Kuliah Umum Dan Pelatihan Rekayasa Sosial

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 16 September 2019 15:16 WIB | Diupdate pada 16 September 2019 15:16 WIB


PANGKALPINANG, UBB - Jurusan Ilmu Sosiologi, FISIP UBB baru saja melaksanakan kuliah umum yang bertajuk “Integrasi Budaya dan Social Engineering dalam  Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Revolusi Industri 4.0”, yang dilaksanakan di Hotel PIA Pangkalpinang, pada tanggal 12 September 2019. Kuliah umum ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Jurusan Sosiologi FISIP UBB.

Hadir dalam kegiatan kuliah umum tersebut yang turut menjadi narasumber utama  adalah Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc yang merupakan Pendiri UBB sekaligus sebagai Guru Besar Sosiologi UBB. Selanjutnya adalah Novri Susan, S.Sos, M.A, Ph.D, Dosen Sosiologi Universitas Airlangga. Sementara itu, turut hadir, Dekan FISIP UBB, Dr. Ibrahim, M.Si yang sekaligus memberikan sambutan dan membuka kegiatan kuliah umum serta para dosen tetap di lingkungan FISIP UBB. Peserta kuliah umum hadir dari mahasiswa Jurusan Sosiologi, Ilmu Politik, dan Sastra Inggris, serta dosen dilingkungan FISIP UBB.

Ibrahim dalam sambutannya mengatakan bahwa belakangan ini industri 4.0 menjadi isu yang sangat sensitif. Jika dibandingkan dengan Jepang saat ini sudah 5.0, Indonesia saat ini masih berada di Industri 4.0. Di Jepang sudah menggunakan Society 5.0, menggunakan teknologi untuk kemudahan manusia, contohnya menggunakan drone untuk mengantar barang. Indonesia sebenarnya sudah mulai mengembangkan, seperti Go Food. Namun, suatu saat yang digunakan bukan tenaga manusia, tapi teknologi.

Hal ini menunjukkan bahwa dunia berputar sangat cepat. Saat ini PR kita bersama bahwa anak-anak kita sekarang ini digital milenial, sedangkan kita adalah imigran teknologi (pendatang baru). Bagaimana imigran-imigran ini bisa menyesuaikan diri dengan natif teknologi. Bagaimana mengajari anak-anak zaman now dengan cara zaman now. Tetapi, yang sering terjadi sekarang adalah anak-anak zaman now diajari dengan cara zaman old. Sehingga muncul benturan, anak-anak dianggap memiliki karakter buruk. Menjadi pertanyaan penting sekarang adalah bagaimana menjembatani kesenjangan yang muncul tersebut.

Perubahan sosial yang terjadi dengan begitu cepat ini menuntut manusia beradaptasi/berorientasi kedepannya. Kondisi terkini, perkembangan digitalisasi menyebabkan teknologi berubah dengan cepat. Ini tantangan kita, ketika masyarakat berubah, peluang kita juga berubah.

Sementara itu, Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc. dalam paparan materinya menjelaskan bahwa pada abad 19 Social Engineering sudah dikenal, tetapi penggunaannya dan implementasinya masih kurang, terutama di Indonesia. Istilah revolusi industri 4.0 menunjukkan kemajuan yang cepat, sehingga agak sulit diikuti.

“Berbicara kenyataan di lapangan, jika dikaitkan dengan industri 4.0, daerah tempat tinggal saya yang mungkin masih 2.0, dengan pemikiran kita yang sudah 4.0, jika menggunakan drone seperti Jepang, bisa saja drone tersebut dianggap aneh oleh masyarakat sekitar”. Hal inilah yang menjadi pertanyaan, dimana saat ini posisi kita berada. Saat ini Pemerintah hanya melemparkan isu Revolusi 4.0, para sosiolog yang seharusnya menjelaskan. Manusia dan masyarakat harus tetap menjadi subjek pengendali, dan oleh sebab itu harus disadarkan terutama generasi milenial dan generasi unggul yang diproyeksikan di tahun 2045 untuk menjadi pengendali teknologi, bukan hanya sekedar pemakai dan penikmat teknologi. Social Engineering atau Teknologi Sosial memiliki peluang yang besar dan sangat strategis untuk ikut berpartisipasi.

Lebih lanjut, narasumber kedua yang merupakan dosen sosiologi Universitas Airlangga, Novri Susan, S.Sos, M.A, Ph.D dalam  materinya melihat teknologi sosial  melalui pendekatan sosiologi, dimana dalam sosiologi yang dipelajari adalah ilmu (science) dan penerapan (applied). Ilmu adalah bagaimana mengerti/memahami latar belakang dan memprediksi tindakan/perilaku sosial aktor dan sistem sosial.

Sedangkan penerapan adalah bagaimana penggunaan sosiologi untuk perencanaan dan pelaksanaan perubahan-perubahan sosial sesuai tema tertentu berdasar pendekatan sosiologi. Pendekatan sosiologi dalam teknologi sosial menghasilkan perubahan sosial (social change) yaituperubahan tindakan-tindakan sosial spesifik dalam arena-arena sosial tertentu. untuk mengaplikasikan social engineering terdapat beberapa tahapan diantaranya tahap analisis, design, implementasi dan evaluasi dampak. Setelah semua tahapan diterapkan, maka akan terlihat perubahan-perubahan apa yang terjadi berdasarkan indikator perubahan yang terdiri dari nilai norma baru, pengelompokkan konstruktif dan eksternalisasi.

Dalam kesempatan tersebut, banyak gagasan yang dilontarkan oleh para peserta kuliah umum. Pada intinya, saat ini Indonesia harus siap dengan industri 4.0, masyarakat harus siap dengan perubahan teknologi yang berkembang dengan cepat. Benturan-benturan dan kesenjangan yang terjadi akibat industri 4.0 bukan menjadi hambatan bagi Indonesia, terutama para dosen dan mahasiswa untuk mengikuti perkembangan teknologi. Terpenting adalah kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi 4.0 tersebut.

Kegiatan kuliah umum dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan rekayasa sosial yang dilaksanakan di Ruang Seminar FISIP UBB. Maksud dan tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk melatih para peserta melihat berbagai fenomena-fenomena sosialyang saat ini membutuhkan sentuhan dari ilmu sosial dalam penyelesaiannya. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 30 orang mahasiswa/i yang berasal dari Jurusan Sosiologi semester 5 yang memperoleh mata kuliah rekayasa sosial/teknologi sosial.

Novri Susan, S.Sos, M.A, Ph.D selaku pemateri pada kuliah umum dijadikan sebagai trainer kegiatan pelatihan keterampilan rekayasa sosial. Para peserta pelatihan melakukan praktik bagaimana melihat suatu fenomena sosial yang dalam hal ini tema yang diangkat adalah pasar tradisional Pangkalpinang. Berbagai aspek dikaji secara mendalam mulai dari analisis sosial, design, implementasi dan evaluasi dampak. Diharapkan dengan diberikannya pelatihan ini, peserta dapat memberikan sumbangsih design rekayasa sosial. (red.FISIP/Humas)


Topik

Dr._Ibrahim,_S.Fil.,_M.Si FISIP_UBB
. ayar