Dua Mobil Hemat Energi UBB Berlaga di Padang

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 16 November 2018 05:49 WIB | Diupdate pada 16 November 2018 05:49 WIB


FOTO BERSAMA --  Anggota  Mentilen Team 2 berfoto bersama mobil mereka, Tarsius  EV.1, di Bengkel  Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik UBB, Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kamis (15/11/2018) siang.

MERAWANG, UBB --    Dua tim rekayasa otomotif  Universitas Bangka Belitung (UBB) dinyatakan lolos seleksi Kemenristek Dikti,   dan menjadi salah satu  dari 74 finalis Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE  antar perguruan tinggi se Indonesia,    yang segera digelar di Universitas Negeri Padang (UNP)  27 November 2018.

Manajer Pengembangan  Otomotif  Program Studi Teknik Mesin  Fakultas Teknik UBB Aufar Fathul Karim mengemukakan,  dua tim otomotif yang lolos dan akan berlaga  sebagai finalis di  KMHE itu,  adalah Mentilen Team 1 dan Mentilen Team 2.

“Kami menerima informasi resmi dari Kemenristek Dikti bahwa  kami lolos dan menjadi salah satu  dari 74 finalis itu tanggal 22 Oktober.  Sebelumnya kami mengirimkan berkas desain dan   progress pembuatan otomotif yang disertai video kepada  tim penilai di Kemenristek Dikti,” ujar Aufar.

KMHE merupakan  event tahunan yang diselenggarakan Kemenristek Dikti  dalam skala nasional.  Even ini  melombakan mobil kreasi mahasiswa dengan  kategori urban dan prototype.   

“KMHE berorientasi pada efisiensi energi.  Mobil  rancangan mahasiswa itu semua  merupakan  bentuk dari aplikasi  ilmu yang mereka  terima selama kuliah,” jelas Aufar, mahasiswa Prodi Teknik semester lima.

Mobil rancangan mahasiswa yang ikutserta KMHE dibagi dalam  empat   kelas berdasarkan motor penggerak yang digunakan.  Di antaranya Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gasoline, MPD Etanol, MPD Diesel dan Motor Listrik.

Menurut Aufar, dua kendaraan Mentilen UBB  yang  berlaga di KMHE semuanya  memiliki tiga roda,   yaitu Mentilen Team 1  bernama Tarsius GV-1  (Kelas Gasoline),  dan Mentilen Team 2 bernama Tarsius EV.1 (Kelas Prototype).

Sementara itu Ketua Mentilen Team 2 Septo Caturtiyo menjelaskan untuk mengikuti KMHE di Universitas Negeri Padang,  tim Prodi Teknik Mesin UBB   rutin melakukan latihan dan melakukan banyak ‘treatment’  untuk meningkatkan peforma kendaraan.  

“Hingga hari Kamis, tanggal  15 November 2018, persiapan mobil listrik   telah mencapai 90 persen. Harapan kami kedua mobil itu  bisa memberikan performa yang baik; tidak ada kendala apapun   saat perlombaan nanti,” ujar Septo.

Ia menjelaskan sejumlah  keunggulan yang dimiliki  Tarsius GV-1  dan Tarsius EV.1, di antaranya  berupa bentuk mobil  yang aerodinamis,  sehingga  gesekan antara mobil dengan udara dapat dikurangi.

“Mobil itu secara teknis  bila semakin aerodinamis, maka  kecepatannya akan  semakin tinggi. Tarsius GV-1 dan Tarsius EV.1 memiliki kelebihan itu,” tukas Septo, mahasiswa Prodik Teknik Mesin UBB semester ... 

Untuk menilai performa kedua mobil listrik UBB itu, Septo dan mahasiswa lainnya ‘menjajal’ Tarsius GV-1 dan Tarsius EV.1 di badan jalan lintas timur Air Anyir.  Sementara untuk memantapkan performa mesin dan motor listrik, kedua mobil itu ‘dijajal’ di area jalan Kampus Terpadu  UBB.

Dosen Pembimbing Mentilen Team 1 Eka Sari Wijianti mengatakan, ada beberapa perubahan yang dilakukan  pada  mobil Tarsius  GV-1.

“Antara lain bentuk body mobil agar lebih aerodinamis.  Begitu pula  penggunaan sasistipe semi-monokok, dan  memakai  teknologi ECU (Engine Control Unit) Programmable, dan bearing low friction,” ulas Eka Sari.

Setelah melakukan berbagai penyempurnaan dan optimalisasi di sejumlah bagian,  Eka Sari memastikan  Tarsius GV-1 siap berlaga  di Sirkuit Universitas Negeri Padang  27 November hingga 1 Desember 2018.

Dikemukakannya, mobil rancangan Mentilen Team 1 untuk KMHE 2018 mengusung sistem Transmisi ADT (Automatic Direct Transmission) sebagai keunggulannya.

Sistem ini lanjut Eka Sari  terbukti dapat meningkatkan efisiensi mobil, karena mampu  mengurangi gesekan antara roda dan mesin.

"Ketika mobil berakselerasi, roda dan mesin akan terhubung melalui transmisi ADT ini,” ujar Eka Sari.

Lebih jauh Eka mengemukakan, saat deselerasi akan  timbul gaya inersia yang menyebabkan pengeluaran daya.  Saat itu  mobil tidak perlu digas,  dan  ADT yang menghubungkan roda dan mesin akan mengalami slip secara otomatis.

“Akibatnya tidak ada daya yang keluar sehingga efisiensi mobil meningkat.  Selain itu, peningkatan efisiensi mobil juga dilakukan melalui pengurangan massa mobil,” tutur Eka Sari.

Sementara itu Aufar Fathul Karim  menambahkan,  salah satu cara untuk mengurangi berat mobil  ialah dengan menggunakan material ringan, yakni fiber glass dan komposit.

“Mobil Tarsius GV-1  dengan berat keseluruhan  67 kilogram,  menggunakan mesin dengan sistem injeksi berkapasitas 100 cc. Peningkatan efisiensi mobil yang sedemikian rupa menyebabkan mobil ini mampu menempuh jarak sejauh 205 kilometer untuk setiap satu liter pertamax yang dikonsumsi,” ujar Aufar.

Mobil inovatif rancangan mahasiswa  Produ Teknik Mesin UBB ini  menurut Aufar  diharapkan dapat memicu mahasiswa dan warga  masyarakat lainnya  untuk ikut berinovasi dan berkreativitas.

“Mobil ini juga diharapkan dapat menjadi solusi dari krisis energi yang sedang melanda dunia, khususnya Indonesia,” tukas  Aufar (Ari Riski, Eddy Jajang J Atmaja)


Topik

Fakultas_Teknik_UBB Teknik_Mesin_UBB