Warek I Ismed Inonu, UBB Terus Monitor Aktivitas 208 Mahasiswa KKN

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 13 Juli 2018 14:17 WIB | Diupdate pada 13 Juli 2018 14:17 WIB


GAGAH --  Mengenakan atribut KKN, 208 mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 untuk lokasi Kabupaten Bangka tampak gagah.  Dalam gambar, Warek 1 UBB Ismed Inonu sedang berpidato pada acara penyerahan mahasiswa KKN kepada Bupati Bangka.  Berbaris di sebelah mahasiswa KKN UBB, mengenakan baju biru adalah mahasiswa KKN dari Universitas 11 Maret Surakarta.

KOTA KAPUR, UBB --  Wakil Rektor I UBB Ismed Inonu menyerahkan 208 mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 kepada Bupati Bangka H Tarmizi H Saat  di halaman Pemkab Bangka, Sungailiat (12/07/2018) pagi.  Ismed berharap pemkab melakukan monitoring dan pembinaan terhadap mamahasiswa tersebut.

“Selama 40 hari, 208 mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan dari   lima fakultas dalam lingkungan UBB ini  akan melaksanakan KKN di tujuh desa dalam wilayah Kabupaten Bangka,” ujar Ismed Inonu, didampingi Dekan Fakulas Hukum UBB Syamsul Hadi.

Tujuh desa itu adalah Desa Tanah Bawah, Air Duren, Bintet, Dusun Tuing, Desa Pagarawan, Desa Kota Kapur dan Jada Bahrin. Masing-masing lokasi KKN melibatkan 30 mahasiswa UBB.

Menurut Ismed, tujuh desa itu terpilih sebagai  lokasi KKN UBB setelah tim penilai menilai proposal rencana KKN yang diajukan dosen UBB.   Hal serupa juga dilakukan pada proporsal KKN yang dimajukan di semua lokasi KKN  dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Kabupaten Bangka tetap menjadi prioritas UBB menjadi  lokasi KKN UBB.  Kita utamakan juga Kecamatan Merawang, lokasi UBB. Agar kehadiran UBB langsung dirasakan  oleh warga di sana,” terang Ismed.   

Dikemukakannya, KKN merupakan bagian dari dharma ketiga (pengabdian kepada masyarakat)  dari   Tridharma perguruan tinggi.  Di luar  KKN,  UBB pun sejauh ini  telah melakukan banyak   bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“KKN  dinilai penting, oleh karena itu  pimpinan UBB tetap menjadikan KKN sebagai pilihan wajib. Apapun program studinya  di UBB, mahasiswa wajib melaksanakan KKN selama satu bulan lebih.  KKN kami nilai sebagai  wahana untuk mempraktikkan ilmu dari bangku kuliah, dan salah satu upaya  memberdayakan masyarakat kita,” ulas Ismed.

Selama 40 hari hingga 20 Agustus 2018 mahasiswa KKN UBB akan  berinteraksi langsung dengan masyarakat di lokasi KKN dan sekitarnya.  Selama kurun waktu itu mereka mencurahkan ilmu pengetahuannya dan mencari solusi terhadap  masalah yang ada di masyarakat.

Soft skill  itu (yang diperoleh dari KKN) tidak bisa didapat dari bangku kuliah.  Karena itu kami berharap mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13 dapat menggunakan waktu 40 hari itu sebaik mungkin,” tegas Ismed.

Wakil Rektor 1 UBB mengharapkan kerjasama bupati dan jajarannya, termasuk juga  melakukan pembinaan dan monitoring terhadap aktivitas mahasiswa UBB selama 40 hari melaksanakan KKN.

“Kita tak ingin terjadi sesuatu yang tak dikehendaki.  Karena itu kita berharap pemda juga melakukan pembinaan dan monitoring,” ujar Ismed.

Diakui Ismed meski program dan kegiatan KKN UBB dibiayai, --  termasuk pula   KKN Revolusi Mental dan KKN BKKBN, yang menjadi bagian dari KKN UBB --, biasa saja terjadi dana yang diberikan kepada mahasiswa KKN itu tidak cukup.

“Dalam kaitan itu kami mengharapkan kerjasama dengan pemda setempat,” ujar Ismed.

Selaku wakil pimpinan UBB,  Ismed mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bangka H Tarmizi H Saat.    Sebab Bupati Tarmizi menurut Ismed telah banyak membantu UBB.  Terutama sekali telah meningkatkan  jalan  ke UBB di Balunijuk  yang semula berlumpur kini  menjadi jalan mulus dan berkelas.

“Dulu, sebelum ini, jalan itu telah menyebabkan sejumlah  kecelakaan terjadi.  Tapi sekarang sudah  mulus, ada taman,  dan terbagi dalam dua jalur.  Terus terang, banyak orang tak menyangka ada jalan sebaik itu di desa tempat UBB berdomisili,” ulas Ismed.

UBB juga mengapresiasi kepedulian Bupati Tarmizi terhadap langkah-langkah UBB mencari masukkan dan memerkaya  pengalaman mahasiswa  dari pihak  luar UBB.

“Beliau ini kalau diundang sebagai pembiacara seminar atau FGD, selalu datang dan memberikan masukkan berarti bagi mahasiswa dan dosen UBB.  Semoga ini semua menjadi amal ibadah Beliau dan mendapat ganjaran dari Allah,” kata Ismed.

Pada bagian lain pidatonya, Warek I UBB minta mahasiswa melaksanakan program kerja yang telah tersusun dan disiapkan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing.

“UBB seperti biasa akan melakukan monitor dan evaluasi, monev, secara berkala,” tukas Ismed.

Usai menandangani  berita acara 208 mahasiswa KKN UBB Angkatan ke 13,  Bupati Bangka Tarmizi H Saat mengenakan atribut KKN UBB (baju dan topi rimba) yang diserahkan oleh Warek I Ismet Inonu.  Usai acara ini semua pejabat Pemkab, Warek 1 Ismed dan Dekan Fakultas Hukum UBB Syamsul Hadi serta wakil dari Universitas 11 Maret Solo berfoto bersama (Eddy Jajang J Atmaja/Ari Riski)


Topik

KKN_UBB Dr._Ir._Ismed_Inonu,_M.Sc. Wakil_Rektor_I_UBB