UBB Catat Sejarah Baru, Gelar Tiga Seminar Internasional Sekaligus

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 04 September 2018 14:09 WIB | Diupdate pada 04 September 2018 14:09 WIB


KOORDINASI --  Panitia gabungan UBB-Undip  sebagai penyelenggara tiga seminar internasional (ICoMA, ICoVAR, ICoVOSS) di Pulau Bangka (13-15 September 2018), yang  dipimpin Rektor UBB Muh Yusuf  melakukan koordinasi dengan Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Johan. Usai koordinasi mereka berfose bersama  di ruang kerja gubernur belum lama ini.

BANGKA, UBB --   Universitas Bangka Belitung (UBB) untuk pertama kali dalam sejarahnya menggelar tiga seminar internasional dengan prosiding terindeks Scopus.  Seminar yang digelar bersama Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, ini  akan berlangsung 13-15 September di  Hotel Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah.

Ada tiga seminar internasional digelar maraton dalam   rentang  tanggal 13 hingga 14 September.  Yaitu International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) dan International Conference of Vocational Studies on Social Sciences (ICoVOSS).

Pembicara utama dalam tiga seminar bergengsi itu  para pakar dan akademisi  dari pelbagai negara.   Mereka  adalah Prof Drs H Muhammad Nasir PhD (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi), Dr H Erzaldi Rosman Djohan MM (Gubernur Bangka Belitung), Prof Hideaki Kasai (Akasi National College of Technology, Jepang), Prof Datuk Dr Zainal Kling (Universiti Malaya, Malaysia), Dr Dimitriy Kuvshinov (University of Hull, United Kingdom) dan Mr Andrea Weiss (Natural Resources Switzeland).

Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi mengemukakan  seminar internasional ini   akan membahas berbagai aspek  yang berkaitan dengan  maritim dan kepulauan.   Hal itu sejalan dengan kebijakan dan program  pemerintah yang saat ini gencar-gencarnya   mengembangkan dan menggali potensi maritim dan kepulauan Indonesia.

“Dalam konteks ini, UBB mengambil peran akademisnya untuk memajukan dunia maritim dan kepulauan Indonesia.   Sektor ini sangat strategis, terlebih lagi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia,” ujar Muh Yusuf,  Selasa (04/09/2018) pagi.

Minat peneliti dan akademisi untuk menjadi peserta seminar internasional ini menurut Rektor UBB sangat tinggi.  Hingga Selasa siang sambungnya sudah  tercatat 96 peserta, di antaranya berasal dari Malaysia (12 orang), Universitas Indonesia, Undip, Universitas Brawijaya-Malang, Universitas Negeri Solo, Universitas Airlangga-Surabaya dan Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

“Banyaknya peserta seminar internasional ini menandai bahwa tema seminar yang kita usung menarik minat peneliti dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri.   Dalam seminar ini  mereka akan mempresentasikan hasil penelitian dan kajiannya,” ujar Muh Yusuf.

Sementara itu Ketua Pelaksana ICoMA Dr Reniati MSi mengemukakan persiapan  tiga seminar internasional  yang digelar di Pulau Bangka ini  sudah mencapai 80 persen. Sisanya, 20 persen lagi, akan terus dikejar hingga tanggal 12 September.

“Untuk memantapkan  kesiapan seminar internasional ini, pada tanggal 12 September mendatang  kami akan menggelar gladi resik di Soll Marina, Pangkalanbaru.   Semua panitia dan bagian pendukung,  antara lain mahasiswa,  penari, paduan suara hadir!,” tukas Reniati.

Tiga seminar internasional ini akan dibuka secara resmi  oleh  Menteri Riset dan Teknologi Prof Muhammad Nasir pada Kamis (13/09/2018) pagi. Sesuai jadwal resmi panitia seminar, setelah pembukaan acara dilanjutkan pemaparan makalah dari  pembicara utama, yaitu Prof Muhammad Nasir,  Gubernur Babel Dr H Erzaldi Rosman Johan dan   Prof Hideaki Kasai.

Pada pukul 13 wib, seminar internasional ini  akan dilanjutkan dengan sesi paparan makalah  dari peserta pada enam ruang seminar yang telah disiapkan panitia.  Hal serupa juga dilakukan pada hari kedua seminar internasional, Jumat.

Esoknya, Hari Sabtu (15/09/2018)  akan  digelar field trip dengan pilihan  destinasi wisata di  Pulau Bangka, atau Pulau Belitong.   Tiap peserta yang ikut tur ini dikenakan biaya. 

“Biaya field trip per orang untuk tujuan Bangka sebesar Rp 250 ribu, sedangkan  biaya ke Belitung antara satu setengah hingga dua juta,  itu tergantung lama kunjungannya,” ujar Reniati.

Peserta tiga seminar internasional ini akan mendapatkan seminar kit, sertifikat dan khusus bagi  makalah yang terpilih akan dipublikasikan dalam proseding yang terindeks Scopus (Eddy Jajang J Atmaja, Ari Riski)


Topik

ICOMA