FISIP UBB, ICoAC 2020: Dr. Devi Valeriani Angkat Tema Green Tourism dalam Pengembangan Wisata

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 16 Maret 2020 07:34 WIB | Diupdate pada 16 Maret 2020 08:21 WIB


Dr. Devi Valeriani (Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung) saat sedang memberikan materi perkuliahan pada pertemuan ke-7 International Class on Asian Community 2020

Balunijuk (13/3) - Pertemuan Ke-7 dari 14 pertemuan International Class on Asian Community 2020 kerjasama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB) dengan One Asia Foundation bertema “Green Tourism: Theory, Practice, and Connectivity” diselenggarakan di Ruang Rapat Besar, Rektorat, Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Jum’at, 13 Maret 2020.

Narasumber dalam pertemuan ke-7 ini adalah Dr. Devi Valeriani, M.Si. (Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung) serta moderator pada pertemuan ini adalah Sandy Ferianda, M.Hum. (Dosen Sastra Inggris FISIP UBB). Kegiatan perkuliahan dibuka dengan welcome speech yang disampaikan oleh Herland Franley Manalu, M.Hum. (Kepala Laboratorium Sastra Inggris FISIP UBB).

Green Tourism: Theory, Practice, and Connectivity

Dr. Devi Valeriani, Ketua Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, membuka pertemuan kali ini dengan menjelaskan tentang pengertian secara umum dari istilah “Green Tourism” yang terdiri dari beberapa kata kunci: 1) Back to Nature (kembali/berpusat ke alam), 2) Environmental Sustainability (keberlanjutan lingkungan), 3) Environmental Conservation (konservasi lingkungan), 4) Responsibility to Nature (tanggungjawab/kepedulian terhadap alam), dan 5) The Empowerment (pemberdayaan).

Green Tourism merupakan hasil dari perkembangan kesadaran masyarakat dalam melindungi dan menghargai alam serta meningkatnya gaya hidup yang berwawasan lingkungan (green life style).

“Ada 3 aspek dalam Green Tourism yaitu konservasi (pelestarian flora dan fauna), pemberdayaan (yang berhubungan dengan kesempatan bagi komunitas lokal), dan pendidikan lingkungan” jelas Devi Valeriani.

Ada beberapa konsep dalam pengembangan destinasi wisata:

  1. 3A yang terdiri dari: Attraction (atraksi), Accessibility (akses), dan Amenities (fasilitas).
  2. 4A yang terdiri dari: Attraction (atraksi), Accessibility (akses), Amenities (fasilitas), dan Ancilary (keterlibatan pihak eksternal (penyokong).
  3. 5A yang terdiri dari: Attraction (atraksi), Accessibility (akses), Amenities (fasilitas), Ancilary (keterlibatan pihak eksternal (penyokong) dan Activity (kegiatan/aktivitas).

“Rata-rata pariwisata di Bangka Belitung masih dalam konsep 4A dalam pengembangan wisatanya” tambah Devi Valeriani.

Edutourism, program pariwisata yang memadukan konsep pariwisata dengan pendidikan sangat penting untuk keberlanjutan pariwisata yang berwawasan lingkungan, karena mengajarkan bagaimana pentingnya lingkungan dalam suasana yang menyenangkan dalam suatu paket pariwisata.

Pemberdayaan masyarakat sangat penting dalam pengembangan wisata. Hal ini dikarenakan masyarakat setempat akan mendapatkan keuntungan ekonomi dan juga ikut terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Saat selesai memberikan materi, peserta Kelas Internasional dipersilahkan mengajukan pertanyaan. Mahasiswa terlihat aktif bertanya, dan tertarik dengan materi yang dipaparkan. Kegiatan ditutup dengan pemberian doorprize kepada peserta yang aktif dalam kegiatan perkuliahan.(FISIP)


Topik

FISIP_UBB
. ayar