat bekerja sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat.

Opini bangkapos 4 februari 2013







Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Aktif di Ilalang Institute




UBB Perspective

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital di Era Society 5.0

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia

URGENSI JALAN SATU ARAH

Wartawan Sehat, Pers Sehat

GUBERNUR BARU DAN PROGRAM KEPENDUDUKAN

ANALISIS HASIL PILGUB BABEL : ANTARA DE FACTO DAN DE YURE

Menimbang Nalar dan Nurani Cagub

Babel dan Demokrasi Hijau

Anak Kepulauan Cerdas

PROFIL BANGKA BELITUNG

PASCAPANEN SORGUM

AWAL MENUJU KEMANDIRIAN RUMPUT LAUT PULAU BANGKA

POPULARITAS MINUS KUALITAS

Ketika Pilkada Berakhir Penjara

TIGA MISI - TIGA KUALIFIKASI

Polemik Pemidanaan Kasus Xenia Maut

Mutiara Di Timur Belitung - Refleksi Sembilan Tahun Beltim

SAATNYA PERPUSTAKAAN BERINOVASI

Memilih Calon Abdi Masyarakat - Renungan Untuk Para Kandidat

Maling Berdasi itu Koruptor

Rakyat Berdaulat Tolak Politik Uang

Urgensi RUU Partisipasi Masyarakat

ENAM ALASAN GOLPUT MENGECIL

TUGAS, HAK DAN KEWAJIBAN DOSEN (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 4)

TUJUH TITIK RAWAN PILGUB

PERANG YANG RUGIKAN RAKYAT