FISIP UBB Gelar Workshop Pembentukan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 17 November 2020 17:54 WIB | Diupdate pada 17 November 2020 17:54 WIB


PANGKALPINANG, UBB - Fakultas lmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (FISIP UBB) gelar workshop penyusunan naskah akademik pembentukan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UBB, bertempat di Hotel Cordella, Pangkalpinang (17/11/2020) pagi.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dekan FISIP UBB Sujadmi, M.A., menyampaikan bahwa  workshop pembentukan Prodi baru ini bertujuan untuk mewujudkan kualitas pendidikan bahasa Inggris yang berdaya saing baik secara nasional maupun internasional di Indonesia khususnya di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Lebih lanjut Ketua tim penyusun naskah akademik Sandy Ferianda, M.Hum., memaparkan visi dan misi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang fokus utamanya mewujudkan UBB, yang mencapai kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang unggul dan dapat bersaing secara global.

Sandy berharap Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris nantinya dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya melulu menjadi seorang pendidik (guru), tetapi juga dapat menjadi pemandu wisata, penerjemah, peneliti, entrepreneur dan lain sebagainya. Acara workshop Pembentukan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini juga bertujuan untuk menggodok kurikulum yang akan dipakai di Prodi tersebut.

Dikesempatan yang sama, Paulus Kuswandono, P.hD., (Dosen Universitas Sanata Dharma) yang juga sebagai sebagai narasumber menyampaikan bahwa dalam pembentukan Prodi Pendidikan bahasa Inggris, para tim penyusun Prodi harus bisa melihat benchmarking kualitas lulusan Prodi demi memajukan sumber daya manusia dan kualitas pendidikan di Daerah Bangka Belitung nantinya.

Ditambahkannya, profil lulusan nanti jangan hanya menjadi seorang pengajar saja tetapi juga bisa menjadi asisten peneliti, pemandu wisata, penerjemah, interpreter dan penggiat kewirausahaan untuk mengembangkan provinsi Bangka Belitung.

Kuswandono menyarankan untuk membuat kode-kode mata kuliah pada penyusunan kurikulum dan menyesuaikannya dengan panduan Kurikulum Merdeka Belajar yang sedang gencar dikampanyekan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dosen nantinya harus bisa mendorong mahasiswa agar tidak hanya belajar dari apa yang diajarkan oleh dosen di kampus saja tetapi juga belajar dari pengalaman empiris di luar kampus,” tuturnya.

Profil lulusan Prodi Pendidikan bahasa Inggris nantinya diharapkan dapat menjadi Communicator untuk menguasai teori dan praktek tentang kepemimpinan dan public speaking ketika mereka bekerja. Capaian lulusan kedua dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris adalah menjadi Peneliti dimana lulusan diharapkan menguasai dasar-dasar dan landasan konsep penelitian.

Salah satu contoh capaian tersebut adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris bisa bergabung dengan dosen untuk melakukan penelitian. Capaian lulusan yang ketiga adalah tenaga Pendidik dimana lulusan diharapkan menguasai teori dan praktik tentang pengajaran agar bisa menjadi seorang pengajar bahasa yang bekerja di institusi formal maupun informal ke depannya nanti. Capaian yang keempat adalah menjadi Community Leader dimana mahasiswa diharapkan mampu menyediakan layanan kebahasaan.

Dalam Workshop tersebut terdapat beberapa masukan dan pertanyaan yang disampaikan oleh para Stakeholder yang berasal dari beberapa institusi baik swasta maupun negeri seperti Kantor Bahasa, Dinas Pariwisata, TVRI Bangka Belitung, Dinas Kearsipan Nasional, SMAN 1, SMKN 1 di daerah Pangkal Pinang yang menyambut baik pembentukan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ini. Diharapkan dengan adanya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dapat menambah kualitas guru-guru professional, meningkatkan kualitas pegawai Dinas Kepariwisataan yang bersertifikasi karena salah satu syaratnya adalah penguasaan bahasa Inggris di Bangka Belitung.

Saran lainnya adalah menggunakan metode mengajar yang tidak konvensional (membosankan), menambahkan mata kuliah Karakter pendidik untuk meningkatkan Profesionalisme guru kedepannya, menambah mata kuliah pembekalan jenis-jenis teks karena kondisi saat ini masih banyak guru yang belum paham perbedaan jenis-jenis teks akademik yang akan diajarkan, memasukkan mata kuliah yang inovatif, mengikuti era industry 4.0, memperbanyak latihan berkomunikasi agar mahasiswa terbiasa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, dan merevisi beberapa kalimat pada visi Prodi. (humas)


Topik

FISIP_UBB
. ayar